Showing posts with label pelaku pasar uang. Show all posts
Showing posts with label pelaku pasar uang. Show all posts

Monday, October 27, 2014

Rupiah Ditutup Melemah ke Posisi Rp 12.097 / USD

Financeroll – Pergerakan  nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (27/10)  sore, melemah 28 poin menjadi Rp 12.097 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.069 per dolar AS.  Kurs rupiah berbalik arah ke area negatif setelah sempat menguat pada perdagangan sesi pagi menyusul antisipasi pelaku pasar uang terhadap arah program-program kementerian ke depannya.  Paparan rencana kerja kementerian ke depan yang sedang ditunggu pasar.


Ekspektasi hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada pekan ini yang diperkirakan menghentikan program pembelian obligasinya menambah sentimen negatif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.  Di sisi lain, belum adanya kepastian waktu tentang kebijakan suku bunga bank sentral AS (Fed rate) juga masih menjadi sentimen negatif  bagi pasar keuangan di negara-negara berkembang.


Setelah program stimulus the Fed berakhir, pasar akan fokus pada kondisi ekonomi AS mengantisipasi program kenaikan Fed rate yang diperkirakan bisa lebih cepat.  Saat ini the Fed masih dibebankan pada tingkat inflasi yang rendah sehingga bisa menuda kebijakan kenaikan suku bunganya.


The Fed selalu mepertimbangkan kondisi ekonomi seperti tingkat pengangguran dan inflasi, sejauh ini data itu masih belum mencapai target.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia mata uang lokal ini bergerak menguat menjadi Rp12.042 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.065 per dolar AS. [geng]



Rupiah Ditutup Melemah ke Posisi Rp 12.097 / USD

Wednesday, October 22, 2014

Kamis Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.018 / USD

Financeroll – Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi hingga siang melemah lima poin menjadi Rp 12.018 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.013 per dolar AS.  Mata uang rupiah melemah tipis di tengah antisipasi pasar terhadap pengumuman kabinet RI periode 2014-2019 masih ditunggu pelaku pasar uang.


Sementara itu, Presiden dan Wakil Presiden RI menunda untuk mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya.  Tekanan nilai tukar rupiah juga seiring dengan pelemahan yang terjadi pada pasar surat utang negara (SUN) setelah beberapa hari terakhir ini mengalami penguatan cukup signifikan.


Hari ini pelemahan rupiah dapat berpeluang berlanjut, kondisi itu juga bisa didorong dari pelemahan mata uang lain terhadap dolar AS di pasar Asia.  Meski  demikian,   membaiknya data Tiongkok pada hari ini diharapkan dapat mencegah pelemahan nilai tukar rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.


Data manufaktur Tiongkok diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran investor atas kondisi perekonomian terbesar ke dua dunia. Indeks manufaktur Tiongkok versi HSBC mencapai level 50.4 untuk bulan Oktober; lebih tinggi dari prediksi 50.3.  Dengan aktivitas manufaktur Tiongkok yang meningkat itu maka dapat memberikan harapan membaiknya kinerja ekonominya di kuartal keempat sehingga Indonesia yang merupakan salah satu mitra dagang Tiongkok mendapat sentimen positif yang akhirnya dapat menjaga rupiah bergerak stabil. [geng]



Kamis Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 12.018 / USD