Showing posts with label 2015. Show all posts
Showing posts with label 2015. Show all posts

Monday, January 19, 2015

2015, Citifin Multifinance Targetkan Tambahan Dana Rp 500 Miliar

Financeroll - Perusahaan pembiayaan berbasis syariah, PT Citra Tirta Mulia (Citifin Multifinance Syariah) menargetkan  tambahan dana (funding) dari perbankan sebesar Rp 500 miliar tahun ini.  Sampai akhir  2014,  perseroan yang menargetkan penyaluran pembiayaan 2015 sebesar Rp 535 miliar ini memiliki tujuh rekan bank kerja sama terkait pendanaan.


Sementara itu, Corporate Secretary and Treasury Manager Citifin Multifinance Syariah Yulian Ma’mun mengatakan, target pendanaan tersebut berdasarkan kebutuhan untuk menyalurkan pembiayaan roda empat. Pasalnya, kendaraan roda empat bekas (used car) diperkirakan masih potensial untuk dibiayai perusahaan-perusahaan pembiayaan (multifinance) di Indonesia.


Menurut Yulian, kebutuhan dana sebesar Rp 500 miliar, rencananya akan kami peroleh dari modal sendiri dan dari kerja sama linkage dengan perbankan. Selama 2014, fundingperseroan dipenuhi dari tujuh bank yang terdiri dari bank konvensional maupun syariah.  Perseroan berencana menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sekitar Rp 200 miliar. Namun,  tidak bermasalah jika rencana tersebut tidak terlaksana atau tertunda. Sampai saat ini pendanaan Citifin masih cukup baik dengan modal sebesar Rp 100 miliar.


Disampaikan,  beberapa bank yang rekan Citifin Multifinance syariah adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat), PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) Syariah, PT Bank Panin Syariah Tbk (Bank Panin Syariah), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Syariah (BJB Syariah).


Sebagai informasi, Citifin Multifinance Syariah merupakan perusahaan pembiayaan (multifinance) dengan lini usaha mobil berupapassanger car dan komersial dengan akad mudarabah. Serta sedikit portofolio pembiayaan untuk sewa guna usaha (leasing) dengan ijarah muntaria bit tamlik (IMBT). Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan tumbuh 98,88% atau menjadi Rp 535 miliar dibandingkan pencapaian pembiayaan pada Desember tahun lalu yang mencapai Rp 269 miliar.


Saat ini,  nasabah Citifin Multifinance Syariah yang masih aktif   sebanyak 6.900 nasabah. Sampai akhir tahun lalu, perseroan memiliki 23 kantor cabang dan pada tahun 2015 akan menambah 1-2 kantor cabang.  Sampai Desember 2014, laba sebelum pajak (earning before taxes) yang kami bukukan sebesar Rp 5,4 miliar. Sementara aset kami itu sekitar Rp 450-480 miliar.  [geng]


 



2015, Citifin Multifinance Targetkan Tambahan Dana Rp 500 Miliar

Sunday, January 18, 2015

2015, Mandiri Tunas Finance Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh 36,05 %

Financeroll – Perusahaan pembiayaan anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri),  PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan laba setelah pajak (earning after taxes) 2014 sebesar Rp 233,9 miliar. Sedangkan untuk total pembiayaan, tumbuh 26,72% atau menjadi Rp 14,7 triliun dibandingkan realisasi pada periode sama tahun 2013 yang mencapai Rp 11,6 triliun.


Sementara itu,  Sales and Marketing Director MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, target laba bersih perseroan pada tahun lalu sebenarnya sebesar Rp 233 miliar. Untuk itu, perseroan cukup puas dengan pencapain laba bersih 2014 yang bisa lebih di atas target. Tahun ini kami menargetkan laba bersih dapat tumbuh 26,12% atau menjadi Rp 295 miliar dibandingkan periode sama pada 2014 yang mencapai Rp 233,9 miliar.


Untuk diketahui,  realisasi pembiayaan MTF tahun lalu, juga sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu kisaran Rp 14,6-14,7 triliun. Pada 2015, perseroan  menargetkan total penyaluran pembiayaan dapat mencapai Rp 20 triliun atau tumbuh 36,05% dibandingkan target akhir tahun 2014.


Sejalan dengan itu, President Director MTF Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, sejak tahun 2010 perseroan sudah cukup ekspansif dengan menambah 54 kantor cabang sampai akhir 2014 dan saat ini perseroan memiliki 88 kantor cabang. Kantor-kantor cabang tersebut tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).


Menurut Ignatius, hingga  Desember 2014, berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI),  MTF menempati posisi ketiga untuk penjualan mobil. “Tetapi, kalau untuk lini usaha keseluruhan kami berada di urutan kelima menurut data APPI. Pada 2020, Bank Mandiri kan ingin menjadi bank terbaik di wilayah Association of Southeast Asian Nations (Asean) jadi paling tidak kami bisa menjadi top of main di perusahaan multifinance di matadealer, pencari kerja, dan rekan kerja sama.


Disampaikan juga,  pada tahun ini  perseroan  berencana membuka 34 satelit yang berada di kantor-kantor cabang Bank Mandiri.   Satelit itu akan menjadi semacam perpanjangan tangan dari perseroan yang sengaja ditempatkan di kanto Bank Mandiri. Hal itu merupakan salah satu strategi perseroan untuk mendukung rencana pada 2020 dan untuk membantu MTF menggarap bisnis secara maksimal, sehingga target pembiayaan Rp 20 triliun tahun ini dapat tercapai. [geng]



2015, Mandiri Tunas Finance Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh 36,05 %

Saturday, January 17, 2015

2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit

Financeroll – Pada 2015, PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia juga merambah bisnis asuransi jiwa kredit. Bahkan, anak usaha Bank Mandiri ini memproyeksikan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat.  Paling tidak ada dua faktor pendorong bisnis asuransi jiwa kredit. Pertama adalah penetrasi asuransi yang masih rendah sehingga menawarkan potensi pasar yang masih besar. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang prospektif, termasuk kegiatan ekonomi masyarakat yang berpotensi meningkatkan kebutuhan kredit.  Demikian disampaikan Direktur InHealth Dikdik Yustandi, Jumat (16/1), di Jakarta.


Menurut Dikdik, peluang untuk memasarkan asuransi yang melekat pada kredit pun terbilang cerah. Dikdik memperkirakan, premi asuransi jiwa kredit InHealth pada tahun lalu bisa menembus Rp 150 miliar.  Porsi asuransi kredit 2015 mungkin hampir mencapai Rp 300 miliar.  InHealth meneken perjanjian kerjasama dengan perbankan tahun lalu. Tahun ini, perseroan berharap kerjasama tersebut sudah terlihat hasilnya dalam menggapai target premi. Memang, sejauh ini InHealth baru menggandeng bank dari sesama grup, yaitu Bank Sinar Harapan Bali.


Meski menargetkan pertumbuhan asuransi jiwa kredit hingga dua kali lipat, kata Dikdi, kontribusi lini bisnis ini hanya naik tipis. Porsi asuransi jiwa kredit terhadap total premi tahun lalu sekitar 10%. Porsi lini bisnis ini kemungkinan hanya naik menjadi 11%.  Porsi asuransi jiwa kredit yang terbilang mini tersebut memang wajar karena InHealth masih memilih untuk berkonsentrasi di bisnis asuransi kesehatan. Fokus kami ke depan akan tetap di produk-produk asuransi healthcare.


Untuk diketahui,  InHealth menargetkan perolehan premi mencapai Rp 2,6 triliun tahun ini. Target premi tersebut meningkat 86% ketimbang proyeksi perolehan premi InHealth hingga tutup tahun 2014.  Optimisme pertumbuhan premi yang tinggi di tahun ini ditopang oleh mulai berlakunya kewajiban dunia usaha untuk mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. [geng]



2015, InHealth Indonesia Jajaki Asuransi Jiwa Kredit

Thursday, December 11, 2014

2015, Pharos Proyeksikan Penjualan Tumbuh Hingga 16%

Financeroll – Pada tahun 2015 mendatang, perusahaan farmasi PT Phapros Tbk menargetkan penjualan tumbuh 16% pada kisaran Rp 675 miliar, dengan pertumbuhan laba bersih 25%. Anggaran belanja modal 2015 tercatat Rp 151 miliar.  Demikian disampaikan Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12).


Disampaikan juga,  perseroan yang merupakan anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) mencatat pertumbuhan penjualan hingga November 2014 sebesar 17% secara year on year (yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi dari periode kuartal III 2014, 10%.


Sejalan dengan itu, PT Phapros Tbk juga siap mendongkrak kinerja perseoran pada 2015 mendatang.  Perseroan lantas gencar meningkatkan kinerja obat generik dan over the counter (OTC). Termasuk, siap memasarkan Eucarbon Herbal tahun 2015 mendatang. Hadirnya produk yang mampu mengatasi masalah pencernaan tersebut menjadikan Phapros yakin mengusai market share pasar Laxative dalam kisaran 3% hingga 6% sepanjang tahun pertama 2015.  [geng]



2015, Pharos Proyeksikan Penjualan Tumbuh Hingga 16%

Sunday, November 30, 2014

2015, Laba Bersih Electronic City Diperkirakan Melambat

Financeroll - Emiten distributor  perangkat elektronik, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) memperkirakan, laba bersih  emiten tertekan pada tahun depan.  Direktur Commercial and Investor Relations ECII, Fery Wiraatmadja mengatakan, tekanan laba bersumber dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.   Tahun 2015 dengan kenaikan BI rate dan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan berdampak.


Menurut Fery, dampak terbesar bagi kinerja perseroan  pada toko selain Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok. Pada wilayah pengecualian tidak berdampak signifikan.  Akan ada penurunan beban daya beli.  Diperkirakan akan  berdampak pada  pasar  luar Jabodetabek karena sensitif.


Untuk diketahui, laba bersih perseroan  melorot 2,2 persen  pada kuartal III-2014. Penurunan terlihat dari laba bersih kuartal III-2014, Rp 93,5 miliar  dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp 95,6 miliar. [geng]



2015, Laba Bersih Electronic City Diperkirakan Melambat

Thursday, November 27, 2014

2015, PTPP Properti Lakukan IPO

Financeroll – Emiten konstruksi milik negara, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mempunyai beberapa rencana proyek pada 2015 salah satu rencana aksi korporasi strategisnya adalah mengantarkan anak usahanya, PTPP Properti melakukan Initial Public Offering (IPO) alias melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Sementara itu, Bambang Triwibowo Direktur Utama PTPP mengatakan, aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan, antara lain IPO PTPP Properti awal 2015, pendirian pabrik pracetak baru di Lampung, serta penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II, dan beberapa rencana lain.


Menurut Bambang, perseroan melalui anak usahanya yaitu PTPP Properti akan meneruskan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon di Kalimalang, proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya, apartemen Ayoma di Serpong, landed house Payon Amartha di Semarang dan pengembangan bisnis properti ke Australia.  Disamping mengembangkan lahan sendiri, PTPP Properti juga bersinergi dengan BUMN Pertamina membangun apartemen di lahan seluas 4,1 hektar yang berlokasi di Tanjung Duren Jakarta.


Selain itu, kerja sama dengan BUMN lain juga terus dilakukan seperti kerjasama dengan PTPN IX membangun mix used property di lahan seluas 18 hektar di Solo dan sinergi dengan BPJS (PT Jamsostek) membangun gedung perkantoran di lahan seluas 5.000 m 2 di Kuningan Jakarta. [geng]



2015, PTPP Properti Lakukan IPO

Wednesday, November 26, 2014

2015, Enseval Putera Proyeksikan Laba Bersih Tumbuh 15 %

Financeroll  - Emiten  yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan produk farmasi, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT) menargetkan laba bersih pada 2015 mendatang meningkat sebesar 15 persen menjadi Rp 499,43 miliar dibandingkan dengan proyeksi tahun ini Rp 434,29 miliar.


Sementara itu, Direktur Keuangan Enseval Putera Megatrading Tbk Amelia Bharata mengatakan, meningkatnya penjualan itu akan didukung dari penjualan perseroan yang diproyeksikan juga mengalami pertumbuhan.  Perseroan memproyeksikan penjualan pada 2015 sebesar Rp 15,6 triliun atau meningkat sekitar 11,86 persen dibandingkan proyeksi penjualan pada tahun ini Rp 13,95 triliun.


Menurut Amelia, tahun depan target penjualan perseroan  sekitar 11 persen.  Penjualan perseroan akan tetap bertumpu pada prinsipal internal. Dengan demikian, perseroan akan tetap menggantungkan bisnis intinya pada penjualan produk induk usahanya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).  Sampai dengan September 2014 perseroan telah meresmikan penggunaan gudang dan kantor cabang baru di wilayah Bandar Lampung, Tangerang dan Surabaya sebagai salah satu langkah penetrasi pasar.


Disampaikan juga, pada 2015 mendatang  perseroan juga merencanakan untuk memperluas jaringan distribusi dengan membuka empat cabang baru dan 13 kantor penjualan.  Perseroan akan membuka cabang di wilayah Bandung, Bima, Sibolga dan Sorong. Sementara untuk kantor penjualan, di wilayah Subang, Sumedang, Indramayu, Kuningan, MAjalengka, Blora, Klaten, Sukoharjo, Situbondo, Lumajang, Pasuruan, Tulungagung,  dan Sidikalang.  [geng]



2015, Enseval Putera Proyeksikan Laba Bersih Tumbuh 15 %

Thursday, October 23, 2014

2015, Indosat Siapkan Belanja Modal Hingga Rp 7,5 Triliun

Financeroll – Emiten telekomunikasi,  PT Indosat Tbk (ISAT) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 7-7,5 triliun pada 2015. Capex  tersebut turun tipis dibandingkan alokasi tahun ini yang mencapai Rp 8 triliun.


Sementara itu, Presiden Direktur & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, banyaknya program modernisasi jaringan yang rampung tahun ini menyebabkan penurunan alokasi capex tahun depan.  Di sisi lain, capex tahun ini juga diperkirakan tidak terserap seluruhnya.  Capex yang terpakai tahun ini kemungkinan sekitar 85% dari target.


 Untuk diketahui, perseroan   masih menghitung nilai pasti ekspansi jaringan tahun depan. Namun, Indosat tengah bernegosiasi serta melakukan tender dengan sejumlah vendor jaringan seperti Ericsson, Huawei, dan ZTE terkait peningkatan jaringan seluler. [geng]


 



2015, Indosat Siapkan Belanja Modal Hingga Rp 7,5 Triliun