Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercita-cita untuk menjadikan Bank DKI sebagai bank terbaik di Indonesia.
Ahok (panggilan akrab Basuki) mengatakan dirinya tidak ingin bank milik pemerintah provinsi DKI tersebut kalah dengan bank-bank besar, terutama yang dimiliki pihak swasta.
“Saya enggak mau Bank DKI jadi yang terbaik di Jakarta, saya maunya jadi yang terbaik di seluruh Indonesia. Masak kita kalah sama bank swasta?” ucapnya di Balai Kota.
Untuk mendorong Bank DKI agar dapat meningkatkan usahanya, Pemprov DKI telah menyiapkan suntikan modal pada Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi pertimbangan dewan untuk mengesahkan RAPBD 2015 sebesar Rp1,5 triliun.
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menargetkan Bank DKI dapat naik status menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV pada 2016 dengan modal inti di atas Rp30 triliun.
Saat ini, Bank DKI merupakan Bank BUKU II dengan modal inti sekitar Rp4 triliun. Untuk jangka menengah, Ahok ingin agar Bank DKI mendukung kebijakan Pemprov DKI dalam menerapkan less cash society dan smart city di Ibu Kota.
“Saya minta Bank DKI ngasih smart card untuk pedagang kaki lima (PKL) dan penghuni rusun biar pada bayar retribusi secara online. Dengan begitu, PKL terdata dan rusun enggak dijual-jualin lagi.
Sampai saat ini, saham Bank DKI dimiliki oleh Pemprov DKI sebesar 99,97% dan 0,03% oleh PD Pasar Jaya.
Basuki Tjahaja Prunama Akan Jadikan Bank DKI Terbaik di Indonesia
No comments:
Post a Comment