Showing posts with label Bank BRI. Show all posts
Showing posts with label Bank BRI. Show all posts

Tuesday, January 6, 2015

Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Financeroll – Otoritas Jasa Keuangan menilai bank milik pemerintah layak untuk menjadi Qualified Asean Bank (QAB), bank yang bisa mendapat kelonggaran untuk ekspansi ke Malaysia.


Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Nelson Tambubolon mengatakan izin ekspansi akan dipermudah karena OJK dan Bank Indonesia telah menandatangani perjanjian bilateral dengan Bank Negara Malaysia (BNM).


Dengan ABIF, pintu-pintu negara lain lebih mudah dimasuki.


Sebagaimana diketahui, Asean Banking Integration Framework (ABIF) merupakan kerangka kerja untuk integrasi keuangan di Asean yang bersifat multilateral dan direncanakan terealisasi pada 2020.


Namun, Indonesia dan Malaysia sebagai motor utama penyusunan ABIF sepakat mempercepat integrasi keuangan antar dua negara seiring pertumbuhan ekonomi yang makin pesat.


Bank pemerintah yang layak menjadi QAB antara lain Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia.



Bank yang Layak Ekspansi ke Malaysiah Adalah Bank Mandiri, BNI dan BRI

Saturday, January 3, 2015

PT Bank Rakyat Indonesia Tunjuk Asmawi Syam Sebagai Plt Direktur Utama

Financeroll – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. akhirnya menunjuk Asmawi Syam sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama perseroan.


Asmawi, pria kelahiran Makassar ini menempati posisi yang sebelumnya dijabat Sofyan Basir yang hengkang ke PLN menjadi direktur utama di BUMN tersebut.


Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan melalui website Bursa Efek Indonesia, Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan dewan komisaris BRI telah menunjuk Asmawi Syam sebagai Plt Direktur Utama BRI.


Berlaku efektif terhitung mulai 2 Januari 2015 sampai dengan ditetapkannya direktur utama definitif oleh rapat umum pemegang saham.


Asmawi sebelumnya menjabat Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN BRI sejak 5 September 2007. Dia memulai karir perbankan di BRI sejak 1980 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial antara lain Kepala Divisi Bisnis Umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung, dan Pemimpin Wilayah BRI Denpasar.


Saat dihubungi, Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni menyambut baik penunjukan tersebut. Dia optimistis kinerja BRI tahun ini tidak akan terganggu meskipun belum memiliki direktur utama definitif.


Hingga kuartal III/2014 bank pelat merah itu berhasil mengumpulkan laba bersih Rp18,12 triliun, naik 19% dibandingkan periode yang sama 2013 yang hanya mencapai Rp15,23 triliun. Tahun lalu BRI membukukan laba bersih Rp21,16 triliun naik 14,2% dibandingkan 2012. BRI menargetkan perolehan laba bersih sepanjang 2014 mencapai Rp24 triliun.



PT Bank Rakyat Indonesia Tunjuk Asmawi Syam Sebagai Plt Direktur Utama

Monday, December 8, 2014

PT Bank Rakyat Indonesia Menerbitkan Sertifikat Deposito Rp 955 Miliar

Financeroll – Emiten perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menerbitkan sertifikat deposito jangka pendek dengan total nominal Rp955 miliar.


Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KESI), disebutkan sertifikat deposito (negotiable certificate of depocite/NCD) terbagi dalam dua seri masing-masing seri A senilai Rp790 miliar dan seri B Rp165 miliar.


NCD seri A memiliki suku bunga 8,6% dengan tanggal jatuh tempo pada 2 Juni 2015. Sedangkan seri B memiliki suku bunga 8% dan akan jatuh tempo pada 2 Maret 2015.


BRI sebelumnya menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai total Rp720 miliar dalam tiga seri. MTN tersebut baru 37% dari rencana awal perseroan senilai Rp2 triliun.


Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni menegaskan MTN dengan total Rp720 miliar tersebut merupakan bagian dari rencana penerbitan MTN hingga akhir tahun Rp2 triliun.


Bank BUMN itu juga mengaku telah mendapat utang valas sekitar US$370 juta dari sejumlah bank asing. Fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk membayar utang valas perseroan yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.


Penerbitan MTN dapat dilakukan secara bertahap, hingga 2 tahun mendatang. Kondisi investor yang terbatas membuat BRI memutuskan untuk menawarkan MTN tersebut secara tertutup.


Bagi bank pelat merah itu, terpenting adalah pricing dari MTN yang diterbitkan. Dengan menilai, jumlah penerbitan MTN yang hanya Rp720 miliar berdasarkan pertimbangan itu.


BRI mematok tingkat bunga antara lain sebesar 8,75% untuk jangka waktu 1 tahun, 9,25% untuk jangka waktu 2 tahun, dan 9,5% untuk jangka waktu 3 tahun.


Investor yang bersedia membeli surat utang BRI tersebut tercatat dari dalam negeri. Sisanya nanti dilihat lagi, tidak harus tahun ini karena waktunya bisa 2 tahun. Catatan pricing diharapkan jangan terlalu tinggi.



PT Bank Rakyat Indonesia Menerbitkan Sertifikat Deposito Rp 955 Miliar