Financeroll – Pada penutupan perdagangan waktu New York tadi pagi, dolar terpantau melemah terhadap major currency lainnya. Dan harga logam mulia mulai terkoreksi naik.
Mulai tadi malam logam kuning kian bergerak naik setelah dari data Tiongkok menunjukkkan bahwa aktivitas perdagangan tersebut melemah daripada harapan di Bulan lalu. Negara tirai bambu tersebut berada di level 4.7 persen dibandingkan dengan data tahunan pada November lalu. Sedangkan proyeksi pasar sebesar 7.9 persen.
Pada divisi Comex New York Mercantile Exchange, spot emas pada pengiriman emas di Februari naik 0.78% ke level $1.204.20, di level suport rendah $1.199.60 dan di level resisten tinggi $1.205.80.
Emas mulai beringsut di tengah-tengah harapan bank sentral di Tiongkok, Jepang dan Eropa untuk melaksanakan stimulus lebih guna meningkatkan pertumbuhan. Di zona euro, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pekan lalu bahwa bank akan menilai kembali program stimulus di kuartal pertama dari tahun 2015. Draghi menambahkan bank berpotensi bisa mengubah ukuran, skala dan komposisi program stimulus yang sudah ada. Dewan pemerintahan sepakat bahwa akan mengambil langkah lebih lanjut, namun jika perlu. Sementara untuk perdagangan focus fundamental ekonomi yang akan dirilis dari berbagai kawasan diantaranya dari Inggris terdapat data manufaktur produksi secara bulanan dengan estimasi menurun, dari AS akan dirlis data JOLTS Job Openings diproyeksikan menguat dan whole sales invetories diprediksi menurun. Untuk pergerakan hari ini, emas masih berpotensi akan menguat kembali.
Logam Kuning Berpotensi Pulih Kembali
No comments:
Post a Comment