Showing posts with label Direktur InHealth Dikdik Yustandi. Show all posts
Showing posts with label Direktur InHealth Dikdik Yustandi. Show all posts

Saturday, January 17, 2015

2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit

Financeroll – Pada 2015, PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia juga merambah bisnis asuransi jiwa kredit. Bahkan, anak usaha Bank Mandiri ini memproyeksikan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat.  Paling tidak ada dua faktor pendorong bisnis asuransi jiwa kredit. Pertama adalah penetrasi asuransi yang masih rendah sehingga menawarkan potensi pasar yang masih besar. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang prospektif, termasuk kegiatan ekonomi masyarakat yang berpotensi meningkatkan kebutuhan kredit.  Demikian disampaikan Direktur InHealth Dikdik Yustandi, Jumat (16/1), di Jakarta.


Menurut Dikdik, peluang untuk memasarkan asuransi yang melekat pada kredit pun terbilang cerah. Dikdik memperkirakan, premi asuransi jiwa kredit InHealth pada tahun lalu bisa menembus Rp 150 miliar.  Porsi asuransi kredit 2015 mungkin hampir mencapai Rp 300 miliar.  InHealth meneken perjanjian kerjasama dengan perbankan tahun lalu. Tahun ini, perseroan berharap kerjasama tersebut sudah terlihat hasilnya dalam menggapai target premi. Memang, sejauh ini InHealth baru menggandeng bank dari sesama grup, yaitu Bank Sinar Harapan Bali.


Meski menargetkan pertumbuhan asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat, kata Dikdi, kontribusi lini bisnis ini hanya naik tipis. Porsi asuransi jiwa kredit terhadap total premi tahun lalu sekitar 10%. Porsi lini bisnis ini kemungkinan hanya naik menjadi 11%.  Porsi asuransi jiwa kredit yang terbilang mini tersebut memang wajar karena InHealth masih memilih untuk berkonsentrasi di bisnis asuransi kesehatan. Fokus kami ke depan akan tetap di produk-produk asuransi healthcare.


Untuk diketahui,  InHealth menargetkan perolehan premi mencapai Rp 2,6 triliun tahun ini. Target premi tersebut meningkat 86% ketimbang proyeksi perolehan premi InHealth hingga tutup tahun 2014.  Optimisme pertumbuhan premi yang tinggi di tahun ini ditopang oleh mulai berlakunya kewajiban dunia usaha untuk mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. [geng]



2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit