Financeroll – Hari ini, Rabu (17/12) IHSG diperkirakan akan bergerak melemah di kisaran 5.000-5.070 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: ADRO, BJTM, ANTM, JPRS, dan DSFI. Pada perdagangan Selasa (16/12) IHSG turun 82 poin (-1,61%) ke level 5.026,03 mengikuti pelemahan rupiah setelah asing keluar dari Indonesia melalui penjualan SUN dan pasar modal. Secara teknikal, indeks turun disertai volume dan kembali membuat gap di 5.069-5.126 dan tutup dibawah MA50. Stochastic, RSI, dan MACD masih negatif.
Keluarnya dana asing dari pasar saham terus berlanjut pada perdagangan kemarin hingga mencapai Rp 1,24 triliun, membuat IHSG kembali anjlok 1,6% di 5.026,028. Selain kemerosotan harga minyak mentah, data permulaan aktivitas manufaktur China yang keluar kemarin turut memperburuk situasi pasar karena mengindikasikan terjadinya kontraksi untuk pertama kali dalam tujuh bulan terakhir. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4965 dan resisten di 5050.
Indeks China HSBC Flash Manufacturing PMI Desember turun ke 49,5 di bawah estimasi 49,8 dan angka bulan sebelumnya 50,0. Sementara bursa global bergerak bervariasi tadi malam. Setelah kekacauan di pasar saham dan uang akibat kejatuhan harga minyak dan mata uang ruble Rusia, pasar saham Eropa tadi malam menguat dipicu data aktivitas manufaktur dan jasa yang menunjukkan peningkatan.
Sementara Wall Street ditutup di teritori negatif. Indeks Eurostoxx naik 2,25%. Indeks Flash Manufacturing PMI Zona Euro naik ke 50,8 di atas estimasi 50,5 dan angka bulan lalu 50,1. Perekonomian Jerman, menjadi motor ekonomi kawasan tersebut, menunjukkan peningkatan aktivitas tercermin dari indeks Flash Manufacturing Jerman naik ke 51,2 dari bulan sebelumnya 49,5.
Sebaliknya data Flash Manufacturing di AS tadi malam menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Indeks Flash Manufacturing AS Desember turun ke 53,7 dari bulan lalu 54,8 dan di bawah perkiraan 56,1. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam masing-masing terkoreksi 0,65% dan 0,85%. Sedangkan harga minyak di AS rebound tipis di USD 56,01/barrel.
Pasar saham tengah menunggu hasil FOMC Meeting yang akan berakhir Rabu (17/12) ini yang diperkirakan The Fed masih akan mempertahankan kebijakan tingkat bunga mendekati nol hingga pertengahan tahun depan. Pada perdagangan hari ini setelah mengalami koreksi 2,6% dalam dua sesi perdagangan terakhir, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi, berpeluang rebound terbatas terutama ditopang peluang penguatan rupiah atas Dolar AS yang telah terkoreksi tajam dan reboundnya harga minyak meredahkan tekanan jual di saham berbasiskan komoditas. [geng]
Pre Opening: Minim Sentimen Pendukung, IHSG Diperkirakan Melemah