Showing posts with label emiten saham psab. Show all posts
Showing posts with label emiten saham psab. Show all posts

Monday, December 29, 2014

Pergerakan Saham PT J Resources Asia Pasifik Bukan Rekayasa

Financeroll – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menegaskan penguatan harga saham perusahaan pertambangan emas itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan rekayasa, tetapi murni mekanisme pasar.


Kenaikan harga saham PSAB itu karena mekanisme pasar, bukan kebijakan selaku manajemen perseroan. Hal tersebut hanya mengupayakan agar bisnis perseroan dapat berjalan lancar dan berkinerja baik dari waktu ke waktu.


Diakui banyak pihak meragukan fundamental emiten berkode PSAB ini, terutama menyangkut harga sahamnya yang terus menguat di tengah penurunan harga emas.


Sepanjang Januari—November 2014, perseroan telah memproduksi emas lebih dari 205.000 troy ounce, melebihi target produksi 2014 yang ditetapkan pada awal tahun ini sebanyak 200.000 troy ounce.


Produksi emas ini berasal dari empat tambang emas milik perseroan di Seruyung, Kalimantan Utara, Bakan dan Lanut di Sulawesi Utara, serta satu tambang di Penjom, Malaysia.


Peningkatan produksi emas yang signifikan ini dikontribusikan oleh dua smelter yang telah dioperasikan di Bakan sejak Desember 2013 dan Seruyung sejak Januari 2014 lalu.


Bila dibandingkan dengan produksi emas pada 2013 lalu sebanyak 66.957 troy ounce, pencapaian sepanjang Januari—November ini lonjakan pertumbuhan 300%.


Saham PSAB pada hari Senin (29/12/2014) dibuka di level 570, menguat 1,79% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis (24/12/2014) pada level 560. Bahkan, saham PSAB pernah bertengger di level 590 pada 8 Desember 2014.


Sejak dipublikasikannya lonjakan volume produksi emas yang signifikan itu, banyak pihak yang tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang dikelola ini. Umumnya mereka berupaya menghubungi pemegang saham pendiri perusahaan yang juga merupakan pemegang saham mayoritas.


Kendati demikian, para pihak tersebut mengalami kesulitan untuk berinvestasi atau menjadi pemegang saham perseroan karena pihak pemegang saham mayoritas enggan melepaskan kepemilikannya di PT J Resources Asia Pasifik Tbk.


Karena itu, saham-saham sebanyak 391.749.414 lembar saham yang ditransaksikan oleh investor publik di BEI menjadi target incaran mereka sehingga kondisi itu memicu kenaikan harga saham PSAB di pasar modal Indonesia.


Selain mekanisme pasar, PSAB dapat membukukan keuntungan US$14,87 juta per September 2014 karena manajemen memiliki kebijakan terkait efisiensi dalam hal penambangan.


Perseroan menggunakan teknologi tinggi agar biaya operasional dan penambangan bisa dikurangi semaksimal mungkin, sehingga tetap memperoleh keuntungan kendati menjual emas dengan harga terendah.



Pergerakan Saham PT J Resources Asia Pasifik Bukan Rekayasa

Saturday, December 13, 2014

PT J Resources Menganggarkan Belanja Modal Hanya US$20 Juta

Financeroll – PT J Resources Tbk. (PSAB) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2015 hanya US$20 juta, kendati realisasi belanja modal pada tahun ini sudah menyentuh angka US$60 juta.


Direktur J Resources Edi Permadi mengatakan anggaran capex tahun depan hanya akan digunakan untuk melakukan perawatan mesin-mesin produksi, pembelian mesin, dan membuat fasilitas baru. Untuk membiayai belanja modal tersebut, PSAB akan mengandalkan kombinasi kas internal dan pinjaman perbankan. Namun, Edi enggan menyampaikan detail komposisi sumber pendanaan tersebut.


Sementara itu, kinerja PSAB sepanjang Januari-September tahun ini cukup mengesankan. Pendapatan perseroan melonjak 210,41% dari sebelumnya US$65,22 juta menjadi US$202,45 juta. Kenaikan ini membuat bottomline perseroan positif dengan mencetak laba bersih sebanyak US$12,14 juta setelah menangguk rugi bersih US$31,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Peningkatan ini terutama didukung oleh penambahan satu pelanggan, Metalor Technologies Singapore Pte.Ltd. yang menyumbang pendapatan sebanyak US$145,98 juta atau 72% dari total pendapatan PSAB. Sementara itu, sebanyak US$56,47 juta sisanya merupakan hasil penjualan terhadap Perth Mint Australia.



PT J Resources Menganggarkan Belanja Modal Hanya US$20 Juta