Showing posts with label perusahaan perkebunan. Show all posts
Showing posts with label perusahaan perkebunan. Show all posts

Monday, December 22, 2014

PT Sawit Sumbermas Sarana Incar Laba Bersih Rp 735 Miliar

Financeroll – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. mengincar perolehan laba bersih sebesar Rp735 miliar pada 2015.


Harry M. Nadir, Direktur Keuangan Sawit Sumbermas Sarana, mengatakan target tersebut meningkat 16,4% dibandingkan laba bersih sepanjang tahun ini.


Dengan targetkan net income tahun depan Rp735 miliar, naik 16,4% dari perolehan tahun ini.


Tercatat, hingga kuartal III/2014, SSMS membukukan laba bersih Rp477,6 miliar, melonjak 39,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp341,4 miliar. Penjualan bersih tercatat mencapai Rp1,5 triliun, naik 25% dari sebelumnya RP1,2 triliun.


Bila dihitung setelah proses pembelian dua perusahaan sawit, manajemen SSMS memerkirakan perolehan laba bersih dapat tumbuh sekitar 20%-25% dibandingkan perolehan tahun ini.


Untuk meraih target tersebut, SSMS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar US$30 juta. Dana yang berasal dari kas internal itu rencananya akan digunakan untuk penanaman tanpa ada rencana ekspansi pembangunan pabrik kelapa sawit baru.


Dengan mengontrol penanaman, target sekitar 5.000 Ha ditambah akuisisi 3.000 Ha per tahun, sehingga tahun pertama dianggarkan US$30 juta untuk belanja modal.



PT Sawit Sumbermas Sarana Incar Laba Bersih Rp 735 Miliar

Thursday, December 4, 2014

BW Plantation Akan Menjadi Perusahaan Perkebuan Terbesar Ketiga di Tanah Air

Financeroll – Setelah dikuasai oleh orang terkaya ke-8 di Indonesia versi majalah Forbes, Peter Sondakh, PT BW Plantation Tbk. yang kini berubah nama menjadi PT Eagle High Plantation Tbk. menjadi perusahaan perkebunan terbesar ketiga di Tanah Air.


Kelik Irwanto, Direktur sekaligus Corporate Secretary BWPT, mengungkapkan pasca-akuisisi, perseroan menargetkan akan menjadi perusahaan perkebunan listing dengan pemilik lahan tertanam terbesar kedua di Tanah Air.


Cadangan lahan yang dimiliki BWPT saat ini 94.000 hektare akan menjadi lebih dari 400.000 Ha setelah proses akuisisi. Potensi pertumbuhan anorganik yang ditempuh BWPT ini diklaim membuat perusahaan menjadi kian kuat.


Proses akuisisi ini membuat posisi BWPT melesat ke urutan ketiga perusahaan listing dengan kapasitas kebun tertanam terbesar di Indonesia. BWPT menggeser PT PP London Sumatra Plantation Tbk. (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP).


Kalau melihat sekarang, dengan menggeser perusahaan berkapasitas tertanam 200.000 Ha, nanti ditargetkan akan ada pertumbuhan 10.000-15.000 Ha/tahun.


Tahun depan, BWPT menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan lahan tertanam dan pembangunan 4 unit pabrik kelapa sawit.


Perseroan menargetkan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun depan dapat mencapai 350.000 ton dari perkiraan produksi gabungan tahun lalu 300.000 ton. Sedangkan penambahan lahan tertanam akan bertambah 10.000 Ha serta kapasitas produksi pabrik akan bertambah menjadi 385 ton/jam.


Saat ini, aset BWPT mencapai Rp6,7 triliun dan akan meningkat menjadi Rp20 triliun setelah akuisisi. Hingga September 2014, produksi tandan buah segar (TBS) Green Eagle mencapai 524.534 ton dengan produksi CPO 127.165 ton.


Adapun produksi TBS BWPT per September mencapai 487.774 ton dan 111.827 ton untuk produksi CPO. Peningkatan masing-masing di atas 20% pada tahun depan karena umur rata-rata pohon semakin tinggi dari saat ini 7,6 tahun.


Analis PT DBS Vickers Securities Ben Santoso menilai akuisisi yang dilakukan oleh BWPT dapat mendongkrak kinerja perseroan di masa depan.


Kendati demikian, dinilai BWPT mengakuisisi perusahaan yang jauh lebih besar dari kapitalisasi pasarnya sendiri. Perusahaan yang dia beli pasti ada utang juga, tapi BWPT juga masih punya produksi, jadi tidak akan bergantung dari Green Eagle.



BW Plantation Akan Menjadi Perusahaan Perkebuan Terbesar Ketiga di Tanah Air

Wednesday, November 5, 2014

PT London Sumatra Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp698,6 Miliar

Financeroll – PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. berhasil membukukan perolehan laba bersih pada kuartal III/2014 sebesar Rp698,6 miliar.


Direktur Utama LSIP dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, menyebutkan perolehan laba bersih tersebut mengalami peningkatan 57,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp442,88 miliar.


Pendapatan yang dibukukan oleh LSIP tercatat melonjak menjadi Rp3,5 triliun dari sebelumnya Rp2,8 triliun. Laba kotor tercatat meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari sebelumnya Rp735,9 miliar.


Perseroan mencatat perolehan laba periode berjalan mengalami peningkatan menjadi Rp698,63 miliar dari sebelumnya Rp442,1 miliar.


Total aset yang dibukukan LSIP per 30 September 2014 mencapai Rp8,47 triliun, naik dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp7,97 triliun.



PT London Sumatra Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp698,6 Miliar

Tuesday, November 4, 2014

PT Salim Ivomas Pratama Bukukan Laba Bersih 225,67 Persen

Financeroll – Perusahaan perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. membukukan laba bersih yang meroket 225,67% pada kuartal III/2014.


Direktur Utama SIMP Mark Julian Wakeford mengumumkan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, bahwa perolehan laba bersih mencapai Rp557,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp171,1 miliar.


Emiten Group Salim itu membukukan penjualan sebesar Rp10,77 triliun per 30 September 2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp9,53 triliun. Laba kotor tercatat mencapai Rp2,86 triliun dari sebelumnya Rp1,79 triliun.


Laba usaha tercatat melonjak menjadi Rp1,61 triliun dibandingkan sebelumnya Rp916 miliar. Laba periode berjalan SIMP tercatat melonjak menjadi Rp763,3 miliar dari sebelumnya Rp183,7 miliar.


Total aset per 30 September 2014 mengalami peningkatan menjadi Rp30,49 triliun dari sebelumnya Rp28,06 triliun per 31 Desember 2014.



PT Salim Ivomas Pratama Bukukan Laba Bersih 225,67 Persen