Showing posts with label Asia Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Asia Tenggara. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

Indonesia Sepakati Integrasi Perbankan di Wilayah ASEAN

Financeroll – Indonesia telah menyepakati integrasi perbankan di wilayah Asia Tenggara dengan menandatangani pedoman Asean Banking Integration Framework (ABIF).


Pedoman ABIF merupakan pintu masuk bagi proses integrasi industri perbankan di Asean. Ketika ABIF telah disepakati secara multilateral oleh seluruh anggota Asean, maka tahap selanjutnya adalah mendorong terjadinya kesepakatan secara bilateral antara dua negara yang hendak bekerja sama.


Dalam pembahasan pedoman ABIF, Indonesia diwakili oleh Bank Indonesia yang bersama Bank Negara Malaysia ditunjuk sebagai pemimpin. Pada pelaksanaannya, Bank Indonesia bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas dan pengatur industri perbankan.


Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menilai kesepakatan yang telah diambil dalam ABIF merupakan pintu masuk menuju integrasi perbankan di wilayah Asean.


Dengan terus mengeksplorasi peluang kerja sama dengan negara-negara yang tergabung dalam kesepakatan ini.


Tujuan utama kesepakatan ABIF adalah menyediakan akses pasar dan keleluasaan beroperasi di negara-negara Asean bagi bank-bank yang memenuhi kualifikasi sebagai Qualified Asean Bank (QAB).


Adapun, di antara persyaratan bank untuk menjadi kandidat QAB adalah bank-bank asli yang didirikan oleh negara-negara anggota Asean, memiliki permodalan kuat, berdaya tahan tinggi, dikelola dengan baik, serta memenuhi aspek kehati-hatian sesuai standar internasional yang berlaku.



Indonesia Sepakati Integrasi Perbankan di Wilayah ASEAN

Wednesday, December 31, 2014

BI Anggap Integrasi Industri Keuangan ASEAN Perlu di Percepat

Financeroll – Bank Indonesia (BI) menilai integrasi industri keuangan di Asia Tenggara perlu dipercepat untuk menggarap potensi ekonomi yang tumbuh pesat di kawasan ini.


Agus Martowardojo, Gubernur BI, menjelaskan pertumbuhan ekonomi sepuluh negara Asean diprediksi mencapai 5,6% dalam empat tahun mendatang dan akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Asia setelah China dan Jepang.


“Perdagangan intra Asean di 2000 hanya US$166 miliar dan sekarang naik menadi 3,5 kali lipat,” ujarnya dalam acara penandatanganan kerjasama bilateral antara Bank Indonesia dengan Bank Negara Malaysia di Jakarta.


Selain itu, Agus menyebut arus modal asing antarkawasan Asia Tenggara meningkat 17,5 kali lipat menjadi US$21,3 miliar dalam 13 tahun terakhir.


Kendati demikian, kegiatan ekonomi yang pesat belum diimbangi dengan integrasi keuangan di kawasan ini sehingga integrasi dirasa perlu dipercepat.


Sedianya, integrasi industri keuangan dijadwalkan berlangsung pada 2020 dan saat ini panduan Kerangka Kerja Integrasi Perbankan Asean atau Asean Banking Integration Framework (ABIF) yang bersifat multilateral telah disepakati negara anggota.


Agus mengatakan, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menyepakati perjanjian bilateral dengan BNM sebagai turunan dari panduan ABIF yang telah disepakati sebelumnya.


Perjanjian ini akan memudahkan akses pasar dan operasional yang lebih luwes bagi bank asal Indonesia yang akan berekspansi ke Malaysia.



BI Anggap Integrasi Industri Keuangan ASEAN Perlu di Percepat

Sunday, December 28, 2014

Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur

Financeroll – Berbagai jenis produk dari pelaku usaha di Provinsi Kalimantan Timur siap merebut pasar bebas seiring dibelakukannya Masyarakat Ekonomi Asean 2015 dengan potensi pasar sekitar 600 juta penduduk di Asia Tenggara.


Produk Kaltim mulai 2015 akan bersaing untuk mengisi total populasi masyarakat Asean yang mencapai 600 juta jiwa. Sementara penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa dan penduduk Kaltim sekitar 4 juta jiwa.


Keterbukaan pasar bisa menjadi potensi pasar yang besar bagi pelaku usaha besar, kecil, dan sedang di Kaltim guna menjangkau pasar lebih luas, selain menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha karena banyak produk luar negeri yang masuk.


Untuk itu, perlu adanya sinergitas terus menerus antara pusat, provinsi, dan kabupaten maupun kota dalam menghadapi kondisi pasar terbuka. Sinergi diperlukan agar akses pasar lebih terbuka dan pelaku usaha lebih matang menghadapinya.


Provinsi Kaltim tidak ingin mengalami nasib yang sama ketika diberlakukan perjanjian perdagangan bebas antara Asean dengan China (ASEAN-China Free Trade Area) beberapa tahun lalu.


Saat itu, Kaltim bukannya mampu menggenjot ekspor, tetapi justru kebanjiran produk-produk impor dari China, sehingga neraca perdagangan Kaltim menjadi defisit.


Kondisi seperti beberapa tahun lalu tidak akan terjadi apabila pelaku usaha lokal lebih siap, tentunya harus ada pendampingan dari pemerintah dan semua pihak terkait.


Untuk itu diharapkan pihak terkait dan pengusaha di Kaltim sudah harus bergegas menyiapkan diri menjelang era pasar bebas tersebut.



Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur

Thursday, November 20, 2014

Industri Karet Negara di Asia Tenggara Sepakat Mengurangi Ekspor

Financeroll – Negara-negara produsen utama karet alam sepakat mengurangi ekspor tahun depan, demi mengurangi suplai yang tertimbun dan mendorong harga komoditas itu di pasar.


Negara produsen itu adalah Thailand, Indonesia, dan Malaysia, yang menyumbang 70% pasokan karet di pasar global.


Douglas Uggah Embas, Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, pasca pertemuan dengan berbagai asosiasi internasional untuk perdagangan karet mengatakan pengurangan ini akan memastikan tidak ada suplai berlebih di pasar global.


Akan dicari cara dalam menangani suplai berlebih dan sepakat bahwa tidak akan mengekspor lebih dari permintaan yang ada.


Kementerian juga setuju untuk membentuk pasar regional karet dalam 18 bulan mendatang dan meningkatkan pemanfaatan komoditas itu di pasar domestik sebesar 10% tiap tahun.


Sementara itu, Yium Tavarolit, CEO International Rubber Consortium Ltd, menambahkan para stake holder karet tersebut belum menentukan jumlah pemotongan ekspor maupun lokasi pasar regional nantinya.


Harga karet dari Tokyo ke Thailand dan Singapura telah pulih setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari lima tahun pada Oktober 2014 setelah kelompok produsen berjanji untuk menahan diri dari menjual di bawah US$1,5/kg.


Asosiasi yang mewakili pejabat pemerintah, petani dan eksportir, memotong pengiriman sebanyak 300.000 ton dalam enam bulan sampai Maret tahun 2013.



Industri Karet Negara di Asia Tenggara Sepakat Mengurangi Ekspor