Financeroll - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendapat tekanan di akhir pekan. Meski demikian, dalam sepekan terakhir, IHSG mampu bertahan positif. Penantian pasar atas formasi kabinet Jokowi-JK jadi salah satu katalisnya. Dalam perdagangan sepekan terakhir, IHSG menguat 46 poin (0,91%) dari 5.028,946 ke posisi 5.074,32.
Pada awal pekan yang baik bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya. Laju IHSG tampak semringah dengan hadirnya sejumlah sentimen positif. Antara lain, imbas masih menghijaunya laju bursa saham Asia yang terimbas juga oleh masih positifnya laju bursa saham AS di pekan sebelumnya seiring positifnya data-data ekonomi yang dirilis. Di antaranya, naiknya building permits, housing starts, dan consumer sentiment.
Lalu berbalik positifnya laju rupiah setelah memanfaatkan pelemahan dolar AS, hingga kembali tercatatnya nett buy asing. Secara kebetulan, penguatan IHSG juga terjadi di tengah pelantikan JKW-JK secara resmi sebagai Presiden dan Wapres. Di sisi lain, secara historikal seperti laju IHSG sebelumnya di mana ketika terjadi kenaikan signifikan maka akan juga dimanfaatkan untuk profit taking. Terlihat, laju IHSG mulai berkurang penguatannya saat menyentuh level tertingginya di 5.100-an.
Sehari setelah pelantikan, laju IHSG kembali melemah setelah pelaku pasar memanfaatkan melemahnya sejumlah laju bursa saham Asia untuk profit taking. Meski tercatat melemah namun, sempat adanya aksi beli tipis seiring rupiah yang masih melanjutkan kenaikannya dapat menahan agar IHSG tidak jatuh lebih dalam.
Kombinasi dari beberapa sentimen positif seperti dari imbas penguatan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya dengan ekspektasi akan peningkatan stimulus European Central Bank (ECB) yang diikuti oleh kenaikan sejumlah bursa saham regional. Selain merespons kenaikan bursa saham AS tersebut juga merespons pelemahan Yen. Begitu juga dengan positifnya rilis kinerja beberapa emiten, serta sentimen dari dalam negeri dengan maraknya pemberitaan terhadap akan diumumkannya susunan kabinet JKW-JK memberikan angin segar bagi laju IHSG.
Pada pertengahan pekan, meski laju bursa saham AS mengalami pelemahan dan berimbas pada laju bursa saham Asia, nyatanya tidak banyak berimbas pada laju IHSG yang dapat mempertahankan kenaikannya seperti yang diekspektasikan sebelumnya. Bahkan sentimen negatif dari laju bursa saham regional tidak juga mampu mempengaruhi IHSG berbalik melemah. Pelaku pasar masih menantikan nama-nama kabinet dan berharap sangat-sangat positif terhadap formasi kabinet. [geng]
Sepekan Terakhir, IHSG Menguat 46 Poin
No comments:
Post a Comment