Showing posts with label Dalam Sepekan. Show all posts
Showing posts with label Dalam Sepekan. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Dalam Sepekan, IHSG Melemah 68,29 Poin

Financeroll – Pada pekan terakhir, IHSG tergerus di zona merah seiring pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Bank Dunia. Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM)  pun tak direspons positif. Seperti apa.  IHSG  melemah 68,29 poin (1,30%) ke posisi 5.148,38 pada pekan yang berakhir Jumat (16/1) dibandingkan akhir pekan sebelumnya di angka 5.216,67.  Aksi profit taking berlangsung masif, IHSG tertekan  ke zona merah.


Aksi ambil untung kian terealisasi pada perdagangan di awal pekan kemarin setelah merespon negatif pelemahan bursa saham AS dan Eropa sebelumnya dan variatifnya laju bursa saham Asia.  Laju IHSG pun seperti yang kami pernah sampaikan di mana penguatan tipis yang sempat terjadi memperlihatkan amunisi penguatan IHSG kian menipis.


Kurs rupiah yang naik tipis belum mampu meredam aksi jual tersebut. Selain itu,  positifnya mayoritas laju bursa saham Asia, terutama China mampu memberikan imbas positif pada pergerakan IHSG yang juga mampu bermanuver balik positif.  Laju IHSG pun juga mampu melampaui estimasi.  Sebelumnya, sempat kami khawatirkan akan terjadi pelemahan dan pelaku pasar pun dapat memanfaatkan sentimen tersebut untuk kembali melakukan akumulasi beli terhadap saham-saham yang mengalami pelemahan sebelumnya.


Dengan adanya rilis positif dari pemerintah yang akan menambah kepemilikan di saham-saham BUMN melalui setoran modal untuk ekspansi para BUMN tersebut. Akibatnya, melemahnya kembali laju rupiah dan aksi jual asing tidak menjadi halangan bagi IHSG untuk tetap berbalik arah naik.


Investor asing masih lanjutkan aksi jualnya dan bahkan berbalik positifnya laju rupiah belum mampu menahan aksi jual yang terjadi sehingga pelemahan IHSG pun tak terhindarkan.  Tetapi, tidak disangka laju IHSG mampu berbalik menghijau setelah merespon positif pembalikan arah dari bursa saham Asia dan adanya indikasi membaliknya harga-harga komoditas yang terefleksi di laju harga-harga saham komoditas dan energi global.


Eskpektasi akan masih tetapnya BI rate juga turut memberikan sentimen positif.  Aksi profit taking pun sempat berkurang meskipun asing masih melakukan aksi jualnya seiring dengan laju rupiah yang masih mengalami pelemahan.  Di akhir pekan, indeks ditutup dengan pelemahan sehingga mengkonfirmasi terjadinya tren penurunan pasca berhasil menutup utang gap di level 5.194-5.206 di pekan sebelumnya.  Sentimen dari rilis rencana pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hingga semen tidak terlalu memberikan sentimen positif. Bahkan laju rupiah yang mengalami penguatan juga tidak direspons positif. [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Melemah 68,29 Poin

Sunday, January 11, 2015

Dalam Sepekan, IHSG Melemah 26,1 Poin

Financeroll – Dalam sepekan IHSG masih tertahan  di zona merah jika dibandingkan dengan penutupan akhir pekan sebelumnya.  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 26,1 poin (0,49%) ke posisi 5.216,67 pada pekan yang berakhir Jumat, 9 Januari 2015 dibandingkan akhir pekan sebelumnya, 2 Januari di posisi 5.242,77.


Penguatan IHSG di akhir pekan belum mampu imbangi penguatan di minggu sebelumnya.  IHSG di awal pekan, mulai terlihat adanya pelemahan.  Sebelumnya bahwa IHSG sebenarnya masih memiliki potensi untuk melanjutkan kenaikan namun, mulai terbatas kenaikan tersebut.  Selain masih sepinya aktivitas transaksi  mulai adanya aksi-aksi profit taking menahan potensi kenaikan lebih lanjut.


Jika IHSG tidak mampu bertahan di atas 5.235 maka kemungkinan IHSG akan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir. Pada kenyataannya, laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level tersebut dan berbalik melemah.  Sebagian indeks sektoral mengalami pelemahan. Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk. Ditambah dengan masih berlanjutnya pelemahan di sejumlah laju bursa saham global membuat laju IHSG kurang bergairah.


Pelaku pasar pun cenderung lebih banyak melakukan aksi jual seiring kondisi bursa saham global dan sentimen yang ada kurang kondusif.  Sempat rebound-nya sejumlah laju bursa saham Asia memberikan sentimen positif bagi IHSG di mana mampu bergerak positif sepanjang sesi perdagangan dan pelaku pasar mencoba memanfaatkan pelemahan sehari sebelumnya untuk kembali masuk melakukan aksi beli.


Adanya utang gap 5.194-5.206 menjadi pertimbangan untuk kembali rebound-nya IHSG setelah menyelesaikan tren pelemahannya.  Meski laju rupiah kembali melanjutkan pelemahannya dan kembalinya nett sell asing meski tipis tidak membuat laju IHSG terpuruk.  Laju IHSG masih dapat melanjutkan pergerakan positifnya seiring masih adanya aksi beli meski terlihat tidak sebesar sebelumnya.   Meski indeks utama bursa saham Asia bergerak naik namun, tertahan dengan melemahnya laju bursa saham China dan masih berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah meski tidak sedalam sehari sebelumnya.


Begitu juga dengan masih berlanjutnya nett sell asing yang lebih besar dari sebelumnya.  Penguatan masih berlanjut di akhir pekan meski kami mengkhawatirkan adanya profit taking yang dapat menahan laju penguatan IHSG.  Akan tetapi,   profit taking dapat diimbangi dengan laju bursa saham Asia yang terimbas positif bursa saham global sebelumnya dan didukung penguatan nilai tukar rupiah. [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Melemah 26,1 Poin

Saturday, January 3, 2015

Dalam Sepekan, IHSG Menguat

Financeroll – Meski waktu transaksi terbatas, IHSG dalam sepekan terakhir mampu mempertahankan Penguatannya.  Indeks sempat terimbas negatif oleh defisit neraca perdagangan.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 75,787 poin (1,46%) ke posisi 5.242,77 pada pekan yang berakhir Jumat, 2 Januari 2015 dibandingkan pekan sebelumnya yang berakhir pada Rabu, 24 Desember 2014 atau sehari sebelum Natal 2014 di angka 5.166,983.


Aksi jual asing masih mendominasi dibandingkan dengan aksi belinya, laju IHSG mampu bertahan di zona hijau di awal pekan.  Di tengah minimnya waktu transaksi di pekan ini, laju IHSG masih dapat menapak di teritori positif.  Pergerakan positif ini,  berbarengan dengan laju rupiah yang mampu berbalik positif setelah dalam pekan sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah.


Laju IHSG pun sejalan dengan estimasi kami sebelumnya di mana kami tuliskan tampaknya jelang libur Natal dan mungkin jelang akhir tahun 2014, laju IHSG sedang dijaga untuk mempertahankan momentum kenaikannya.  Meski Indonesia masih dirundung duka jelang akhir tahun atas berbagai tragedi musibah yang terjadi, tidak menghalangi riuh suasana dan euforia pelaku pasar di mana penutupan IHSG di akhir tahun 2014 yang mampu berakhir di zona hijau.  Bahkan mampu melampaui target pencapaian kami di 5.200 di mana sebelumnya banyak yang tidak begitu yakin dengan perkiraan tersebut.


Pelaku pasar yang masih bertahan di bursa domestik, masih melakukan upaya pembelian untuk menjaga laju IHSG untuk dapat bertahan di zona hijaunya.  Bahkan transaksi asing yang berbalik mencatatkan pembelian bersih.  Keinginan untuk dapat menutup perdagangan di teritori positif mampu membuat IHSG melupakan untuk sementara waktu utang gapnya di level 5.059-5.076 dan 5.113-5.125.  IHSG di akhir pekan yang merupakan awal dari hari perdagangan perdana 2015 masih dapat menguat.


Meski kembali mencatatkan nett sell asing dan rilis data-data makroekonomi Indonesia yang tidak begitu baik di mana neraca perdagangan kembali defisit dan melonjaknya inflasi di atas perkiraan tidak menghalangi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatannya.  [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Menguat

Sunday, December 14, 2014

Dalam Sepekan, IHSG Melemah 27,56 Poin

Financeroll – Sepanjang pekan terakhir, laju IHSG terseret ke zona negatif setelah Bank Dunia mengoreksi turun proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2015.    Pada perdagangan sepekan terakhir, IHSG  melemah 27,56 poin (0,53%) ke posisi 5.160,43 per 12 Desember 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya 5.187,99 per 5 Desember.  Meski laju bursa saham AS dan Eropa bergerak positif di akhir pekan sebelumnya dan memberikan imbas yang baik pada laju bursa saham Asia, tampaknya IHSG tidak merasakan imbas tersebut di awal pekan ini.


Keinginan untuk profit taking dengan memanfaatkan masih berlangsungnya tren penguatan IHSG membuat laju IHSG kembali tertekan.  Akibatnya, laju IHSG bergerak berlainan dengan laju bursa saham lainnya.  Belum lagi maraknya pemberitaan dipangkasnya proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh World Bank (WB) di mana untuk tahun 2015 hanya akan di level 5,2% dari perkiraan sebelumnya 5,6% dan di bawah perkiraan WooriSec sebesar 5,3%-5,5%.


Tidak hanya memangkas pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia juga tidak tanggung-tanggung turut memangkas pertumbuhan kredit dan laju neraca perdagangan.  IHSG yang sempat kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun.   Pelemahan pada laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia serta diiringi sentimen negatif dari internal Asia membuat IHSG tak berkutik dan melanjutkan pelemahannya serta dibarengi dengan pergerakan rupiah yang belum terlihat penguatan signifikan.


Beberapa kali mencoba bergerak menguat namun, selalu dapat ditepis oleh aksi jual hingga akhirnya terpuruk di zona merah.  Meskipun, penguatan saham-saham konstruksi dan beberapa properti serta saham-saham second liner aneka industri sempat mampu menahan pelemahan agar tidak turun lebih dalam.


Laju IHSG sempat naik di mana tampaknya pelaku pasar lebih memilih untuk melakukan akumulasi beli dengan memanfaatkan pelemahan yang terjadi sebelumnya dibandingkan kembali melanjutkan aksi profit taking masif meski masih ada sebagian pelaku pasar yang masih jualan.  Tetapi, tidak jarang juga pelaku pasar lainnya memanfaatkan kesempatan tersebut, termasuk juga memanfaatkan rilis berita-berita maupun broadcast BBM terkait info terbaru dari emiten.


Selain itu, penguatan saham-saham infrastruktur dan keuangan serta saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer mampu membalikan laju IHSG menjadi positif meski masih tertahan dengan adanya nett sell asing.  Tampaknya harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG, tidak terjadi di mana aksi jual kembali terjadi dan menekan IHSG ke zona merah. [geng]



Dalam Sepekan, IHSG Melemah 27,56 Poin