Showing posts with label Bank CIMB Niaga. Show all posts
Showing posts with label Bank CIMB Niaga. Show all posts

Sunday, January 18, 2015

PT Bank CIMB Niaga Menggelar Promo Untuk Raih Nasabah Cilik

Financeroll – Mengawali 2015, PT Bank CIMB Niaga Tbk gencar menggelar promo untuk meningkatkan perolehan dana dari nasabah cilik perseroan.


Adapun perseroan menggelar program Festival Fantasi Junior di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 80 nasabah cilik Bank CIMB Niaga yang mencatatkan rerata saldo tabungan harian tertinggi, bebas belanja mainan gratis selama 5 menit.


Head of Preferred, Private, & Wealth Management & Consumer Liabilities Business Bank CIMB Niaga Budiman Tanjung mengatakan hingga akhir tahun lalu, perseroan telah mencatatkan 425.000 nasabah cilik. Untuk menggenjot jumlah nasabah.


Dan pada Sabtu pekan ini (24/1/2015), pihaknya akan kembali menggelar Festival Fantasi Junior di Jakarta bagi nasabah cilik perseroan. “Dengan program ini diharapkan anak-anak terus menabung di Tabungan Junior untuk mendapatkan kesempatan menang berikutnya,” ujar Budiman dalam siaran persnya.


Adapun, untuk nasabah cilik, Bank CIMB Niaga menawarkan dua produk yaitu Tabungan Junior dan Tabungan iB Junior. Selain menawarkan promo Festival Fantasi Junior, emiten berkode saham BNGA ini juga menggunakan sistem poin untuk menggenjot penambahan dana.


Budiman menjelaskan Tabungan Junior memberikan Poin junior yang dapat diperoleh jika nasabah rajin menabung dan menggunakan kartu debit tabungan cilik ini. Nantinya, poin yang terkumpul bisa ditukar dengan tiket nonton, mainan, serta voucher belanja.



PT Bank CIMB Niaga Menggelar Promo Untuk Raih Nasabah Cilik

Sunday, November 23, 2014

Bank-Bank Besar Akan Mengincar Sektor Infrastruktur

Financeroll – Sektor infrastruktur diyakini bakal menjadi salah satu primadona penyaluran kredit oleh bank-bank besar tahun depan.


Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Arwin Rasyid mengatakan rencana pemerintah yang akan menggenjot pembangunan infrastruktur membuka peluang bagi perbankan untuk menaikkan porsi kredit.


Harga BBM bersubsidi naik bukan masalah besar, karena tujuannya untuk penghematan yang akan dialokasikan untuk infrastruktur, bank mengikuti bisnis.


Hal penting yang harus dilakukan perbankan adalah memetakan sektor-sektor potensial guna menyalurkan kredit. Ke depan CIMB Niaga berencana menambah porsi penyaluran kredit di sektor infrastruktur, jasa, kesehatan, dan pendidikan.


Optimistis percepatan pembangunan infrastruktur akan memicu arus investasi dan akan berdampak positif pada kondisi likuiditas perbankan. Target pertumbuhan kredit sebesar 15% dan dana pihak ketiga (DPK) 14% yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2015 masih mampu dipenuhi industri perbankan.


Penaikan BI Rate menjadi 7,75% tidak akan serta merta memicu kenaikan suku bunga perbankan. belum ada rencana menaikan suku bunga baik dana maupun kredit dalam waktu dekat. Kalaupun naik besarannya tidak akan sama. Ini sebenarnya sinyal agar perbankan slow down.


CIMB Niaga mencatat penurunan laba bersih dari Rp3 triliun pada kuartal III/2013 menjadi Rp2,3 triliun pada kuartal III/2014. Pendapatan bunga per September 2014 mencapai Rp14,7 triliun, lebih tinggi ketimbang periode yang sama 2013 yang tercatat Rp12,6 triliun. Meski begitu beban bunga tercatat naik dari Rp5,12 triliun pada kuartal III/2013 menjadi Rp6,96 triliun pada periode yang sama 2014.


Pendapatan operasional non bunga per September 2014 juga lebih sedikit ketimbang periode yang sama 2013. Hingga kuartal III/2014 pendapatan operasional CIMB Niaga tercatat Rp2,51 triliun, sedangkan pada periode yang sama 2013 mencapai Rp2,68 triliun. Beban operasional non bunga per September 2014 juga lebih tinggi ketimbang periode yang sama 2013. Per September 2014 beban operasional non bunga tercatat Rp7 triliun, sedangkan pada September 2013 Rp5,98 triliun.


Tak hanya CIMB Niaga yang masih menahan suku bunga meskipun BI Rate telah naik. PT Bank Central Asia Tbk pun baru berencana menyesuaikan suku bunga tahun depan. Saat ini sedang kaji penurunan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR), mungkin tahun depan secara bertahap, kalau suku bunga kredit lainnya tahun ini akan ditahan dulu.


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga menyatakan bakal mengkaji sektor-sektor potensial penyaluran kredit seiring dinamika ekonomi yang terjadi. Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni sebelumnya mengatakan penyaluran kredit ke sektor infrastruktur cukup menarik. Namun pihaknya juga tetap berupaya memacu kredit di sektor mikro yang selama ini menjadi andalan BRI.


Tidak terlalu khawatir dengan kenaikan non performing loan (NPL) di mikro kalaupun suku bunga dinaikkan karena di segmen ini yang terpenting adalah akses.


Menurut data Statistik Perbankan Indonesia yang dilansir OJK penyaluran kredit oleh bank umum ke sektor listrik, gas, dan air per September 2014 mencapai Rp88 triliun, sedangkan pada September 2013 Rp72,73 triliun. Penyaluran kredit ke sektor konstruksi pada September 2013 tercatat Rp120,4 triliun, sedangkan pada periode yang sama 2014 mencapai Rp142,94 triliun.


Adapun penyaluran kredit ke sektor jasa pendidikan per September 2014 tercatat Rp6,75 triliun dari sebelumnya hanya Rp5 triliun pada September 2013. Penyaluran kredit ke sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga tercatat naik dari Rp9,6 triliun pada September 2013 menjadi Rp11,83 triliun pada periode yang sama 2014.



Bank-Bank Besar Akan Mengincar Sektor Infrastruktur

Tuesday, November 18, 2014

PT BCA dan PT CIMB Niaga Akan Mengembangkan E-Channel

Financeroll – PT Bank Central Asia Tbk dan PT CIMB Niaga Tbk akan melakukan pengembangan e-channel untuk membantu pengembangan pasar modal.


Adapun komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan e-channel untuk fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan Bank BCA dan Bank CIMB Niaga.


Direktur BCA mengatakan dengan kerjasama ini, investor akan lebih mudah melakukan penyelesaian atas transaksi pasar modal secara komprehensif, terintegrasi, dan ringkas.


Investor juga cukup melakukan transaksi pasar modal melalui web bank pembayar.


Saat ini BCA telah mengimplementasikan penyediaan informasil saldo dan mutasi RDN pada KlikBCA Bisnis, sedangkan KlikBCA Individu dan BCA Mobile ditargetkan dapat diimplementasikan pada akhir tahun ini.


Merespons kerja sama tersebut, Bank CIMB Niaga akan melakukan penambahan fitur layanan internet banking CIMB Niaga yaitu CIMB Clicks.


Wakil Direktur CIMB Niaga mengatakan dengan infrastruktur tersebut, diharapkan dapat melengkapi infrastruktur pasar modal Indonesia yang dapat bermanfaat untuk memperluas basis investor.



PT BCA dan PT CIMB Niaga Akan Mengembangkan E-Channel