Showing posts with label korporasi. Show all posts
Showing posts with label korporasi. Show all posts

Tuesday, October 14, 2014

Proyek Mixed-Use Development Kawasan Industri Jababeka dan Plaza Indoneisa

Financeroll – Proyek mixed-use development yang digarap oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk dan PT Plaza Indonesia Tbk bakal mulai dibangun pada paruh kedua 2015.


Pengembangan kawasan terpadu yang terletak di Cikarang, Jawa Barat itu awalnya direncanakan dimulai akhir 2014. Namun, ternyata jadwal tersebut berubah.


Corporate Secretary Kawasan Industri Jababeka (KIJA) mengatakan proyek kerja sama dengan Plaza Indonesia untuk mixed-use rencananya akan dimulai tahun depan di semester kedua.


Tetapi tidak menjelaskan alasan pengunduran jadwal tersebut.


Dalam proyek senilai US$1 miliar itu, KIJA dan Plaza Indonesia (PLIN) membentuk dua perusahaan patungan. Dananya berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.


Untuk tahap pertama, pengembangannya mengambil lahan seluas 12 hektare dan diperkirakan rampung dalam 3 tahun-4 tahun. Adapun pengembangan tahap kedua dilakukan di atas lahan 4 hektare.


Secara keseluruhan, proyek ini mencakup dua hotel bintang lima, mal, apartemen, dan kondominium.



Proyek Mixed-Use Development Kawasan Industri Jababeka dan Plaza Indoneisa

Monday, October 13, 2014

Perusahaan Sektor Konstruksi Pangkas Target Perolehan Kontrak Baru

Financeroll – Dua dari empat perusahaan pelat merah sektor konstruksi memangkas target perolehan kontrak baru tahun ini akibat perlambatan ekonomi dan mundurnya sejumlah proyek pemerintah.


Sekretaris Perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. mengatakan perseroan memangkas target perolehan kontrak baru sebesar Rp2 triliun.


Awalnya, emiten berkode saham PTPP itu membidik perolehan kontrak baru tahun ini sebesar Rp24 triliun. Namun, manajemen PTPP merevisi target kontrak baru menjadi Rp22 triliun sepanjang tahun ini.


Beberapa proyek baru mundur, kira-kira akhir tahun ini menjadi Rp21 triliun-Rp22 triliun.


Mundurnya proyek-proyek pemerintah terjadi akibat adanya pemotongan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, proyek sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) juga mundur dari masa tender yang awalnya akan dilakukan akhir tahun.


Proyek-proyek yang mundur tersebut akan kembali didapatkan perseroan pada 2015 mendatang. Kendati demikian, optimistis target perolehan laba bersih PTPP mencapai Rp520 miliar-Rp600 miliar karena kinerja order book yang masih tinggi.


Hingga kuartal III/2014, perolehan kontrak dari tahun lalu atau carry over mencapai Rp20 triliun. Hingga akhir tahun perseroan membidik target order book mencapai Rp40 triliun-Rp45 triliun.


PTPP meraih kontrak baru sebesar Rp12 triliun atau 50% dari target awal tahun sebesar Rp24 triliun. Perseroan membidik dapat meraih total order book sebesar Rp14-15 triliun hingga akhir tahun.


Emiten BUMN konstruksi lainnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. juga merevisi target perolehan kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp5,9 triliun. Revisi target itu akibat mangkraknya proyek pembangunan monorel Jakarta dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.


Direktur Keuangan Adhi Karya Supardi mengatakan perseroan merevisi target kontrak baru menjadi Rp15,2 triliun dari target pada awal tahun Rp21,1 triliun. Target tersebut tumbuh 40,3% dari tahun sebelumnya.


Emiten berkode saham ADHI itu juga merevisi target pendapatan usaha menjadi Rp10,5 triliun dan laba usaha diproyeksi mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh 22,2% dari tahun sebelumnya. Adapun laba bersih perseroan ditargetkan dapat meningkat 5,1% menjadi Rp426,5 miliar dari tahun sebelumnya.


Dengan mengikuti pasar yang ada sekarang, mudah-mudahan lebih dari itu.


Tercatat, hingga Agustus perseroan baru berhasil untuk meraih kontrak baru sebesar Rp4,5 triliun. Hingga paruh pertama tahun ini, emiten berkode saham ADHI itu membukukan laba bersih sebesar Rp59,91 miliar dengan pendapatan sebesar Rp3,19 triliun.


Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Haris Gunawan mengatakan perseroan tidak melakukan revisi target perolehan kontrak baru hingga akhir tahun yakni mencapai Rp18,7 triliun.


Hingga akhir September 2014, emiten berkode saham WSKT tersebut membukukan kontrak baru sebesar Rp13,048 triliun, atau mencapai 69,7% dari total target sepanjang tahun ini. Masih firm dengan target, tidak ada revisi.


Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengatakan hingga September 2014, perseroan telah meraih kontrak baru sebesar Rp11,6 triliun. Perolehan tersebut mencapai 44,9% dari target awal tahun sebesar Rp25,83 triliun.


Tetap masih yakin kontrak baru dapat dicapai dan belum ada revisi.


Emiten berkode saham WIKA membidik target perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp678 miliar lebih tinggi dari sebelumnya Rp570 miliar. Target kontrak baru mencapai Rp25,83 triliun dengan penjualan diproyeksikan mencapai Rp14,09 triliun.


Perolehan kontrak baru hingga September tersebut membuat manajemen optimistis target hingga akhir tahun dapat tercapai. Sejumlah proyek yang telah lolos tender tetapi belum diumumkan diyakini dapat menambah perolehan kontrak baru WIKA.



Perusahaan Sektor Konstruksi Pangkas Target Perolehan Kontrak Baru

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Mencari Pinjaman Sebanyak Rp1,2 Triliun

Financeroll – Emiten produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk tengah mencari pinjaman senilai Rp1,27 triliun.


Wakil Direktur Utama PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengatakan dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek investasi pembangunan pabrik pipa baja di Gresik, Jawa Timur yang hingga kini terus tertunda.


Awalnya, perseroan menargetkan pembangunan proyek ini tahun lalu. Namun, karena berbagai hal, perseroan memutuskan untuk menundanya sampai tahun ini.


Adapun hingga saat ini, perseroan belum juga memulai pembangunan. Diperkirakan rencana investasi senilai Rp1,5 triliun ini baru bisa direalisasikan awal tahun depan.


Tidak ada masalah, mundur lagi sedikit, masih dalam proses pertanahannya. Sekarang juga masih menjajaki pinjaman dari export credit untuk investasi itu sekitar 85% dari total investasi Rp1,5 triliun, mungkin tahun depan baru dapat.


Dengan ekspansi ini, kapasitas pabrik di Gresik bertambah sekitar 80.000 ton pipa baja tiap bulan. Sehingga nantinya kapasitas produksi mereka tiap bulan ditargetkan mencapai 380.000 ton/bulan.



PT Steel Pipe Industry of Indonesia Mencari Pinjaman Sebanyak Rp1,2 Triliun

Saturday, October 11, 2014

PT Radana Bhaskara Finance Terbitkan Surat Utang Sebesar US$8,5 Juta

Financeroll – PT Radana Bhaskara Finance Tbk. menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar US$8,5 juta setara dengan Rp103,7 miliar.


Sekretaris Perusahaan Radana Bhaskara Finance, mengatakan perseroan telah menerbitkan MTN seri B sebesar US$8,5 juta.


Jangka waktu 18 bulan sejak tanggal penerbitan.


Penerbitan tersebut merupakan rangkaian dari penerbitan MTN Radana Finance 2014 dengan keseluruhan penerbitan nilai pokok sebesar US$9,9 juta.


Emiten berkode saham HDFA ini telah menunjuk arranger dan agen pembayaran penerbitan MTN secara berseri yakni PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan sebagai agen pemantau dan agen jaminan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.


Keseluruhan dana yang diperoleh dari MTN ini setelah dikurangi biaya-biaya penerbitan akan digunakan oleh emiten yang sebelumnya bernama HD Finance itu untuk modal kerja.



PT Radana Bhaskara Finance Terbitkan Surat Utang Sebesar US$8,5 Juta