Showing posts with label tingkat kemiskinan. Show all posts
Showing posts with label tingkat kemiskinan. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Dipicu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tingkat Kemiskinan Berpotensi Naik

Financeroll – Tren melambatnya penurunan jumlah penduduk miskin yang terjadi hingga September 2014 berpotensi berbalik naik awal tahun ini, dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pertengahan November 2014.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan potensi kenaikan itu sudah terlihat dari dampak perubahan upah buruh tani dan upah buruh bangunan per Desember 2014.


Jadi kalau upah buruh tani riil Desember turun itu indikasi penduduk miskin naik di Desember. Sementara itu, upah buruh bangunan nominalnya naik, tapi riilnya juga turun setelah faktor inflasi, akhir pekan lalu.


Dalam rilis terbaru BPS, upah buruh tani pada Desember 2014 secara nominal Rp45.491 per hari atau naik 1,03% dari bulan sebelumnya Rp45.026. Namun, secara riil berada pada posisi Rp37.839 atau turun dari nominal juga turun 1,63% dari posisi upah riil bulan sebelumnya Rp38.466.


Angka tersebut mengindikasikan adanya penambahan jumlah penduduk miskin di tingkat pedesaan karena inflasi di pedesaan 2,72% lebih tinggi dari inflasi perkotaan 2,46% yang berimbas pada penurunan daya beli.


Sementara untuk perkotaan, salah satunya bisa dilihat dari upah buruh bangunan. Secara nominal, rata-rata upah buruh bangunan Desember 2014 Rp77.682 atau naik 0,81% dibanding bulan sebelumnya Rp77.056. Sayangnya, secara riil akibat tergerus inflasi upah buruh bangunan juga turun menjadi Rp65.279, lebih rendah pula dibandingkan November 2014 Rp66.348.


Kepala BPS Suryamin mengimbau agar pemerintah mampu mengendalikan inflasi agar tingkat kemiskinan tahun ini tetap menurun walaupun melambat karena tingkat kemiskinan saat ini sudah masuk kategori inti hard core yang sulit diturunkan secara signifikan.


Untuk Maret 2015 harus hati-hati karena sudah ada efek BBM.


Jumlah penduduk miskin pada September 2014 mencapai 27,73 juta orang atau berkurang 0,55 juta orang dibandingkan Maret 2014. Melihat perkembangan tingkat kemiskinan dari 2009, tren penurunan yang mendominasi.


Namun demikian, berkaca dari pengalaman sebelumnya, akibat kenaikan harga BBM bersubsidi pada Juni 2013, tingkat kemiskinan di Indonesia pun naik. Kondisi ini terlihat pada September 2013, jumlah penduduk miskin 28,60 juta orang atau mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2013 yang hanya 28,17 juta orang.


Skema subsidi tetap awal tahun ini, yang berimplikasi pada penurunan harga BBM akan sedikit membantu dari sisi inflasi namun tidak secara penuh karena harga transportasi dan kebutuhan pokok lainnya yang sudah naik belum tentu ikut turun.


Bantalan sosial dan pengendalian harga itu penting.


Deputi Bidang Statistik Sosial Wynandin Imawan mengungkapkan pemerintah harus mengambil kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban. Walaupun belum menjamin, beberapa kartu yang diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dinilai mampu sedikit menolong dalam jangka panjang jika akumulasi totalnya mampu melebihi tingkat inflasi.


Karena kapasitas tidak mencukupi untuk meningkatkan pendapatan di atas inflasi.


Penduduk miskin Indonesia saat ini, mayoritas berumur lebih dari 49 tahun dengan pendidikan SD ke bawah. Mayoritas dari mereka berprofesi sebagai petani gurem yang dalam perkembangannya menghadapi penyempitan lahan.


Selain itu akses penduduk miskin ke permodalan juga masih sangat rendah. Kondisi inilah yang secara tidak langsung menghambat keluarnya penduduk miskin dari garis kemiskinan.


Apalagi, garis kemiskinan selama periode Maret 2014-September 2014 naik 3,17%, yakni dari Rp302.735 per kapita per bulan pada Maret 2014 menjadi Rp312.328 per kapita per bulan pada September 2014. Dengan naiknya garis kemiskinan, potensi kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pun ikut besar.



Dipicu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tingkat Kemiskinan Berpotensi Naik

Saturday, January 3, 2015

Tingkat Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 10,96%

Financeroll – Tingkat kemiskinan Indonesia dalam setahun terakhir turun menjadi 10,96% atau 27,73 juta orang, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2014. Pada periode sama tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin mencapai 28,6 juta orang atau 11,46%.


Kepala BPS Suryamin menegaskan penurunan itu terjadi sebelum pemerintah menaikkan harga BBM pada November 2014.


BPS pun mencatat penurunan tersebut terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, kemiskinan berkurang dari 10,68 juta orang (8,55%) menjadi 10,36 juta orang (8,16%).


Di perdesaan, kemiskinan turun dari 17,92 juta orang (14,37%) menjadi 17,37 juta orang (13,76%).


Dibandingkan dengan angka Maret 2014, jumlah penduduk miskin pun turun dari 28,28 juta orang (11,25%), antara lain karena inflasi umum pada sepanjang Maret-September tahun ini cenderung rendah, yakni 2,26%.



Tingkat Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 10,96%