Showing posts with label Bursa saham AS. Show all posts
Showing posts with label Bursa saham AS. Show all posts

Saturday, October 25, 2014

Sepekan Terakhir, IHSG Menguat 46 Poin

Financeroll - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat tekanan  di akhir pekan.   Meski demikian, dalam sepekan terakhir, IHSG mampu bertahan positif.   Penantian pasar atas formasi kabinet Jokowi-JK jadi salah satu katalisnya.  Dalam perdagangan sepekan terakhir, IHSG  menguat 46 poin (0,91%) dari 5.028,946 ke posisi 5.074,32.


Pada awal pekan yang baik bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.  Laju IHSG tampak semringah dengan hadirnya sejumlah sentimen positif. Antara lain, imbas masih menghijaunya laju bursa saham Asia yang terimbas juga oleh masih positifnya laju bursa saham AS di pekan sebelumnya seiring positifnya data-data ekonomi yang dirilis. Di antaranya, naiknya building permits, housing starts, dan consumer sentiment.


Lalu berbalik positifnya laju rupiah setelah memanfaatkan pelemahan dolar AS, hingga kembali tercatatnya nett buy asing.  Secara kebetulan, penguatan IHSG juga terjadi di tengah pelantikan JKW-JK secara resmi sebagai Presiden dan Wapres.  Di sisi lain, secara historikal seperti laju IHSG sebelumnya di mana ketika terjadi kenaikan signifikan maka akan juga dimanfaatkan untuk profit taking. Terlihat, laju IHSG mulai berkurang penguatannya saat menyentuh level tertingginya di 5.100-an.


Sehari setelah pelantikan, laju IHSG kembali melemah setelah pelaku pasar memanfaatkan melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia untuk profit taking. Meski tercatat melemah namun, sempat adanya aksi beli tipis seiring rupiah yang masih melanjutkan kenaikannya dapat menahan agar IHSG tidak jatuh lebih dalam.


Kombinasi dari beberapa sentimen positif seperti dari imbas penguatan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya dengan ekspektasi akan peningkatan stimulus European Central Bank (ECB) yang diikuti oleh kenaikan sejumlah bursa saham regional. Selain merespons kenaikan bursa saham AS tersebut juga merespons pelemahan Yen.  Begitu juga dengan positifnya rilis kinerja beberapa emiten, serta sentimen dari dalam negeri dengan maraknya pemberitaan terhadap akan diumumkannya susunan kabinet JKW-JK memberikan angin segar bagi laju IHSG.


Pada  pertengahan pekan, meski laju bursa saham AS mengalami pelemahan dan berimbas pada laju bursa saham Asia, nyatanya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang dapat mempertahankan kenaikannya seperti yang diekspektasikan sebelumnya.  Bahkan sentimen negatif dari laju bursa saham regional tidak juga mampu mempengaruhi IHSG berbalik melemah.  Pelaku pasar masih menantikan nama-nama kabinet dan berharap sangat-sangat positif terhadap formasi kabinet. [geng]



Sepekan Terakhir, IHSG Menguat 46 Poin

Sunday, October 12, 2014

IHSG Diperkirakan Naik Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Senin (13/10) diprediksi berada pada rentang support 4.900-4.945 dan resisten 4.974-4.989.   Secara teknis, indeks berpeluang membentuk pola hammer bertahan di atas lower bollinger band (LBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R berbalik bergerak turun.


Pergerakan IHSG gagal bertahan di kisaran target support (4.985-4.990) dan (5.007-5.016) meski akhirnya kembali ke kisaran target tersebut. Laju IHSG masih dalam fase penurunan namun, jika di akhir pekan sentimen positif masih ada maka IHSG pun berpeluang membentuk tren kenaikan jangka pendek dan melanjutkan kenaikannya meski terbatas.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertibangkan, antara lain:  Saham PT Viva Media Asia (VIVA) dalam kisaran Rp 425-445. Hammer di bawah middle bollinger band (MBB). Stochastic mencoba berbalik naik diiringi masih naiknya RoC. Trading buy selama berada di atas Rp 439. Saham PT Bank Central Asia (BBCA) dalam kisaran Rp 12.500-13.100. Shooting star di area MBB. William’s %R bergerak naik diimbangi kenaikan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 12.750.  Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran Rp 930-1.000. Separating lines di area Middle Bollinger Band (MBB). Relative Strength Index (RSI) bergerak naik diikuti Moving Average Convergence-Divergence (MACD) yang golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 970.


Berikutnya saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dalam kisaran Rp 10.800-11.250. Hanging man di area Middle Bollinger Band (MBB). Mass index bergerak naik diikuti Moving Average Convergence-Divergence (MACD) mencoba golden cross. Maintained buy selama berada di atas Rp 11.075.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.130-1.200. Spinning di atas LBB. Volume meningkat namun, stochastic masih bergerak di area oversold. Utang gap Rp 1.185-1.195. Buy on weakness jika di bawah Rp 1.150.


Pada perdagangan Jumat (10/10) IHSG  ditutup melemah 30,919 poin (0,619%) ke angka 4.962,96. Intraday tertinggi 4.993,879 dan terlemah 4.933,977.  Baru sehari IHSG merasakan kenaikan langsung kembali terpangkas  sentimen negatif.  Melemahnya laju bursa saham AS sehari sebelumnya, setelah pelaku pasar mulai mengkhawatirkan belum pulihnya ekonomi Zona Euro dan akan berakhirnya program stimulus The Fed, membawa imbas negatif bagi laju bursa saham Asia.


Pelaku pasar pun yang sejak  awal berharap pada penguatan lanjutan IHSG, berbalik pasang jual sehingga mengurangi potensi kenaikan lanjutan IHSG.  Kembali melemahnya laju bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali terdepresiasinya rupiah dan masih adanya net sell asing membuat IHSG kembali ke zona merah.  Meski bergerak melemah, indeks konsumer masih dapat bergerak positif sehingga dapat menahan laju IHSG untuk tidak melemah lebih dalam. [geng]



IHSG Diperkirakan Naik Terbatas, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan