Showing posts with label Surat Utang. Show all posts
Showing posts with label Surat Utang. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

Traksaksi Surat Utang Indonesia Menurun

Financeroll – Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 41,92% pada perdagangan Rabu kemaren. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Kamis ini, volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp12,18 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp20,97 triliun.


Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,64 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu. Obligasi seri FR0070 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,27 triliun.


Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0071 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,2 triliun. Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0069 dengan volume transaksi Rp1,69 triliun.



Traksaksi Surat Utang Indonesia Menurun

Sunday, November 23, 2014

Alibaba Group Holding Raih US$8 Miliar Dari Penerbitan Surat Utang

Financeroll – Alibaba Group Holding Ltd. meraup US$8 miliar dari penerbitan surat utangnya setelah investor mengajukan penawaran nyaris US$57 miliar.


“Dari penawaran premium yang kami lihat tidak ada penawaran dari perusahaan China,” kata Dorian Garay, manajer pendanaan untuk utang global investment-grade di ING Investment Management Co.


Tawaran obligasi dari Alibaba menambah deretan surat utang korporasi di dunia yang sudah menghasilkan total nilai penerbitan US$3,8 triliun dengan laju melampaui US$4 triliun pertama kalinya.


Perusahaan di China, Hangzhou, yang meraup hasil penerbitan saham perdana (initial public offering/ IPO) senilai US$25 miliar pada September 2014 akan menggunakan dana tersebut untuk refinancing beberapa perjanjian kredit.


Penjualan surat utang Alibaba senilai US$8 miliar melampui penerbitan surat utang Bank of China Ltd. bulan lalu senilai US$6,5 miliar. Penerbitan surat utang Alibaba ini menjadi penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS terbesar di kalangan perusahaan di Asia.


Alibaba dipimpin oleh miliarder Jack Ma. Marketplace utamanya mencakup Taobao yang menghubungkan penjual dan pembeli serta Tmall.com yang menghubungkan pengecer dan konsumen.


Morgan Stanley, Citigroup Inc., Deutsche Bank AG, dan JPMorgan Chase & Co. bertindak sebagai penjual surat utang Alibaba. Standard & Poor mengganjar surat utang itu di peringkat A+ atau peringkat kelimat tertinggi investment-grade. Adapun, Moody’s Investors Service memberinya peringkat A1.



Alibaba Group Holding Raih US$8 Miliar Dari Penerbitan Surat Utang

Friday, November 14, 2014

PT Wijaya Karya Memangkas Surat Utang 40%

Financeroll – Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. memangkas penerbitan surat utang 40% menjadi hanya Rp600 miliar.


Wijaya Karya menerbitkan MTN dengan nilai Rp600 miliar. Perseroan memangkas penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) dari target awal senilai Rp1 triliun.


Gusrinaldi Akhyar, Depository Service Division Head PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, mengumumkan dalam surat tertulis nomor PENG-248/KSEI.3.JKU/ISIN/112014, tentang penerbitan MTN I Wijaya Karya Tahun 2014.


Disebutkan MTN dengan denominasi rupiah tersebut dicatatkan pada 7 November 2014. MTN dengan tingkat suku bunga tetap tersebut akan dibayarkan setiap 3 bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 7 Februari 2015.


Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo belum lama ini menyebutkan rencana penerbitan MTN sebesar Rp1 triliun untuk modal kerja.


Emiten berkode saham WIKA itu mengalokasikan dana MTN tersebut untuk tambahan modal membiyai proyek-proyek akhir tahun selain dari kas internal. Untuk pemanfaatan proyek-proyek sendiri.



PT Wijaya Karya Memangkas Surat Utang 40%