Showing posts with label Badan Pusat Statistik. Show all posts
Showing posts with label Badan Pusat Statistik. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

Penurunan Harga BBM Bisa Menurunkan Inflasi

Financeroll – Badan Pusat Statistik (BPS) berharap penurunan harga BBM bersubsidi untuk kedua kalinya tahun bisa turut menurunkan inflasi.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengakui penurunan BBM bersubsidi pada 1 Januari lalu memang tidak efektif menurunkan harga barang-barang lain.


Itu hanya menahan harga-harga yang akan naik, tidak jadi naik. Tapi tidak sampai membuat turun. Harga-harga jadi berhenti naik.


Penaikan BBM bersubsidi pada 18 November 2014 lalu membuat inflasi sepanjang 2014 mencapai 8,36%, lebih tinggi ketimbang target pemerintah yakni 7,2% dan bahkan ramalan BI yakni 7,7%-8,1%.


Ditambah lagi, inflasi Desember 2014 sempat melesat level 2,46% atau secara bulanan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.


Namun optimis penurunan kedua ini akan akan mampu menahan laju inflasi. Sebab, posisi harga premium kembali ke level sebelum subsidi dicabut.


Gejalanya seperti itu, ada penurunan. Kelihatannya bulan ini bagus. Harga turun, inflasi pasti turun.



Penurunan Harga BBM Bisa Menurunkan Inflasi

Saturday, January 3, 2015

Tingkat Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 10,96%

Financeroll – Tingkat kemiskinan Indonesia dalam setahun terakhir turun menjadi 10,96% atau 27,73 juta orang, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2014. Pada periode sama tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin mencapai 28,6 juta orang atau 11,46%.


Kepala BPS Suryamin menegaskan penurunan itu terjadi sebelum pemerintah menaikkan harga BBM pada November 2014.


BPS pun mencatat penurunan tersebut terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, kemiskinan berkurang dari 10,68 juta orang (8,55%) menjadi 10,36 juta orang (8,16%).


Di perdesaan, kemiskinan turun dari 17,92 juta orang (14,37%) menjadi 17,37 juta orang (13,76%).


Dibandingkan dengan angka Maret 2014, jumlah penduduk miskin pun turun dari 28,28 juta orang (11,25%), antara lain karena inflasi umum pada sepanjang Maret-September tahun ini cenderung rendah, yakni 2,26%.



Tingkat Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 10,96%

Friday, January 2, 2015

Inflasi Tahunan Desember Mencapai 8,36%

Financeroll – Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi secara year-on-year Desember 2014 terhadap Desember 2013 menyentuh 8,36%.


Berdasarkan data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok pengeluaran yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan yakni 1,06%, disusul oleh kelompok bahan makanan yang berkontribusi 0,64% terhadap inflasi.


Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bensin, tarif angkutan dalam kota, beras, cabai merah, tarif listrik, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan emas perhiasan.


Pergerakan inflasi bulanan (2014)


























Desember2,46%
November1,5%
Oktober0,47%
September0,27%
Agustus0,47%
Juli0,93%
Juni0,43%
Mei0,16%
April-0,02%
Maret0,08%
Februari0,26%
Januari1,07%

 


Pergerakan inflasi bulanan (2013)
















Desember0,55%
November0,12%
Oktober0,09%
September-0,35%
Agustus1,12%
Juli3,29%
Juni1,03%

Inflasi Tahunan Desember Mencapai 8,36%

Inflasi Desember 2014 Sebesar 2,46%

Financeroll – Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada Desember 2014 sebesar 2,46% dan laju inflasi tahun kalendernya atau periode Januari-Desember 2014 8,36%.


Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan November 2014, dimana terjadi inflasi sebesar 1,5% . Adapun pada Desember 2013 tercatat Indonesia mengalami inflasi 0,55%.


Dari 82 kota IHK, tercatat seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke yakni 4,53% dan terendah terjadi di Meulaboh yakni 1,17%.


Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran.


Rinciannya antara lain, kelompok bahan makanan naik 3,22%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,96%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,45%.


Selanjutnya, kelompok sandang naik 0,64%, kelompok kesehatan 0,74%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,36%, serta transport, komunikasi, dan jasa keuangan 5,55%.



Inflasi Desember 2014 Sebesar 2,46%