Showing posts with label Batu bara. Show all posts
Showing posts with label Batu bara. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

PT Atlas Resources Memasok 429.000 Ton Batu Bara Dari Hanson Energy

Financeroll – PT Atlas Resources Tbk. (ARII) melalui anak usahanya PT Hanson Energy, akan memasok 429.000 ton batu bara per tahun kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).


Lidwina S. Nugraha, Direktur dan Corporate Secretary ARII, mengatakan anak usaha perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli batu bara peringkat rendah (low rank coal/LRC) PLTU 2 Jawa Barat Pelabuhan Ratu dengan PT PLN pada 22 Desember 2014.


Berdasarkan perjanjian, HE akan memasok LRC kepada PT PLN sebanyak 349.000 ton per tahun.


PLN berhak menambah atau mengurangi jumlah LRC yang wajib diserahkan oleh HE hingga maksimum 20% dari total pasokan bulanan atau tahunan.


Perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 20 tahun atau HE telah memenuhi kewajiban penyerahan batu bara sesuai dengan jumlah yang dipersyaratkan untuk jangka waktu 20 tahun.



PT Atlas Resources Memasok 429.000 Ton Batu Bara Dari Hanson Energy

Tuesday, January 6, 2015

Pekerja Tambang Batu Bara India Memulai Pemogokan Terbesarnya

Financeroll – Pemogokan pekerja tambang batu bara di India menutup beberapa tambang dan mengganggu pasokan. Serikat bersumpah akan melakukan pemogokan terbesar dalam empat dekade untuk menghentikan rencana Perdana Menteri Narendra Modi untuk mengakhiri monopoli negara dalam industri ini.


Serikat pekerja disebut-sebut akan melakukan pemogokan selama lima hari mulai kemarin. Ratusan anggota serikat protes di luar kantor Kolkata Coal India, mereka mengecam rencana privatisasi. Sebuah pertemuan antara para pemimpin serikat pekerja dan pemerintah kemarin berakhir dan hasilnya tampaknya tidak meyakinkan.


Dari 100 pembangkit listrik yang berjalan dengan bahan utama batubara lokal, 42 diantaranya memiliki persediaan kurang dari tujuh hari per 1 Januari lalu, demikian menurut Central Authority Listrik pelayanan listrik.


Pemerintah Modi pada bulan Oktober menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mencakup ketentuan untuk memungkinkan pemerintah mengakhiri monopoli pemerintah pada pertambangan dan penjualan batubara. Sementara analis menganggap langkah ini penting untuk meningkatkan produksi batubara, sementara itu serikat pekerja mengatakan itu dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan.



Pekerja Tambang Batu Bara India Memulai Pemogokan Terbesarnya

Wednesday, December 17, 2014

Serikat Pekerja Tambang Batu Bara India Siap Mogok

Financeroll – Lima serikat terkemuka, termasuk yang didukung oleh partai penguasa Bharatiya Janata Party, akan akan memulai pemogokan dari 6 Januari – 10 Januari, ucap SQ Zama, sekretaris jenderal di Federasi penambang nasional India, kemarin melalui telepon dari kota timur India Ranchi, dimana para serikat penambang bertemu.


Pemogokan akan memprotes dan menagih pada parlemen agar memungkinkan pemerintah untuk membuka kembali industri batubara atas perusahaan swasta, termasuk unit-unit lokal dari penambang asing, kata Zama. Federasi Serikat Penambang Nasional adalah unit oposisi terhadap Partai Kongres yang didukung Indian National Trade Union Congress. Penghentian pekerjaan sehari-hari akan menyebabkan kerugian produksi sekitar 1,3 juta metrik ton, senilai sekitar 2 miliar rupee ($ 31.400.000).


“Keputusan kami adalah bagian dari aksi perusahaan,” kata Zama. “Semua serikat bersatu dalam perjuangan ini.”


Serikat buruh mengajukan permintaan 10-titik di Coal Federal Anil Swarup. Tuntutan termasuk menghentikan langkah privatisasi pertambangan dan menolak peningkatan pemanfaatan tenaga pekerja secara tak normal.


Pemerintah akan melanjutkan “gerakan aktif” pada penjualan saham Coal India awal tahun depan, demikian Menteri Tenaga Piyush Goyal mengatakan kepada saluran berita CNBC TV18 dalam sebuah wawancara yang disiarkan pekan lalu. Rencananya adalah untuk meningkatkan 157,4 miliar rupee dari penjualan.


Pada minggu yang sama, tuntutan untuk membawa penambang swasta ke pertambangan batubara komersial berhasil memenangkan persetujuan majelis rendah di parlemen. Sekarang membutuhkan dukungan dari majelis tinggi, di mana BJP adalah minoritas.


Partai beraliran kiri yang didukung Pusat Serikat Buruh India tidak ikut pertemuan kemarin, tetapi kemudian mengatakan akan mendukung pemogokan lima hari tersebut.



Serikat Pekerja Tambang Batu Bara India Siap Mogok

Thursday, December 11, 2014

Harga Acuan Batu Bara Akan Turun

Financeroll – Harga patokan batubara berkemungkinan akan mencapai titik terendahnya dalam enam tahun terakhir, yakni pada awal 2015 lalu, memperpanjang rally penurunan untuk bahan pembuatan baja yang telah membuat industri batubara babak belur, demikian menurut perusahaan riset.


“Ini menjadi semakin jelas bahwa harga $ 117 telah hadir untuk kuartal Januari sampai Maret,” kata Ted O’Brien, CEO Doyle dari perusahaan Konsultan LLC, salah satu sumber terkemuka untuk data harga industri batubara. Harga untuk kuartal saat ini adalah $ 119 per metrik ton.


Harga patokan triwulanan, yang secara tradisional telah ditetapkan oleh produsen batubara Australia dan pabrik baja Jepang, telah jatuh sebesar $ 330 per metrik ton pada tahun 2011 lalu di tengah perlambatan pertumbuhan di China dan berlimpahnya pasokan global untuk komoditas ini. Ini telah memaksa lebih dari 20 juta metrik ton pemotongan produksi dari produsen seperti Walter Energy Inc (WLT) dan Alpha Natural Resources Inc.



Harga Acuan Batu Bara Akan Turun

Monday, November 17, 2014

PT Toba Bara Produksi 6,4 Juta Ton

Financeroll – PT Toba Bara Sejahtra Tbk, emiten yang bergerak di pertambangan batu bara, telah memproduksi 6,4 juta ton per September atau 82%-88% dari target produksi sepanjang 2014 yang sebesar 7,2 juta ton-7,8 juta ton.


Jumlah tersebut 39,1% lebih besar dari volume produksi pada periode yang sama setahun lalu, yang sekitar 4,6 juta ton. Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Toba Bara Sejahtra (TOBA) mengatakan volume penjualan naik 38,6% dari 4,4 juta ton menjadi 6,1 juta ton.


Per September, telah menjual 90%-95% dengan menggunakan kontrak fixed price. Penjualan terutama dilakukan ke Cina, Taiwan, Korea Selatan, dan India.


Hingga kuartal III/2014, perseroan membukukan penjualan sebesar US$389,7 juta atau melonjak 31% dari setahun sebelumnya. EBITDA juga terkerek naik 44,1% ke posisi US$57,8 juta.


Di sisi laba tahun berjalan, TOBA meraup US$30,9 juta per September. Angka ini meroket 60,1% secara tahunan.


TOBA memiliki empat anak usaha, di mana tiga di antaranya bergerak di pertambangan batu bara yang seluruhnya berada di Kalimantan. Sementara, satu perusahaan lainnya mengelola perkebunan kelapa sawit.



PT Toba Bara Produksi 6,4 Juta Ton

Thursday, October 23, 2014

Bisnis Batu Bara Melesu Berdampak Pada Pertumbuhan KPR

Financeroll – Lesunya bisnis batu bara di Kalimantan Timur rupanya juga berdampak pada angka pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR).


Hal ini terbukti dari turunnya rata-rata angka pertumbuhan KPR yang semula mencapai 20% pada 2012, kini hanya mencapai 10%.


Area Manager Kalimantan CIMB Niaga mengatakan, meskipun rata-rata angka pertumbuhan se-Kalimantan hanya mencapai 10%, pihaknya tetap optimistis KPR CIMB Niaga tetap dapat bertumbuh dengan baik.


Setiap bulannya masih punya penyaluran Rp20-25 miliar untuk kredit pemilikan rumah.


Pertumbuhan KPR CIMB Niaga di Kalimantan secara year on year mencapai 13%. Pada Juni 2013, tercatat capaian dana yang disalurkan untuk KPR adalah Rp360 miliar, sementara pada Juni 2014, dana penyaluran KPR telah mencapai Rp423 miliar.


Karena tren penurunan pertumbuhan KPR ini lah, CIMB Niaga memudahkan nasabahnya dalam pengangsuran KPR dengan produk KPR X-tra Manfaat dan KPR Transparan. Selain itu, CIMB Niaga juga melakukan pameran properti di Balikpapan guna menarik nasabah.


Optimistis pertumbuhan KPR CIMB Niaga akan tetap berkembang pada tahun berikutnya. Kalimantan Timur memiliki gambaran nasabah potensial yang berasal dari golongan pegawai profesional perusahaan minyak dan gas.


Tahun depan ini menarik, karena adanya pemerintahan baru. Tentunya ada harapan positif mengenai capaian pada 2015, dengan mencanangkan pertumbuhan KPR sampai 12-15% year on year.



Bisnis Batu Bara Melesu Berdampak Pada Pertumbuhan KPR