Showing posts with label Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Show all posts
Showing posts with label Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Show all posts

Sunday, October 26, 2014

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll – Laju IHSG pada Senin (27/10) diprediksi berada pada rentang support 5.059-5.065 dan resisten 5.085-5.110.   Secara teknis, indke smembentuk pola separating lines di bawah upper bollinger band (MBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih naik tipis dengan histogram positif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R mulai berkurang kenaikannya.


Pergerakan  IHSG gagal mendekati target resisten (5.110-5.116) dan sempat di bawah target support (5.065-5.086) meski mampu kembali ke level support tersebut. Dari pola IHSG, terlihat mulai adanya penurunan seiring sentimen negatif dari regional.  Meski demikian, dengan masih positifnya laju bursa saham AS diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi IHSG meski juga terdapat peluang pelemahan lanjutan.  Ini seiring masih merahnya laju rupiah.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dalam kisaran Rp 11.300-11.550. Shooting star di bawah UBB. Moving Average Convergence-Divergence (MACD) melanjutkan kenaikan setelah membentuk golden cross. Level Rp 11.375 diuji ketahanannya. Trading buy selama berada di atas Rp 11.375.  Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 4.000-4.125. White marubozu dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 4.075.


Berikutnya saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 13.025-13.600. Hanging man melewati UBB. William’s %R mulai bergerak turun. Target resisten Rp 13.400 terlampaui namun, volume cenderung turun. Trading Sell jika Rp 13.300 gagal bertahan.  Saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) dalam kisaran Rp 2.160-2.225. Hammer di atas middle bollinger band (MBB). MFI bergerak naik diikuti peningkatan parabollic SAR. Trading buy selama berada di atas Rp 2.180.  Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dalam kisaran Rp 21.250-21.850. Dragonfly doji di bawah Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan stochastic. Trading sell jika Rp 21.600 gagal bertahan.


Kemudian saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.110-1.200. Tweezers top dekati Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik. Support Rp 1.150 masih mencoba bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 1.150.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.110-1.200. Tweezers top dekati Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik. Support Rp 1.150 masih mencoba bertahan. Trading buy selama berada di atas Rp 1.150.


Tercatat pada perdagangan Jumat (24/10) IHSG  ditutup melemah 29,198 Poin (0,572%) ke posisi 5.074,320. Intraday tertinggi 5.107,264 dan terendah 5.062,904.  Setelah menyentuh level tertingginya di 5.100-an, laju IHSG mulai kembali terkoreksi seiring aksi jual yang terjadi


Pelaku pasar, lanjut dia, memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk melakukan aksi ambil untung.  Apalagi dari laju bursa saham Asia, yang dimotori bursa saham China dan sekitar, terlihat melemah sehingga turut mempengaruhi laju IHSG. [geng]



IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sunday, October 12, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (13/10) diprediksi berada pada rentang support 4.900-4.945 dan resisten 4.974-4.989.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola hammer bertahan di atas lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R berbalik bergerak turun.


Pergerakan IHSG gagal bertahan di kisaran target support (4.985-4.990) dan (5.007-5.016) meski akhirnya kembali ke kisaran target tersebut. Laju IHSG masih dalam fase penurunan namun, jika di akhir pekan sentimen positif masih ada maka IHSG pun berpeluang membentuk tren kenaikan jangka pendek dan melanjutkan kenaikannya meski terbatas.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertibangkan, antara lain:  Saham PT Viva Media Asia (VIVA) dalam kisaran Rp 425-445. Hammer di bawah middle bollinger band (MBB). Stochastic mencoba berbalik naik diiringi masih naiknya RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 439. Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 12.500-13.100. Shooting star di area MBB. William’s %R bergerak naik diimbangi kenaikan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.750.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 930-1.000. Separating lines di area Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti Moving Average Convergence-Divergence (MACD) yang golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 970.


Berikutnya saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dalam kisaran Rp 10.800-11.250. Hanging man di area Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 11.075.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.130-1.200. Spinning di atas LBB. Volume meningkat namun, stochastic masih bergerak di area oversold. Utang gap Rp 1.185-1.195. Buy on weakness jika di bawah Rp 1.150.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG  ditutup melemah 30,919 poin (0,619%) ke angka 4.962,96. Intraday tertinggi 4.993,879 dan terlemah 4.933,977.  Baru sehari IHSG merasakan kenaikan langsung kembali terpangkas  sentimen negatif.  Melemahnya laju bursa saham AS sehari sebelumnya, setelah pelaku pasar mulai mengkhawatirkan belum pulihnya ekonomi Zona Euro dan akan berakhirnya program stimulus The Fed, membawa imbas negatif bagi laju bursa saham Asia.


Pelaku pasar pun yang sejak  awal berharap pada penguatan lanjutan IHSG, berbalik pasang jual sehingga mengurangi potensi kenaikan lanjutan IHSG.  Kembali melemahnya laju bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali terdepresiasinya rupiah dan masih adanya net sell asing membuat IHSG kembali ke zona merah.  Meski bergerak melemah, indeks konsumer masih dapat bergerak positif sehingga dapat menahan laju IHSG untuk tidak melemah lebih dalam. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan