Showing posts with label RUPS-LB. Show all posts
Showing posts with label RUPS-LB. Show all posts

Friday, December 5, 2014

PT Bank Internasional Indonesia Lakukan Rights Issue Senilai Rp1,5 Triliun

Financeroll – PT Bank Internasional Indonesia Tbk, segera melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) senilai Rp1,5 triliun setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujuinya pada 28 November 2014.


Dalam aksi Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII), BII menawarkan 6,77 miliar lembar saham baru denga rasio satu saham baru Seri D bagi setiap pemegang sembilan lembar saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham BII pada 10 Desember 2014 pukul 16.00 WIB, dengan nominal Rp22,50 dan harga penawaran Rp221 per saham.


Maybank Offshore Corporate Services (Labuan) Sdn.Bhd. (MOCS) dan Sorak Financial Holding Pte.Ltd, yang keduanya dimiliki Maybank, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan masing-masing hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). PT Maybank Kim Eng Securities akan bertindak selaku pembeli siaga dalam PUT VII tersebut.


Hasil aksi korporasi itu akan meningkatkan rasio kecukupan modal BII dari posisi 14,17% per September 2014 menjadi 15,55% (bank only)


Presiden Direktur BII Taswin Zakarian mengatakan aksi itu akan memberikan modal tambahan untuk mempercepat pertumbuhan aset secara berkelanjutan dan memperkuat modal perseroan.


Dengan gembira para pemegang saham memiliki komitmen bagi pertumbuhan jangka panjang BII dengan melaksanakan HMETD.


BII juga telah menerbitkan negotiable certificate deposit (NCD) yang terdiri dari Seri A senilai Rp100 miliar dengan jangka waktu 6 bulan dan suku bunga 9,125% per tahun, dan Seri B senilai Rp580 miliar dengan jangka waktu 370 hari dan suku bunga 9,6% per tahun.


Penerbitan NCD telah membantu mengoptimalkan profil pendanaan bank.



PT Bank Internasional Indonesia Lakukan Rights Issue Senilai Rp1,5 Triliun

Tuesday, November 25, 2014

Penggabungan Jumlah Saham PT Sierad Produce Tertunda Karena Tidak Kuorum

Financeroll – Rencana PT Sierad Produce Tbk. untuk merampungkan aksi reverse stock atau penggabungan jumlah saham tertunda.


Pasalnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa gagal terlaksana setelah tidak memenuhi kuorum.


Eko Putro Sandjojo, Wakil Direktur Sierad Produce, mengatakan pemegang saham yang datang hanya mencapi 50,8% sehingga tidak memenuhi kuorum yang minimal 67%.


Perseroan akan menunda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) itu dalam waktu yang belum ditentukan.


Emiten pakan ternak berkode SIPD itu berencana melakukan reverse stock dengan porsi 10:1.


Alasan dilakukannya kebijakan itu karena harga saham SIPD saat ini sangat rendah. Jadi, pergerakannya sangat sedikit dan menjadi kurang likuid.


Bayangkan pergerakan saham yang membutuhkan kenaikan 2% agar bergerak, jadi dengan penggabungan saham 10:1 maka saham bisa bergerak lebih.


Dengan melakukan reverse stock 10:1 maka saham SIPD bisa mencapai level 500.


Pada pembukaan perdagangan hari ini saham SIPD bergerak stagnan di level Rp53 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp497,72 miliar dan P/E Ratio 435,83 kali.


Aksi reverse stock ini menjadi langkah strategis perseroan untuk terus meningkatkan harga saham ke depannya.


Tapi, konsistensi pergerakan ke depannya juga disesuaikan dengan kinerja perseroan juga.


PT Matahari Department Store Tbk. pernah melakukan reverse stock dan sahamnya terus melonjak. Sedangkan, PT Smartfren Telecom Tbk. juga melakukan hal serupa, tapi tetap saja harga sahamnya kembali anjlok.



Penggabungan Jumlah Saham PT Sierad Produce Tertunda Karena Tidak Kuorum