Financeroll – Perdagangan valuta asing di hari Rabu(24/12), poundstgerling terpantau menguat terhadap dolar AS setelah alami pelemahan tajam di sesi sebelumnya menjelang libur Natal dan akhir tahun.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, GBPUSD menguat 0.17% di level 1.5547 dimana pasangan ini terpantau menyentuh level 1.5505 untuk sesi terendah harian dan level 1.5552 untuk sesi tertinggi harian.
Poundsterling terlihat menguat pada hari ini, ketika alami penurunan tajam di sesi sebelumnya terhadap dolar AS. Pelemahan bagi poundsterling telah dimulai sejak terjadinya pelemahan ekonomi di wilayah Inggris, dimana Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Inggris telah menyatakan bahwa transaksi berjalan Inggris telah meluas, yang disesuaikan secara musiman menjadi -270B di kuartal tiga.
Di waktu bersamaan, Biro Statistik Nasional juga menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto Inggris alami kenaikan sebesar 0.7% di kuartal tiga, dengan merevisi kenaikan sebesar 0.7%, dilanjutkan dengan sebuah laporan yang dirilis oleh Asosiasi Perbankan Inggris telah menyatakan bahwa persetujuan hipotek di wilayah Inggris telah alami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 36.700 di bulan November.
Sementara itu, tekanan lain yang juga menjadi faktor melemahnya poundsterling telah disebabkan oleh menguatnya laju pertumbuhan ekonomi AS di kuartal tiga. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi telah menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto telah alami kenaikan sebesar 5.0% di kuartal tiga, dimana lampaui perkiraan ekonom dengan kenaikan sebesar 4.3%.
Poundsterling Terpantau Menguat Pasca Alami Pelemahan Tajam
No comments:
Post a Comment