Showing posts with label IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas. Show all posts
Showing posts with label IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas. Show all posts

Thursday, December 18, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Jumat (19/12) IHSG diperkirakan berada pada rentang support 5.070-5.090 dan resisten 5.120-5.138.   Pola  White marubozu berada di atas area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mulai berkurang pelemahannya dengan histogram negatif yang memendek.


Sementara itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik naik. Laju IHSG dpat melampaui area target resisten (5.055-5.068) dan mampu bertahan di atas target support (5.014-5.022). Kenaikan yang terjadi nyaris menutup utang gap 5.069-5.094 meski kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076 dan masih adanya utang gap di 5.126-5.150 yang belum tertutupi.  Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan mulai adanya tren kenaikan. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff maka laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp 2.760-2.865. Separating lines dekati middle Bollinger band (MBB). William’s %R mulai berbalik naik didukung peningkatan Relative Strength Index (RSI). Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 2.790.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.900-31.950. Separating lines lewati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross diiringi terlampauinya target resisten Rp 31.625. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 31.650.  Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 10.025-10.300. Shooting star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Mass index masih bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Trading buy selama berada di atas Rp 10.050.


Berikutnya saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.190-1.240. Spinning di area upper Bollinger band (UBB). Parabollic SAR masih naik namun, volume beli berkurang. Trading sell jika Rp 1.200 gagal bertahan.  Saham PT Semen Indonesia (SMGR) dalam kisaran Rp 15.550-16.000. Ladder bottom di atas lower Bollinger band (LBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan mass index. Akumulasi beli jika mampu bertahan di atas Rp 15.750.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) dalam kisaran Rp 13.075-13.500. Hanging man di atas Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diiringi peningkatan MFI. Masih ada ruang untuk naik namun, waspada utang gap Rp 13.025-13.100. Trading buy selama berada di atas Rp 13.300.


Pada perdagangan Kamis (18/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat\77,696 poin (1,54%) ke posisi 5.113,345 yang merupakan level tertingginya sepanjang perdagangan. Di sisi lain, level terendah kemarin di level 5.076,226 atau menguat 40,577 poin.  Dirilisnya pemberitaan terkait hasil rapat the Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang belum mensinyalkan akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, membuat laju bursa saham AS bergerak di zona hijau dan berimbas pada laju IHSG yang terkena sentimen positifnya.


Pelaku pasar tentunya kembali melakukan aksi beli terhadap saham-saham yang sebelumnya masih dinilai cukup rendah dibandingkan penurunan tajam sebelumnya. Saham-saham big caps kembali menjadi perburuan pelaku pasar dan kembali dalam jajaran top gainer.  Meski laju bursa saham Asia cenderung variatif dan aksi jual asing kembali meningkat namun, berlanjutnya penguatan rupiah cukup mampu mempertahankan IHSG di zona hijau. Bahkan sempat hampir menutup utang gap 5.069-5.094 meski lonjakan tersebut kembali meninggalkan utang gap 5.059-5.076. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell  ,5 miliar menjadi net sell Rp 808,69 miliar). [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, October 26, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

FinancerollLaju IHSG pada Senin (27/10) diprediksi berada pada rentang support 5.059-5.065 dan resisten 5.085-5.110.   Secara teknis, indke smembentuk pola separating lines di bawah upper bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berkurang kenaikannya.


Pergerakan  IHSG gagal mendekati target resisten (5.110-5.116) dan sempat di bawah target support (5.065-5.086) meski mampu kembali ke level support tersebut. Dari pola IHSG, terlihat mulai adanya penurunan seiring sentimen negatif dari regional.  Meski demikian, dengan masih positifnya laju bursa saham AS diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan.  Ini seiring masih merahnya laju rupiah.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dalam kisaran Rp 11.300-11.550. Shooting star di bawah UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) melanjutkan kenaikan setelah membentuk golden cross. Level Rp 11.375 diuji ketahanannya. Trading buy selama berada di atas Rp 11.375.  Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 4.000-4.125. White marubozu dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 4.075.


Berikutnya saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.025-13.600. Hanging man melewati UBB. William’s %R mulai bergerak turun. Target resisten Rp 13.400 terlampaui namun, volume cenderung turun. Trading Sell jika Rp 13.300 gagal bertahan.  Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) dalam kisaran Rp 2.160-2.225. Hammer di atas middle bollinger band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 2.180.  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 21.250-21.850. Dragonfly doji di bawah Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 21.600 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.110-1.200. Tweezers top dekati Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik. Support Rp 1.150 masih mencoba bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 1.150.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.110-1.200. Tweezers top dekati Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik. Support Rp 1.150 masih mencoba bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 1.150.


Tercatat pada perdagangan Jumat (24/10) IHSG  ditutup melemah 29,198 Poin (0,572%) ke posisi 5.074,320. Intraday tertinggi 5.107,264 dan terendah 5.062,904.  Setelah menyentuh level tertingginya di 5.100-an, laju IHSG mulai kembali terkoreksi seiring aksi jual yang terjadi


Pelaku pasar, lanjut dia, memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk melakukan aksi ambil untung.  Apalagi dari laju bursa saham Asia, yang dimotori bursa saham China dan sekitar, terlihat melemah sehingga turut mempengaruhi laju IHSG. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan