Showing posts with label Gubernur DKI. Show all posts
Showing posts with label Gubernur DKI. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Basuki Minta PLN Hentikan Aliran Listrik ke Rumah Liar

Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama meminta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menghentikan pasokan listrik ke rumah-rumah ilegal dan kawasan pertokoan bawah jembatan.


Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Balai Kota, Jakarta.


Ahok berharap dengan penghentian aliran listrik tersebut akan mematikan eksistensi permukiman tanpa izin pendirian bangunan.


Kita juga minta di tanah-tanah terlarang itu jangan disambung listrik sehingga rumah liar lama-lama mati. Di bawah kolong jembatan bikin toko pakai rolling door, kalau dikasih listrik, bagaimana enggak jadi ramai.


Selain itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan agar galian kabel pada trotoar dapat tertutup sempurna dan rapi.


Menurut Basuki selama ini kontraktor PLN tidak melakukan penutupan yang baik bahkan pekerjanya meninggalkan galian begitu saja.


“Kita enggak ingin lagi galian kabel bongkar trotoar kita, terus kontraktor PLN seenaknya, ada lubang terus tukangnya pergi,” ujarnya.



Basuki Minta PLN Hentikan Aliran Listrik ke Rumah Liar

Friday, January 2, 2015

Basuki Tjahaja Prunama Akan Jadikan Bank DKI Terbaik di Indonesia

Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bercita-cita untuk menjadikan Bank DKI sebagai bank terbaik di Indonesia.


Ahok (panggilan akrab Basuki) mengatakan dirinya tidak ingin bank milik pemerintah provinsi DKI tersebut kalah dengan bank-bank besar, terutama yang dimiliki pihak swasta.


“Saya enggak mau Bank DKI jadi yang terbaik di Jakarta, saya maunya jadi yang terbaik di seluruh Indonesia. Masak kita kalah sama bank swasta?” ucapnya di Balai Kota.


Untuk mendorong Bank DKI agar dapat meningkatkan usahanya, Pemprov DKI telah menyiapkan suntikan modal pada Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi pertimbangan dewan untuk mengesahkan RAPBD 2015 sebesar Rp1,5 triliun.


Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menargetkan Bank DKI dapat naik status menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV pada 2016 dengan modal inti di atas Rp30 triliun.


Saat ini, Bank DKI merupakan Bank BUKU II dengan modal inti sekitar Rp4 triliun. Untuk jangka menengah, Ahok ingin agar Bank DKI mendukung kebijakan Pemprov DKI dalam menerapkan less cash society dan smart city di Ibu Kota.


“Saya minta Bank DKI ngasih smart card untuk pedagang kaki lima (PKL) dan penghuni rusun biar pada bayar retribusi secara online. Dengan begitu, PKL terdata dan rusun enggak dijual-jualin lagi.


Sampai saat ini, saham Bank DKI dimiliki oleh Pemprov DKI sebesar 99,97% dan 0,03% oleh PD Pasar Jaya.



Basuki Tjahaja Prunama Akan Jadikan Bank DKI Terbaik di Indonesia