Showing posts with label IHSG Tertahan di Jalur Merah. Show all posts
Showing posts with label IHSG Tertahan di Jalur Merah. Show all posts

Monday, December 15, 2014

Aksi Jual Masih Menekan, IHSG Tertahan di Jalur Merah  

Financeroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  40 poin kena tekanan jual akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Indeks pun balik lagi ke level 5.000.  Membuka perdagangan preopening, IHSG jatuh 40,482 poin (0,79%) ke level 5.067,950. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 anjlok 10,221 poin (1,16%) ke level 868,911.


Pada awal  perdagangan, Selasa (16/12), IHSG terpangkas 65,730 poin (1,29%) ke level 5042,702. Indeks LQ45 terkoreksi 14,815 poin (1,69%) ke level 864,317.  Seluruh sektor saham terkena tekanan jual. Tak satu pun sektor yang berhasil menguat. Aksi jual didominasi investor asing.


Sementara itu, bursa-bursa regional rata-rata melemah pagi hari ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang bisa positif berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat.  Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 290,36 poin (1,70%) ke level 16.809,04, Indeks Komposit Shanghai naik 8,77 poin (0,30%) ke level 2.962,19, dan  Indeks Straits Times melemah 19,98 poin (0,61%) ke level 3.274,16.


Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 76,620 poin (1,50%) ke level 5.031,812. Sementara Indeks LQ45 mundur 16,814 poin (1,91%) ke level 862.461.  Kemarin IHSG anjlok 52 poin akibat aksi jual investor asing. Dana asing mengalir ke luar lantai bursa senilai Rp 771 miliar.  Wall Street kembali melemah mengikuti turunnya harga minyak dunia. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi global juga melanda investor. [geng]


 



Aksi Jual Masih Menekan, IHSG Tertahan di Jalur Merah  

Thursday, October 9, 2014

Aksi Jual Berlangsung Masif, IHSG Tertahan di Jalur Merah

Financeroll – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 37 poin akibat aksi jual yang terjadi sejak pagi tadi. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual.  Aksi jual saham langsung muncul sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh hingga ke titik terendah siang ini di level 4.933,38.


Menutup perdagangan Sesi I, Jumat (10/10), IHSG terpangkas 37,625 poin (0,75%) ke level 4.954,254. Sementara Indeks unggulan LQ45 terkoreksi 7,190 poin (0,85%) ke level 837,206.  Ekonomi Jerman yang melambat ditambah rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga menjadi sentimen negatif di pasar.


Beberapa saham konsumer bisa bertahan positif berkat aksi beli selektif. Sayangnya sembilan sektor lainnya melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.874 kali dengan volume 1,918 miliar lembar saham senilai Rp 2,063 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 194 turun, dan 66 saham stagnan.


Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 725 ke Rp 56.525, Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 161.000, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 375 ke Rp 8.300, dan Bali Towerindo (BALI) naik Rp 100 ke Rp 2.350.


Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 24.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 475 ke Rp 18.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 425 ke Rp 21.900, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 15.400.


Sejumlah bursa di Asia masih tak berdaya di teritori negatif. Sentimen melambatnya ekonomi dunia memicu aksi jual di pelaku pasar regional. Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 209,22 poin (1,35%) ke level 15.269,71, Indeks Hang Seng jatuh 386,72 poin (1,64%) ke level 23.147,81, Indeks Komposit Shanghai turun 14,09 poin (0,59%) ke level 2.375,28, dan  Indeks Straits Times melemah 29,70 poin (0,91%) ke level 3.229,55. [geng]



Aksi Jual Berlangsung Masif, IHSG Tertahan di Jalur Merah