Financeroll – Laju IHSG Selasa (16/12) diperkirakan berada pada rentang support 5.089-5.099 dan resisten 5.115-5.130. Pola hammer berada di area lower bollinger band (LBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung melemah setelah terbentuk death gross dengan histogram negatif yang memanjang.
Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.172-5.183) dan lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah di mana target support (5.138-5.152) telah terlewati. Pergerakan IHSG kembali meninggalkan utang gap di 5.126-5.150. Meski menawarkan peluang investasi menarik, terutama dari posisi nya yang berada di level yang cukup rendah namun, belum didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah masih melanjutkan terdepresiasi. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih berlanjutnya potensi profit taking.
Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Surya Citra Media (SCMA) dalam kisaran Rp 3.340-3.425. Doji star dekati upper bollinger band (UBB). Willam’s %R bergerak naik diikuti peningkatan Relative Strength Index (RSI). Trading buy selama berada di atas Rp 3.370. Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.175-1.345. Three white soldier di area UBB. MFI bergerak naik. Target resisten Rp 1.245 terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.270.
Kemudian saham PT United Tractor (UNTR) dalam kisaran Rp 16.750-17.150. Black marubozu menuju lower bollinger band (LBB). Tren turun masih terjadi didukung MFI dan volatility. Trading sell jika Rp 16.850 gagal bertahan. Saham PT Lautan Luas (LTLS) dalam kisaran Rp 1.740-1.895. Long legged doji di atas LBB. RoC bergerak naik diikuti stochastic. Trading buy selama berada di atas Rp 1.820. Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran Rp 3.890-4.000. Morning star dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volume jual kian berkurang diidukung peningkatan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 3.930. Saham PT Global Mediacom (BMTR) dalam kisaran Rp 1.425-1.555. Ladder bottom dekati Middle Bollinger Band (MBB). Volatility meningkat didukung parabollic SAR yang mencoba balik naik. Trading buy selama berada di atas Rp 1.480.
Pada perdagangan Senin (15/12), IHSG ditutup melemah 52,001 poin (1,01%) ke posisi 5.108,432. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.126,071 dan terendah 5.094,262. Laju IHSG bergerak sejalan dengan ulasan kami sebelumnya. Meski berpeluang melanjutkan kenaikan, tidak didukung olah sentimen yang ada di mana rupiah terdepresiasi dan pelemahan bursa saham global. Untuk itu, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking. [geng]
IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan
No comments:
Post a Comment