Showing posts with label sudirman said. Show all posts
Showing posts with label sudirman said. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Harga Semen Juga Diturunkan Rp3.000 Per Zak

Financeroll – Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan harga semen produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sebesar Rp3.000 per zak menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak. Apa alasan pengumuman langsung ini oleh Presiden.


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menjelaskan bahwa dirinya telah melaporkan secara langsung rencana penurunan harga semen kepada Presiden.


Presiden Jokowi memang mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Rini bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said juga turut dalam konferensi pers tersebut.


“Kata presiden sekalian dikasih tahu kepada publik, Menteri BUMN yang memberi tahu, tetapi mungkin beliau lupa,” ungkapnya.


Dia mengaku telah melaporkan ada dua hal yang bisa diturunkan harganya, yakni LPG 12 Kg dan semen. LPG dapat diturunkan Rp5.000 dari sebelumnya Rp134.000 menjadi Rp129.000 per tabung.


Kemudian, harga semen juga diturunkan Rp3.000 menjadi Rp51.000-Rp53.000 per zak di konsumen. Sebelumnya, harga semen eceran berada pada kisaran Rp54.000-Rp56.000 per zak.



Harga Semen Juga Diturunkan Rp3.000 Per Zak

Saturday, December 27, 2014

RPP Pengelolaan Minyak dan Gas Aceh Hampir Tuntas

Financeroll – Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan proses penyelesaian penerbitan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Minyak dan Gas Aceh sudah mendekati final.


Proses menyelesaikan RPP Migas itu sudah mendekati final dan mudah-mudahan segera tuntas.


Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Ssudirman Said saat menjadi pembicara kunci pada seminar migas Aceh yang juga diikuti ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala dan pelaku usaha bidang migas.


Sudirman Said menjelaskan, di tingkat teknis yang merupakan tugas Kementerian ESDM sudah selesai, namun di level kebijakan terkait RPP migas tersebut ada di Kemenko Ekonomi.


“Tadi pagi saya menelpon Pak Sofyan Djalil (Menko Ekonomi) untuk memastikan sudah dimana dokumen RPP migas itu, Mudah-mudah dalam waktu dekat dengan Presiden sudah bisa ditandatangani,” kata Sudirman.


Sementara itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah pihaknya merasa senang karena masalah RPP migas tersebut sudah mendekati final.


“Alhamdulillah, masalah RPP migas ini hanya tinggal ketuk palu. Perdebatan antara Aceh dan Jakarta sudah selesai. Kita tinggal menunggu momentum pengesahannya,” katanya.


Gubernur menjelaskan, masalah pengelolaan migas menjadi penting dibahas karena hal tersebut berkaitan dengan amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).


Dalam UUPA, Zaini menjelaskan bahwa salah satu bagian penting dalam sistem bagi hasil sumber daya alam antara Pusat dan daerahah (Aceh). “Begitu pentingnya sehingga masalah migas perlu dibahas dalam satu peraturan sendiri sebagai turunan UUPA,” katanya.


Selama ini, Gubernur menjelaskan setiap tahun Aceh mendapat kompensasi dari sistem bagi hasil migas, tapi tidak pernah tahu berapa banyak sebenarnya hasil migas yang tereksploitasi dari perut bumi provinsi ini.



RPP Pengelolaan Minyak dan Gas Aceh Hampir Tuntas