Showing posts with label Perusahaan Listrik Negara. Show all posts
Showing posts with label Perusahaan Listrik Negara. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

Basuki Minta PLN Hentikan Aliran Listrik ke Rumah Liar

Financeroll – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama meminta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menghentikan pasokan listrik ke rumah-rumah ilegal dan kawasan pertokoan bawah jembatan.


Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Balai Kota, Jakarta.


Ahok berharap dengan penghentian aliran listrik tersebut akan mematikan eksistensi permukiman tanpa izin pendirian bangunan.


Kita juga minta di tanah-tanah terlarang itu jangan disambung listrik sehingga rumah liar lama-lama mati. Di bawah kolong jembatan bikin toko pakai rolling door, kalau dikasih listrik, bagaimana enggak jadi ramai.


Selain itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini menginginkan agar galian kabel pada trotoar dapat tertutup sempurna dan rapi.


Menurut Basuki selama ini kontraktor PLN tidak melakukan penutupan yang baik bahkan pekerjanya meninggalkan galian begitu saja.


“Kita enggak ingin lagi galian kabel bongkar trotoar kita, terus kontraktor PLN seenaknya, ada lubang terus tukangnya pergi,” ujarnya.



Basuki Minta PLN Hentikan Aliran Listrik ke Rumah Liar

Sunday, January 11, 2015

PT Atlas Resources Memasok 429.000 Ton Batu Bara Dari Hanson Energy

Financeroll – PT Atlas Resources Tbk. (ARII) melalui anak usahanya PT Hanson Energy, akan memasok 429.000 ton batu bara per tahun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).


Lidwina S. Nugraha, Direktur dan Corporate Secretary ARII, mengatakan anak usaha perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli batu bara peringkat rendah (low rank coal/LRC) PLTU 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu dengan PT PLN pada 22 Desember 2014.


Berdasarkan perjanjian, HE akan memasok LRC kepada PT PLN sebanyak 349.000 ton per tahun.


PLN berhak menambah atau mengurangi jumlah LRC yang wajib diserahkan oleh HE hingga maksimum 20% dari total pasokan bulanan atau tahunan.


Perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 20 tahun atau HE telah memenuhi kewajiban penyerahan batu bara sesuai dengan jumlah yang dipersyaratkan untuk jangka waktu 20 tahun.



PT Atlas Resources Memasok 429.000 Ton Batu Bara Dari Hanson Energy