Financeroll – Sepanjang pekan terakhir, laju IHSG terseret ke zona negatif setelah Bank Dunia mengoreksi turun proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2015. Pada perdagangan sepekan terakhir, IHSG melemah 27,56 poin (0,53%) ke posisi 5.160,43 per 12 Desember 2014 dibandingkan akhir pekan sebelumnya 5.187,99 per 5 Desember. Meski laju bursa saham AS dan Eropa bergerak positif di akhir pekan sebelumnya dan memberikan imbas yang baik pada laju bursa saham Asia, tampaknya IHSG tidak merasakan imbas tersebut di awal pekan ini.
Keinginan untuk profit taking dengan memanfaatkan masih berlangsungnya tren penguatan IHSG membuat laju IHSG kembali tertekan. Akibatnya, laju IHSG bergerak berlainan dengan laju bursa saham lainnya. Belum lagi maraknya pemberitaan dipangkasnya proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh World Bank (WB) di mana untuk tahun 2015 hanya akan di level 5,2% dari perkiraan sebelumnya 5,6% dan di bawah perkiraan WooriSec sebesar 5,3%-5,5%.
Tidak hanya memangkas pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia juga tidak tanggung-tanggung turut memangkas pertumbuhan kredit dan laju neraca perdagangan. IHSG yang sempat kembali menyentuh level 5.200-an lebih, kembali tidak kuat dan kembali menurun. Pelemahan pada laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia serta diiringi sentimen negatif dari internal Asia membuat IHSG tak berkutik dan melanjutkan pelemahannya serta dibarengi dengan pergerakan rupiah yang belum terlihat penguatan signifikan.
Beberapa kali mencoba bergerak menguat namun, selalu dapat ditepis oleh aksi jual hingga akhirnya terpuruk di zona merah. Meskipun, penguatan saham-saham konstruksi dan beberapa properti serta saham-saham second liner aneka industri sempat mampu menahan pelemahan agar tidak turun lebih dalam.
Laju IHSG sempat naik di mana tampaknya pelaku pasar lebih memilih untuk melakukan akumulasi beli dengan memanfaatkan pelemahan yang terjadi sebelumnya dibandingkan kembali melanjutkan aksi profit taking masif meski masih ada sebagian pelaku pasar yang masih jualan. Tetapi, tidak jarang juga pelaku pasar lainnya memanfaatkan kesempatan tersebut, termasuk juga memanfaatkan rilis berita-berita maupun broadcast BBM terkait info terbaru dari emiten.
Selain itu, penguatan saham-saham infrastruktur dan keuangan serta saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer mampu membalikan laju IHSG menjadi positif meski masih tertahan dengan adanya nett sell asing. Tampaknya harapan akan berlanjutnya kenaikan IHSG, tidak terjadi di mana aksi jual kembali terjadi dan menekan IHSG ke zona merah. [geng]
Dalam Sepekan, IHSG Melemah 27,56 Poin
No comments:
Post a Comment