Showing posts with label pasar Asean. Show all posts
Showing posts with label pasar Asean. Show all posts

Monday, January 12, 2015

Asosiasi Pengusaha Kakao Pesimis Berdaya Saing di Pasar ASEAN

Financeroll – Asosiasi Pengusaha Industri Kakao dan Cokelat Indonesia atau APIKCI pesimistis industri kakao mampu berdaya saing saat pasar bebas Asean.


Ketua APIKCI Sony Satari beralasan saat ini industri kakao di Indonesia lebih banyak didominasi kepemilikan asing.


Sementara mayoritas industri kakao dalam negeri masih berkapasitas kecil sehingga pesimistis mampu bersaing dengan industri besar karena kepemilikan modal yang terbatas.


Yang kecil sudah sulit untuk bersaing terutama dalam permodalan. Sedangkan yang besar datang dari luar negeri dengan modal yang lebih besar. Bisa dibayangkan jika industri asing itu menguasai pasar dalam negeri.


Kendati demikian, pihaknya menaruh harapan besar jika langkah rehabilitasi perkebunan kakao pun berimbas pada kesejahteraan petani.


Bisa dibayangkan kalau kita meningkatkan produktivitas kakao hanya untuk memasok biji ke industri besar. Namun, jika untuk kesejahteraan petani itu tidak apa-apa.


Sementara itu, Asosiasi Petani Kakao Indonesia (APKAI) Jawa Barat meminta pemerintah secara intensif menerapkan sistem sambung samping dalam program peremajaan kakao guna meningkatkan produktivitas kakao.


Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu dan Pemasaran Biji Kakao.


Penasihat APKAI Jabar Iyus Supriatna mengatakan keunggulan sistem sambung samping yakni lebih cepat berbuah dibanding peremajaan tanaman.


Bahkan, biaya dan tenaga yang akan dikeluarkan akan jauh lebih murah dibandingkan bila melakukan replanting.


Petani hanya membutuhkan waktu paling lama 1 hingga 1,5 tahun untuk memanen kakao.


Jika pemerintah melakukan peremajaan dengan melakukan replanting atau penanaman kembali tanaman maka petani bisa memanen dalam jangka waktu lima tahun.


Saat ini produktivitas kakao di kawasan itu hanya menghasilkan 500 kuintal kakao per hektare.


Namun, jika diterapkan sistem sambung samping produktivitas kakao bisa mencapai 1 hingga 1,5 ton per ha.


Diyakini kakao akan banyak diserap pasar internasional. Bahkan komoditas kakao dalam negeri yang saat ini peringkat ketiga di dunia bisa naik ke posisi kedua mengalahkan Ghana dan Afrika Selatan.



Asosiasi Pengusaha Kakao Pesimis Berdaya Saing di Pasar ASEAN

Sunday, December 28, 2014

Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur

Financeroll – Berbagai jenis produk dari pelaku usaha di Provinsi Kalimantan Timur siap merebut pasar bebas seiring dibelakukannya Masyarakat Ekonomi Asean 2015 dengan potensi pasar sekitar 600 juta penduduk di Asia Tenggara.


Produk Kaltim mulai 2015 akan bersaing untuk mengisi total populasi masyarakat Asean yang mencapai 600 juta jiwa. Sementara penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa dan penduduk Kaltim sekitar 4 juta jiwa.


Keterbukaan pasar bisa menjadi potensi pasar yang besar bagi pelaku usaha besar, kecil, dan sedang di Kaltim guna menjangkau pasar lebih luas, selain menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha karena banyak produk luar negeri yang masuk.


Untuk itu, perlu adanya sinergitas terus menerus antara pusat, provinsi, dan kabupaten maupun kota dalam menghadapi kondisi pasar terbuka. Sinergi diperlukan agar akses pasar lebih terbuka dan pelaku usaha lebih matang menghadapinya.


Provinsi Kaltim tidak ingin mengalami nasib yang sama ketika diberlakukan perjanjian perdagangan bebas antara Asean dengan China (ASEAN-China Free Trade Area) beberapa tahun lalu.


Saat itu, Kaltim bukannya mampu menggenjot ekspor, tetapi justru kebanjiran produk-produk impor dari China, sehingga neraca perdagangan Kaltim menjadi defisit.


Kondisi seperti beberapa tahun lalu tidak akan terjadi apabila pelaku usaha lokal lebih siap, tentunya harus ada pendampingan dari pemerintah dan semua pihak terkait.


Untuk itu diharapkan pihak terkait dan pengusaha di Kaltim sudah harus bergegas menyiapkan diri menjelang era pasar bebas tersebut.



Pasar Asean Siap Dimanfaatkan Provinsi Kalimantan Timur