Showing posts with label emiten saham jsmr. Show all posts
Showing posts with label emiten saham jsmr. Show all posts

Tuesday, December 9, 2014

Tidak Ditariknya Dividen Membuat PT Jasa Marga Semakin Gencar Ekspansi

Financeroll – Pengelola jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. senang dengan rencana pemerintah yang tidak akan menarik setoran bagi hasil atau dividen dari perusahaan kontraktor BUMN.


Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Reynaldi Hermansjah mengatakan rencana tidak ditariknya dividen oleh pemerintah dapat membuat emiten badan usaha milik negara (BUMN) gencar melakukan ekspansi.


Dengan dapat dimaksimalkan besarnya laba ditahan, dapat meningkatkan potensi ekspansi yang semakin besar.


Tahun buku 2013, emiten berkode saham JSMR tersebut membagikan dividen sebesar Rp520 miliar atau Rp78,6 per saham. Rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio sebesar 40% dari laba bersih Rp1,3 triliun.


Perseroan hanya mengalokasikan Rp25 miliar atau 1,87% dari laba bersih untuk cadangan wajib, dan 59,13% untuk saldo usaha. Hingga kuartal III/2014, JSMR membukukan pendapatan mencapai Rp5,23 triliun, naik 17% dari periode yang sama tahun lalu Rp4,47 triliun.



Tidak Ditariknya Dividen Membuat PT Jasa Marga Semakin Gencar Ekspansi

Friday, November 21, 2014

PT Jasa Merga Akan Tambah Belanja Modal Rp2 Triliun

Financeroll – Perusahaan pengelola jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan menambah belanja modal tahun depan senilai Rp2 triliun seiring dengan rencana realisasi proyek tol 1.000 Kilometer.


Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan perseroan akan menambah belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar Rp2 triliun menjadi Rp6 triliun.


Hal tersebut dilakukan untuk menyambut target pembangunan proyek tol 1.000 Km yang ingin diwujudkan pemerintah.


Salah satu bagian Tol Trans Sumatra yang akan dikerjakan oleh JSMR mulai awal 2015 adalah ruas tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi. Pada ruas tersebut, JSMR menggenggam saham 55% dari total investasi.


“Kami harapkan awal 2015 sudah mulai pengerjaan tanah. Kalau sekarang pemerintah sedang mengerjakan ruas bagian Medan-Kuala Namu,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN.


Kepemilikan saham di proyek tersebut oleh tiga BUMN lain masing-masing 15% yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.


Jalan tol ini direncanakan memiliki panjang 61,8 kilometer yang akan dibagi dalam dua seksi yakni Seksi I sepanjang 17,80 kilometer yang meliputi Medan – Perbarakan – Kuala Namu dan Seksi II dengan panjang 44 kilometer yang akan menghubungkan Perbarakan – Bukit Tinggi.


Jasa Marga membangun sekitar 43 Km dari total proyek. Diperkirakan total investasi mencapai Rp6 triliun, dengan dana JSMR mencapai Rp4 triliun yang berasal dari kas internal sebanyak 30% dan pinjaman perbankan 70%.


Diperkirakan pengerjaan proyek tersebut akan berlangsung selama 2 tahun dengan empat ruas. Jasa Marga akan meraih konsesi selama 40 tahun. Diperkirakan potensi pengguna jalur bebas hambatan di ruas tersebut mencapai 18.000-20.000 kendaraan per hari.


“Kami harapkan awal 2015 sudah mulai pengerjaan tanah. Kalau sekarang pemerintah sedang mengerjakan ruas bagian Medan-Kuala Namu,” jelasnya.



PT Jasa Merga Akan Tambah Belanja Modal Rp2 Triliun

PT Jasa Marga Incar Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer

Financeroll – Pengelola jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengincar proyek pembangunan jalan tol yang digagas Presiden Joko Widodo sepanjang 1.000 kilometer selama 5 tahun ke depan.


Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menegaskan kesiapan perseroan atas gagasan presiden yang ingin membangun 12 ruas tol baru selama periode pemerintahan hingga 2019. Jasa Marga juga siap untuk mengikuti tender untuk konstruksi megaproyek di seluruh Indonesia tersebut.


Kalau melihat pengarahan dari presiden untuk jalan tol harus bisa dioperasikan sepanjang 1.000 Km, berarti peluang kami besar sekali.


Pemerintah menargetkan 25 ruas tol yang akan dioperasikan hingga 5 tahun ke depan termasuk jaringan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatra, dan sejumlah ruas di Sulawesi dan Kalimantan.


Seluruh ruas yang akan dioperasikan mencapai 1.380 Km dengan target optimistis mencapai 1.000 Km secara bertahap. Pada 2015, ditargetkan dapat terbangun ruas tol sepanjang 180,91 Km, pada 2016 sepanjang 177,59 Km, pada 2017 sepanjang 158,63 Km, pada 2018 sepanjang 288,38 Km, serta pada 2019 sepanjang 194,38 Km.


Dari 1.000 Km tersebut, sepanjang 800 Km diperkirakan akan terealisasi di Tol Trans Jawa, sepanjang 300 Km akan terealisasi di Tol Trans Sumatra, dan sisanya masing-masing di Balikpapan-Samarinda 100 Km serta Manado-Bitung sepanjang 40 Km.


Optimistis jika pembebasan tanah dapat segera dilakukan, keinginan pemerintah untuk membangun 1.000 Km dapat segera terwujud. Ruas-ruas tol tersebut dinilai paling layak secara finansial maupun ekonomis.


Jasa Marga harus fight buat tender, dan harus siap menang.



PT Jasa Marga Incar Pembangunan Jalan Tol 1.000 Kilometer

Monday, November 17, 2014

PT Jasa Marga Meningcar Aset Rp45 Triliun

Financeroll – Operator jalan tol pelat merah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membidik peningkatan aset hingga mencapai RP45 triliun pada 2018.


Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah, mengatakan perseroan optimistis dapat melipatgandakan aset dari total saat ini sekitar Rp20 triliun.


Seperti membangun Jasa Marga lain pada 3-5 tahun mendatang. Investasi 9 ruas secara paralel.


Emiten berkode saham JSMR itu membangun 9 ruas tol di Tanah Air dengan investasi sekitar Rp25 triliun. Ditargetkan 9 proyek tol tersebut akan selesai semua pada 2017-2018.


Pembangunan 9 ruas tol itu dilakukan secara paralel. Sebelumnya, JSMR membangun jalan tol secara serial sehingga sedikit lebih lama untuk melipat gandakan aset perseroan.


Kalau yang lain quantum leap, dan Jasa Marga tidak pakai itu. Tapi benar-benar definisi quantum leap benar-benar dilakukan.



PT Jasa Marga Meningcar Aset Rp45 Triliun

PT Jasa Marga Keberatan Ikut Bangun 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta

Financeroll – Operator jalan tol milik pemerintah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. tidak mau ikut dalam pembangunan 6 ruas tol dalam kota Jakarta.


Direktur Keuangan Jasa Marga mengatakan pembangunan 6 ruas tol dalam kota dinilai terlalu mahal dari sisi pendanaan.


Investasinya Rp45 triliun, bayangkan 30% dari ekuitas itu lebih dari Rp12 triliun.


Bila dibuat perusahaan konsorsium untuk membangun 6 ruas tol tersebut, masih terlalu besar kebutuhan dananya. Bila dikeroyok oleh 10 perusahaan saja, minimal modal investasi mencapai lebih dari Rp1 triliun.


Dibandingkan dengan membangun 6 ruas tol tersebut, manajemen JSMR lebih memilih untuk menyelesaikan proyek 9 ruas tol yang tengah dibangun perseroan.



PT Jasa Marga Keberatan Ikut Bangun 6 Ruas Tol Dalam Kota Jakarta