Monday, November 3, 2014

IHSG Berpotensi Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll - Laju IHSG pada Selasa (4/11) diprediksi berada pada rentang support 5.055-5.075 dan resisten 5.096-5.115.   Indeks berpeluang membentuk pola  Hanging man di bawah upper bollinger band (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung naik dengan histogram positif yang memanjang.


Selain itu, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R cenderung turun tipis. Laju IHSG sempat berada di target resisten (5.095-5.114) dan sempat berada di target support (5.055-5.072). Laju IHSG di satu sisi memiliki peluang kenaikan namun, juga menyimpan potensi untuk mengalami penurunan lanjutan jika aksi profit taking masih mewarnai transaksi. Untuk itu, tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan lanjutan.


Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp 8.475-9.075. Three white soldier di bawah UBB. Target resisten Rp 8.675 terlampaui diikuti kenaikan RSI namun, william’s %R bergerak turun. Trading sell jika Rp 8.800 gagal bertahan.  Saham PT Express Transindo Utama (TAXI) dalam kisaran Rp 1.165-1.225. White marubozu dekati UBB. Stochastic bergerak naik diikuti kenaikan MFI. Trading buy selama berada di atas Rp 1.200.


Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam kisaran Rp 10.950-11.175. Hanging man di bawah UBB. RMI bergerak naik namun, diikuti penurunan volume & mass index. Trading sell jika Rp 11.050 gagal bertahan.  Saham PT Unilever Indonesia (UNVR) dalam kisaran Rp 30.125-30.650. Hammer di bawah middle Bollinger band (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Maintained buy selama berada di atas Rp 30.400.  Saham PT Erajaya (ERAA) dalam kisaran Rp 1.000-1.060. Hammer di bawah UBB. Parabollic SAR bergerak naik. Target resisten Rp 1.045 tersentuh diiringi kenaikan William’s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 1.035.


Pada perdagangan Senin (3/11)  IHSG  ditutup melemah 4,038 poin (0,079%) ke posisi 5.085,509. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.103,698 dan terendah 5.060,316.


 Sentimen negatif berupa profit taking mulai terlihat sejak awal sesi perdagangan. Aksi jual pun tak terhindarkan yang membawa IHSG berada dalam penurunannya secara intraday perdagangan. Padahal, penurunan ini terjadi di tengah menguatnya laju pasar obligasi dan tercatatnya nett buy asing (dari posisi net buy Rp325 miliar menjadi net buy Rp 224 miliar). [geng]



IHSG Berpotensi Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

No comments:

Post a Comment