Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan Timur. Show all posts

Sunday, December 28, 2014

Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur

Financeroll – Berbagai jenis produk dari pelaku usaha di Provinsi Kalimantan Timur siap merebut pasar bebas seiring dibelakukannya Masyarakat Ekonomi Asean 2015 dengan potensi pasar sekitar 600 juta penduduk di Asia Tenggara.


Produk Kaltim mulai 2015 akan bersaing untuk mengisi total populasi masyarakat Asean yang mencapai 600 juta jiwa. Sementara penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa dan penduduk Kaltim sekitar 4 juta jiwa.


Keterbukaan pasar bisa menjadi potensi pasar yang besar bagi pelaku usaha besar, kecil, dan sedang di Kaltim guna menjangkau pasar lebih luas, selain menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha karena banyak produk luar negeri yang masuk.


Untuk itu, perlu adanya sinergitas terus menerus antara pusat, provinsi, dan kabupaten maupun kota dalam menghadapi kondisi pasar terbuka. Sinergi diperlukan agar akses pasar lebih terbuka dan pelaku usaha lebih matang menghadapinya.


Provinsi Kaltim tidak ingin mengalami nasib yang sama ketika diberlakukan perjanjian perdagangan bebas antara Asean dengan China (ASEAN-China Free Trade Area) beberapa tahun lalu.


Saat itu, Kaltim bukannya mampu menggenjot ekspor, tetapi justru kebanjiran produk-produk impor dari China, sehingga neraca perdagangan Kaltim menjadi defisit.


Kondisi seperti beberapa tahun lalu tidak akan terjadi apabila pelaku usaha lokal lebih siap, tentunya harus ada pendampingan dari pemerintah dan semua pihak terkait.


Untuk itu diharapkan pihak terkait dan pengusaha di Kaltim sudah harus bergegas menyiapkan diri menjelang era pasar bebas tersebut.



Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur

Sunday, December 14, 2014

Penguasaan Bahasa Menjadi Kendala Tenaga Kerja Kalimantan Timur Hadapi MEA 2015

Financeroll – Penguasaan bahasa dianggap sebagai kendala utama bagi para tenaga kerja di seluruh Kalimantan Timur dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015.


Komite Tetap Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Kadin Kaltim Sumarji mengatakan penguasaan bahasa yang tidak mumpuni menyebabkan komunikasi yang tidak baik.


Untuk kompetensi skill-nya menurut saya mereka mampu, kendala dari kawan-kawan pekerja ini dari sisi bahasa.


Selain kendala bahasa, Sumarji mengatakan tenaga kerja di Kaltim juga belum dibekali sertifikasi kompetensi tenaga kerja. Disebutkan hanya tenaga kerja di perusahaan minyak dan gas yang telah memenuhi standar kompetensi secara internasional.


Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk menyusun regulasi bagi pengusaha yang mengatur kewajiban pengurusan sertifikasi kompetensi tenaga kerjanya.


Regulasi semacam itu memang harus dibuat. Agar pengusaha terdorong untuk mengurus sertifikasi pekerjanya.



Penguasaan Bahasa Menjadi Kendala Tenaga Kerja Kalimantan Timur Hadapi MEA 2015

Monday, December 1, 2014

PT Wijaya Karya Beton Investasi Rp250 Miliar Untuk Bangun Pabrik di Kaltim

Financeroll – PT Wijaya Karya Beton Tbk. berencana membangun pabrik beton pracetak di Kalimantan Timur dengan investasi mencapai Rp250 miliar pada tahun depan.


Sekretaris Perusahaan WTON Puji Haryadi mengatakan pembangunan pabrik baru tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 ton/tahun. Kemudian, kapasitas akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan beton precast di Kawasan Indonesia Timur.


Awal tahun masih penataan lahan dulu, untuk pematangan lahan sekitar Rp125 miliar.


Emiten berkode saham WTON tersebut telah meraup kontrak baru sebesar Rp2,22 triliun dengan carry over sebesar Rp1,6 triliun. Ditargetkan sepanjang tahun ini perseroan meraih kontrak baru Rp3,01 triliun.


Hingga saat ini, WTON telah memiliki 8 pabrik precast dan 2 anak usaha. Tahun depan, ditargetkan dua pabrik precast akan mulai berporduksi sehingga kapasitas dapat meningkat dari saat ini 2,2 juta ton/tahun.



PT Wijaya Karya Beton Investasi Rp250 Miliar Untuk Bangun Pabrik di Kaltim

Friday, November 28, 2014

Kalimantan Timur Hanya Mampu Hadapi MEA Dalam Jangka Pendek

Financeroll – Kalimantan Timur dinilai hanya siap menghadapi masyarakat ekonomi Asean dalam jangka waktu pendek karena masih bergantung pada bahan ekstraktif.


Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno mengatakan ?industri Kaltim perlu untuk menciptakan nilai tambah produk bagi bahan ekstraktif.


Kalau tidak punya nilai lebih di sumber daya alam itu dan tidak ada sumber daya terbarukan, Kaltim akan ketinggalan dalam jangka panjang.


Industri di sektor migas dan batu bara yang paling siap dalam menghadapi MEA dibandingkan dengan sektor industri lain di Kalimantan Timur.


Sektor industri lain seperti ekspor kayu dan UMKM, dinilai belum siap untuk menghadapi MEA. Ada produksi makanan hasil laut, tapi jadi pemain nasional saja belum.


Saat ini, sektor migas dan batu bara memang masih menjadi penggerak utama roda perekonomian di Kalimantan Timur.


Investasi yang berdatangan saat MEA berlangsung juga masih akan terfokus pada sektor tersebut.


Kurang memadainya infrastruktur bagi industri yang ada di Kalimantan Timur membuat investasi yang berdatangan hanya berkutat pada sektor industri pengolahan sumber daya alam.


Pemerintah punya kewajiban untuk memperbaiki infrastruktur. Tidak pada tempatnya kalau investor itu menyediakan semua kebutuhannya sendiri.



Kalimantan Timur Hanya Mampu Hadapi MEA Dalam Jangka Pendek