Financeroll – Ekonomi Eropa menghadapi satu dekade sulit karena para pengambil kebijakan sedang berjuang untuk melaksanakan reformasi, sementara itu Tiongkok terus berjuang memenuhi target pertumbuhan jangka pendek, demikian menurut Jamie Dimon, Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co mengatakan (JPM) .
“Eropa akan sedang berada dalam kondisi sulit,” kata Dimon kemarin dalam sebuah acara di Washington yang diselenggarakan oleh Politico saat ia memaparkan prediksinya soal “pertumbuhan sub-optimal” di wilayah tersebut untuk tahun-tahun mendatang. “Mereka memiliki semua masalah struktural yang sama yang Anda baca dari negara-negara lain, tapi persoalannyha zona ini terdiri dari banyak negara, yakni 17 negara – dan beberapa isu-isu struktural harus disepakati di 17 parlemen dan kemudian oleh Brussels.”
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan memimpin Dewan Pemerintahan hari ini di pertemuan kebijakan terakhirnya untuk tahun 2014 dan akan terjadi perdebatan soal proposal serta alat-alat kebijakan yang akan diambil untuk meningkatkan perekonomian zona Eropa.
Situasi Eropa kontras dengan AS, yang disebut oleh Dimon sedang ada dalam “titik terang,” dan China, menurutnya, juga sedang ada dalam titik yang sama karena para pemimpin bangsa dipastikan akan mengambil langkah-langkah terbaik untuk mempertahankan pertumbuhan.
“Pihak berwenang Tiongkok sangat cerdas,” kata Dimon. “Sekarang mereka mengelola perekonomian secara makro dan konsisten dengan tujuan pertumbuhan jangka pendek, yang tentunya baik untuk semua pihak.” Masalahnya untuk Tiongkok adalah terlalu banyak korupsi, kurangnya transparansi dan kebutuhan yang sulit untuk “memperluas prospek demokrasi mereka,” kata Dimon menambahkan.
JP Morgan: Eropa Semakin Sulit, AS dan Tiongkok Kian Terang
No comments:
Post a Comment