Financeroll – Dua emiten baru, PT Bank Agris Tbk (AGRS) dan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN). resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Intan Baruprana Finance Tbk emiten ke- 22, sementara PT Bank Agris Tbk emiten ke-23 yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 2014. Ke dua emiten itu masuk dalam papan pengembangan BEI. Demikian disampaikan Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Senin (22/12).
Beberpa hal yang penting untuk dilaksanakan oleh perusahaan tercatat diantaranya menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik atau “good corporate governance” (GCG) yaitu mencakup aspek transparansi, akuntabel, independensi, bertanggung jawab dan “fairness“. Selain itu, perusahaan tercatat juga melakukan keterbukaan informasi baik kepada Bursa maupun kepada publik.
Untuk diketahui, PT Bank Agris Tbk, perusahaan perbankan yang fokus pada sektor perikanan dan pertanian tersebut dibuka naik 50 persen dari harga perdana Rp110 menjadi Rp185 per lembar saham. Direktur Utama Bank Agris Tbk Sia Leng Ho mengharapkan bahwa terdaftarnya AGRS sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa akan memberikan manfaat bukan hanya dalam hal fleksibilitas, tetapi juga penerapan tata kelola yang lebih baik. Salah satu kunci utama pengembangan lembaga keuangan tahun depan adalah penerapan ’good corporate governance’.
Disampaikan juga, dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) akan kami gunakan untuk pengembangan kredit sebesar 70 persen, sisanya akan digunakan untuk pengembangan jaringan kantor. Perseroan mencatatkan saham sebanyak 4,19 miliar.
Sementara, Direktur Utama Intan Baruprana Finance Tbk Jap Hartono mengatakan bahwa jumlah saham yang dilepas terdiri atas 398,54 juta saham baru dan saham divestasi sebanyak 269,45 juta saham. Total dana yang didapat dari IPO mencapai Rp192,38 miliar. Dana hasil IPO sebanyak 25 persen akan digunakan untuk membayar utang, dan sisanya sebesar 75 persen untuk modal kerja.
Menurut Hartono, modal kerja itu akan digunakan untuk pembiayaan dalam rangka memicu pertumbuhan penyaluran dana kepada sektor industri yang prospektif, termasuk transportasi, maritim, infrastruktur, minyak dan gas (migas), dan kesehatan. Pada awal perdagangan, saham dengan kode IBFN tersebut dibuka melemah 2 poin ke level Rp 286 per lembar saham dibanding harga perdana Rp 288 per lembar saham. [geng]
Bank Agris dan Intan Baruprana Catatkan Sahamnya di Bursa
No comments:
Post a Comment