Financeroll – Emiten yang bergerak di bisnis tekstil dan garmen, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) masih mengalami kerugian kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat Rp 98 miliar. Direktur Keuangan SRIL Allan Moran Severino mengatakan, kerugian terjadi lantaran pembukuan masih dalam rupiah. Ke depan perseroan akan membukukan dalam Dolar karena 70 persen transaksi dengan dolar, meskipun transaksi di domestik.
Menurut Allan, meskipun ada selisih kurs, laba bersih perseroan membukukan Rp 265 miliar naik 6 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 250 miliar. Dalam penjualan 9 bulan terakhir, tercatat mencapai Rp 5,14 triliun, atau naik 23 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,18 triliun.
Disampaikan juga, perseroan kehilangan pasar ekspor 20 persen. Pasar domestik yang menjual berupa seragam militer dan seragam karyawan. Untuk pasar ekspor, perseroan merambah Asia, Eropa dan Timur Tengah dengan tercatat menyediakan seragam militer untuk 30 negara. Saat ini SRIL memproduksi seragam militer antiradiasi, antiapi, antiserangga, antiinfra merah dan rompi antipeluru. [geng]
Akibat Tekanan Kurs, Sri Rejeki Isman Merugi Rp 98 Miliar
No comments:
Post a Comment