Financeroll - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 40 poin kena tekanan jual akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Indeks pun balik lagi ke level 5.000. Membuka perdagangan preopening, IHSG jatuh 40,482 poin (0,79%) ke level 5.067,950. Sedangkan Indeks unggulan LQ45 anjlok 10,221 poin (1,16%) ke level 868,911.
Pada awal perdagangan, Selasa (16/12), IHSG terpangkas 65,730 poin (1,29%) ke level 5042,702. Indeks LQ45 terkoreksi 14,815 poin (1,69%) ke level 864,317. Seluruh sektor saham terkena tekanan jual. Tak satu pun sektor yang berhasil menguat. Aksi jual didominasi investor asing.
Sementara itu, bursa-bursa regional rata-rata melemah pagi hari ini. Hanya bursa saham Tiongkok yang bisa positif berkat rencana pemberian stimulus oleh pemerintah setempat. Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 290,36 poin (1,70%) ke level 16.809,04, Indeks Komposit Shanghai naik 8,77 poin (0,30%) ke level 2.962,19, dan Indeks Straits Times melemah 19,98 poin (0,61%) ke level 3.274,16.
Tercatat hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 76,620 poin (1,50%) ke level 5.031,812. Sementara Indeks LQ45 mundur 16,814 poin (1,91%) ke level 862.461. Kemarin IHSG anjlok 52 poin akibat aksi jual investor asing. Dana asing mengalir ke luar lantai bursa senilai Rp 771 miliar. Wall Street kembali melemah mengikuti turunnya harga minyak dunia. Kekhawatiran akan melambatnya ekonomi global juga melanda investor. [geng]
Aksi Jual Masih Menekan, IHSG Tertahan di Jalur Merah
No comments:
Post a Comment