Showing posts with label Berita Forex Financeroll. Show all posts
Showing posts with label Berita Forex Financeroll. Show all posts

Tuesday, January 20, 2015

Yen Cenderung Bearish

Financeroll – Perdagangan yen terhadap dolar masih terlihat bearish, dipicu dari menurunnya harga komoditi dan masih tingginya dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.


USDJPY melemah -0.14% ke level 118.64.


Pada perdagangan fundamental ekonomi, BoJ nanti akan ada konferensi pers yang akan dihadiri oleh gubernur BoJ Haruhiko Kuroda namun waktunya masih tentatif, dan Pengumuman suku bunga BoJ juga masih dalam waktu tentatif.


BoJ kemungkinan akan menjaga kebijakan moneter yang tidak berubah, dipengaruhi oleh jatuhnya harga energi. Tadi malam, dolar sendiri tetap di 12 tahun tertinggi terhadap mata uang utama lainnya, setelah Dana Moneter Internasional memangkas ramalan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2015 dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang gagal untuk meningkatkan kepercayaan investor


Pertumbuhan global diperkirakan sebesar 3,5% untuk tahun 2015 dan 3,7% untuk 2016, IMF mengatakan dalam Economic Outlook terbaru, menurunkan proyeksi 0.3 persen selama tahun kedua. Namun, IMF mengangkat pertumbuhan AS untuk tahun ini.



Yen Cenderung Bearish

AUD Masih Melemah Dari Dolar AS

Financeroll – Perdagangan valuta asing Australia masih belum pulih dari dolar AS, Rabu (21/1). Seiring dari data yang juga belum membaik.


AUDUSD melemah -0.09% ke level 0.8162, pair ini berkonsolidasi ke level 0.81860 dan ke level resisten 0.8173.


Dari data fundamental wespact consumer sentiment Asutralia di bulan Januari terlihat menurun dari bulan sebelumnya -5.7% ke 2.4%. Dan data CPI Canada juga turun tipis menjadi 0.2% dari 0.3%. Sedangkan di sore harinya 4.30pm akan dirilis data tingkat pengangguran Ingris blan November yang diproyeksikan akan menurun.



AUD Masih Melemah Dari Dolar AS

Greenback Bergerak Beragam Namun Cenderung Menguat

Financeroll – Pergerakan valuta asing di hari Selasa(20/1), dolar AS terpantau bergerak beragam terhadap beberapa mata uang utama lainnya ketika pertumbuhan ekonomi Tiongkok terpantau stabil di kuartal empat.


Berlangsungnya perdagangan di sesi AS, EURUSD melemah 0.18% di level 1.1584, GBPUSD menguat 0.50% di level 1.5188, USDJPY menguat 0.66% di level 118.34, dan USDCHF melemah 1.02% di level 0.8706. Sedangkan terhadap mitra dolarnya, greenback terlihat menguat dengan pasangan AUDUSD melemah 0.17% di level 0.8197 dan USDCAD menguat 1.01% di level 1.2063.


Pada index dolar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya telah menguat 0.21% di level 93.04.


Pergerakan dolar AS terlihat beragam pergerakan ketika pasar ekuitas Asia terlihat ditutup menghijau dengan terdorong oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Tiongkok. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional telah menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto di wilayah Tiongkok mengalami kenaikan sebesar 7.3% di kuartal empat, setelah naik sebesar 7.3% di kuartal tiga.


Laporan terpisah lainnya yang memperlihatkan bahwa telah terjadinya pemulihan ekonomi Tiongkok telah didukung oleh kenaikan penjualan ritel dalam basis tahunan di wilayah Tiongkok, dimana terpantau naik sebesar 11.9% di bulan Desember berdasarkan laporan resmi dari Biro Statistik Nasional.


Sementara itu, perhatian pasar pada minggu ini masih berfokus kepada sebuah laporan ekonomi Eropa ditengah memuncaknya perkiraan bahwa Bank Sentral Eropa akan memulai dalam melakukan pelonggaran kuantitatif secepatnya sampai pertemuan kebijakan pada 22 Januari mendatang.


Dalam putusan sementara pada 14 Januari lalu, Pengadilan Eropa tampaknya telah menyetujui langkah kebijakan tersebut, menurut mereka Bank Sentral Eropa telah bebas dalam melanjutkan program pembelian obligasi tanpa tantangan hukum.


 



Greenback Bergerak Beragam Namun Cenderung Menguat

Malam Ini, Euro Masih Melemah Terhadap Dolar AS

Financeroll – Pergerakan valuta asing di hari Selasa(20/1), euro masih terpantau alami pelemahan terhadap dolar AS setelah terjadinya peningkatan sentimen ekonomi di wilayah Jerman.


Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, EURUSD terpantau melemah 0.12% di level 1.1590 dimana pasangan ini terlihat bergerak menyentuh level 1.1568 untuk sesi terendah harian dan level 1.1615 untuk sesi tertinggi harian.


Euro terlihat alami pelemahan terhadap dolar AS setelah terjadinya penurunan pada inflasi produsen di wilayah Jerman. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Destatis telah menyatakan bahwa inflasi produsen Jerman telah alami penurunan sebesar 0.7% di bulan Desember.


Sedangkan meningkatnya sentimen ekonomi Jerman terlihat belum mampu memberikan dukungan sepenuhnya bagi euro untuk bertahan berada di wilayah positif. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh ZEW telah menyatakan bahwa sentimen ekonomi Jerman alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 48.4 di bulan Januari, dari 34.9 di bulan Desember.


Sementara itu memuncaknya perkiraan bahwa Bank Sentral Eropa akan memulai dalam melakukan pelonggaran kuantitatif secepatnya sampai pertemuan kebijakan pada 22 Januari mendatang. Dalam putusan sementara pada 14 Januari lalu, Pengadilan Eropa tampaknya telah menyetujui langkah kebijakan tersebut, menurut mereka Bank Sentral Eropa telah bebas dalam melanjutkan program pembelian obligasi tanpa tantangan hukum.



Malam Ini, Euro Masih Melemah Terhadap Dolar AS

Poundsterling Terpantau Bergerak Positif

Financeroll – Pergerakan valuta asing di hari Selasa(20/1), poundsterling terpantau menguat terhadap dolar AS ketika laporan inflasi Inggris pada pekan lalu tetap memberikan dukungan positif hingga saat ini.


Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, GBPUSD menguat 0.32% di level 1.5161 dimana pasangan ini terpantau bergerak menyentuh level 1.5058 untuk sesi terendah harian dan level 1.5179 untuk sesi tertinggi harian.


Pergerakan poundsterling untuk alami penguatan hingga hari ini telah didorong oleh laporan inflasi Inggris pada pekan lalu, dimana inflasi konsumen dalam basis tahunan telah melambat sebesar 0.5% di bulan Desember, dari sebesar 1.0% di bulan November.


Sementara itu, melemahnya laju pertumbuhan inflasi tersebut juga telah memperkuat perkiraan bahwa Bank Sentral Inggris nampaknya akan mempertahankan tingkat suku bunga untuk berada di level rendah saat ini, ditengah timbulnya spekulasi bahwa bank sentral akan segera menaikan tingkat suku bunga mereka.



Poundsterling Terpantau Bergerak Positif

Monday, January 19, 2015

Poundsterling Alami Fluktuasi Ketika Perdagangan AS Libur

Financeroll – Perdagangan valuta asing di hari Senin(19/1), poundsterling terpantau fluktuasi dengan berayun di antara keuntungan dan kerugian terhadap dolar AS ketika perdagangan Amerika tengah menjalani libur dalam memperingati hari Martin Luther King.


Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, GBPUSD sedikit melemah 0.03% di level 1.5145 dimana pasangan ini terpantau bergerak menyentuh level 1.5075 untuk sesi terendah harian dan level 1.5234 untuk sesi tertinggi harian.


Pergerakan poundsterling hari ini terlihat alami sedikit pelemahan terhadap greenback, meski sterling sempat terpantau berada di wilayah positif pagi tadi ketika terjadinya aksi ambil untung di kalangan para pelaku pasar.


Aksi ambil untuk tersebut telah didasari oleh rally greenback yang terjadi dalam beberapa hari terakhir setelah Bank Sentral Swiss menyatakan bahwa mereka telah menolak untuk melanjutkan level minimum nilai tukar mata uang sebesar 1.20 per euro, dan akan melakukan pemangkasan tingkat suku bunga ke depannya. Seketika pernyataan dari Bank Sentral Swiss tersebut telah mengejutkan pasar dan memberikan gejolak pada pasar mata uang dunia.



Poundsterling Alami Fluktuasi Ketika Perdagangan AS Libur

Perdagangan AS Libur, Euro Masih Menguat Terhadap Greenback

Financeroll – Pergerakan valuta asing di hari Senin(19/1), euro masih terpantau menguat terhadap dolar AS ketika perdagangan Amerika tengah menjalani libur dalam memperingati hari Martin Luther King.


Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, EURUSD menguat 0.39% di level 1.1612 dimana pasangan ini terpantau bergerak menyentuh level 1.1552 untuk sesi terendah harian dan level 1.1628 untuk sesi tertinggi harian.


Euro terlihat masih mendominasi untuk alami penguatan terhadap dolar AS dengan merangkak naik setelah terjadinya penyempitan pada surplus transaksi berjalan di zona euro. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa surplus transaksi berjalan di wilayah zona euro mengalami penyempitan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 18.1B di bulan November, dari 19.5B di bulan Oktober.


Sementara itu, pada pekan ini perhatian pasar juga tengah berfokus kepada sebuah laporan ekonomi Eropa. Memuncaknya perkiraan bahwa Bank Sentral Eropa akan segera menjalankan pelonggaran kuantitatif di zona euro telah berhasil menjadi pusat perhatian pasar, yang mana hal tersebut secepatnya akan diumumkan pada pertemuan kebijakan selanjutnya tanggal 22 Januari mendatang.


Dalam putusan sementara pada 14 Januari lalu, Pengadilan Eropa tampaknya telah menyetujui langkah kebijakan tersebut, menurut mereka Bank Sentral Eropa telah bebas dalam melanjutkan program pembelian obligasi tanpa tantangan hukum.



Perdagangan AS Libur, Euro Masih Menguat Terhadap Greenback

Friday, January 16, 2015

Jelang Data Dolar AS Masih Menguat

Financeroll – Dolar bergerak menguat sentuh level tinggi terhadap mata uang utama lainnya, Jumat (16/1) Jelang dari serangkaian data AS yang akan dirilis beberapa jam kemudian.


Dolar menunjukkan sedikit reaksi data pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan untuk bantuan pengangguran di AS pekan lalu naik sampai empat bulan 316,000, dibandingkan dengan harapan untuk penurunan sebesar 6.000.


Untuk perdagangan fundamental ekonomi nanti malam akan dirilis data AS yaitu pada 8.30pm akan dirilis CPI AS bulan Desember dan dirpyeksikan akan stabil, -0.3% dari -0.3% di bulan sebelumnya dan core CPI secara bulanan akan diproyeksikan stabil di level 0.1%, sama dari bulan sebelumnya. Kemudian pada 9.55pm akan dirilis data Prelim UoM Consumer Sentiment yang diproyeksikan oleh pasar sebesar 94.2 dari bulan sebelumnya 93.6. Yang artinya akan membaik.


 



Jelang Data Dolar AS Masih Menguat

Thursday, January 15, 2015

USDCHF Masih Menguat

Financeroll – Jelang dari ritel sales Swiss USDCHF terpantau menguat, Kamis (16/1).


USDCHF menguat 4.55% ke level 0.8792, pair ini berkonsolidasi ke level support 0.8405 dan ke level resisten 0.8807.


Franc Swiss terpantau menguat terhadap dolar kemarin, setelah secara mengejutkan dari SNB yang memangkas suku bunga deposito dari -0.75% dari -0,25% dan menurunkan kisaran target untuk Libor tiga bulan -1,25% ke -0,25%.


Dari perdagangan dundamental ekonomi, ritel sales Swiss yang dirilis sebentar lagi diproyeksikan akan menguat 1.1% dari 0.3%



USDCHF Masih Menguat

Dolar Masih Unggul Pasca Data AS

Financeroll – Dolar masih dalam jarak 12 tahun tinggi terhadap mata uang lain utama pukul pada hari Kamis, setelah rilis laporan ekonomi US campuran tidak sedikit untuk meredam optimisme atas kekuatan pemulihan AS.


EURUSD melemah -1.34% ke level 1.1630, GBPUSD melemah -0.31% ke level 1.5185, USDCHF melemah 13.14% ke level 0.8848


Dalam sebuah laporan, Departemen tenaga kerja AS mengatakan kalim pengangguran pada akhir 9 Januari naik 19.000 ke level 316,000 dari minggu sebelumnya, total 297.000. Pasar mengharapkan klaim awal pengangguran menurun 6.000 untuk 291,000 minggu.


Secara terpisah, Federal Reserve Bank of New York melaporkan bahwa indeks kondisi bisnis umum meningkat menjadi 10,0 bulan ini dari 3.6 pada bulan Desember. Selain itu, Departemen Perdagangan mengatakan bahwa harga produsen AS turun 0,3% bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan bulan sebelumnya 0,4%.


Index dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang lainnya adalah turun 0.22% di level 92,10.



Dolar Masih Unggul Pasca Data AS

Jelang Data AS, Tren Dolar AS Masih Melemah

Financeroll – Dolar AS jatuh ke tingkat terendah di lebih dari empat-tahun terhadap Swiss franc, hari ini Kamis. Pasca Bank Nasional Swiss secara mengejutkan memangkas suku bunga lebih dalam ke teritori negatif.

Dolar AS EURUSD melemah -069% ke level 1.1707, GBPUSD menguat 0.10% ke level 1.5252, USDCHF melemah -13.87% ke level 08770.


Untuk perdagangan fundamental ekonomi hari ini akan dirilis dari data AS, 8.30pm data PPI bulan Desember yang mengalami pelemahan -.3% dari 0.2% di bulan sebelumnya. Kemudian di jam yang sama, klaim pengangguran AS bertambah dari 294K menjadi 299K menurut perkiraan pasar dari bulan sebelumnya. Dan di pukul 10.00pm akan dirilis Phily Fed Manufactruing index yang diperkirakan akan menurun.


Ada kemungkinan dolar AS masih dalam tekanan.



Jelang Data AS, Tren Dolar AS Masih Melemah

Swiss Franc Turun Tajam

Financeroll – Swiss National Bank mengumumkan di hari ini, Kamis (15/1) akan menghentikan nilai tukar minimal 1,20 per euro, sementara suku bunga diturunkan ke dalam teritori negatif, hal tersebut membuat Swiss Franc turun tajam.


Suku bunga deposito turun -0.75% dari tingkat sebelumnya -0.25%. Selain itu, Bank sentral akan terus mempertimbangkan penurunan dalam merumuskan kebijakan moneter di masa depan. Jika diperlukan, pasar valuta asing tetap diperlukan untuk mempengaruhi kondisi moneter.


 



Swiss Franc Turun Tajam

Pound Terus Tergelincir

Financeroll – Perdagangan Pound masih melanjutkan pelemahannya, dipicu dari laporan CPI yang dilaporkan menurun.


GBPUSD melemah -0.15% ke level 1.5212, pair ini berkonsolidasi ke level support 1.5201 dan ke level resisten 1.5247.


Selain daripada itu, Inflasi rendah memudahkan tekanan pada BoE yang diproyeksikan untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Tetapi disaat yang sama, Gubernur BoE Mark Carney masih mengharapkan untuk menormalkan suku bunga. Sterling menurun tipis setelah laporan tersebut, namun sempat kembali rebound pasca Carney menanggapi mengenai suku bunga.


Diketahui, CPI Inggris turun lebih dari yang diharapkan -0,5% dari 1.0% dengan perkiraan pasar 0.7%.



Pound Terus Tergelincir

Wednesday, January 14, 2015

Jelang Ritel Sales, Dolar Cenderung Tertekan

Financeroll – Perdagangan dolar jelang data ritel sales yang akan dilaporkan beberapa jam mendatang beragam, pada saat ini di Rabu (14/1) malam.


EURUSD melemah -0.14% ke level 1.1756, GBPUSD menguat 0.15% ke level, USDCHF menguat 0.15% ke level 1.0216.


Ritel Sales di bulan Desember diproyeksikan akan mengalami penurunan. Pasar memperkirakan 0.2% dari bulan sebelumnya 0.7%. Selain itu core retail sales juga akan mengalami penurunan, perkiraan pasar 0.1% dari bulan sebelumnya 0.5%.


Pada bulan November, Advance Retail Sales naik 0.7% dibandingkan Oktober, naik tinggi dari proyeksi pasar 0.4%. Core Retail Sales juga naik 0.5%, naik lebih dari perkiraan, dan hal ini juga kenaikan tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Kenaikan bulan Oktober tersebut disebabkan oleh meningkatnya penjualan toko makanan, pakaian, dan peralatan transportasi menjelang liburan akhir tahun.


Dari data tersebut, mata uang dolar bisa terdepresiasi terhadap mata uang utama lainnya, ditambah pada harga minyak yang terus menurun. Minyak mentah terus anjlok setelah Bank Dunia memangkas prakiraan pertumbuhan global kemarin, menambahkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi. OPEC juga mengatakan tidak akan memotong output meskipun pasokan global melimpah.



Jelang Ritel Sales, Dolar Cenderung Tertekan

Tuesday, January 13, 2015

Siang Ini, Dolar Aussie Melemah Terhadap Greenback

Financeroll – Pergerakan valuta asing di hari Rabu(14/1), dolar Aussie terpantau melemah terhadap greenback ketika pasar tengah menanti laporan hasil penjualan ritel di wilayah AS.


Jelang perdagangan di sesi Eropa, AUDUSD melemah 1.02% di level 0.8082 dimana pasangan ini terpantau bergerak dengan menyentuh level 0.8077 untuk sesi terendah harian dan level 0.8189 untuk sesi tertinggi harian.


Dolar Aussie pada hari ini terlihat mendapat tekanan kuat untuk alami pelemahan tajam terhadap greenback ketika pasar tengah menanti laporan penjualan ritel AS yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 20.30 waktu Jakarta. Survei ekonom telah memperkirakan bahwa penjualan ritel AS akan mengalami kenaikan sebesar 0.2% di bulan Januari.


Sejalan dengan perkiraan ekonom yang menyatakan bahwa akan terjadinya kenaikan pada penjualan ritel di wilayah AS, maka ini merupakan sebuah ancaman baru bagi dolar Aussie lanjutkan pelemahnnya saat ini.


Akan tetapi, apabila penjualan ritel di wilayah AS mengalami penurunan maka hal tersebut akan menjadi momentum bagi dolar Aussie untuk menghapus pelemahannya saat ini.



Siang Ini, Dolar Aussie Melemah Terhadap Greenback

Greenback Masih Berjaya

Financeroll – Dolar naik terhadap mata utama lain, Selasa (13/1) dipicu dari aksi jual minyak, menambahkan kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global dan inflasi.

EURUSD melemah -0.55% ke level 1.1767, GBPUSD melemah -0.05% ke level 1.5163, USDCHF menguat 0.55% ke level 1.0207.


Harga minyak jatuh ke hampir enam tahun rendah, ditekan rendah oleh keprihatinan atas banjir pasokan global. Kekalahan harga minyak telah memicu keprihatinan mendekatnya tingkat inflasi pada banyak ekonomi utama dunia, termasuk zona euro.


Index dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang utama lainnya naik ke 92.43, tidak jauh dari sebelumnya 92.76. Dari data Inggris hari ini dilaporkan tingkat tahunan konsumen inflasi Inggris melambat 0,5% bulan lalu, menggarisbawahi harapan bahwa Bank of England akan menjaga suku bunga di tahun ini.



Greenback Masih Berjaya

Dolar AS Segera Pulih

Financeroll – Dolar akan bergerak beragam di perdagangan valuta asing, Selasa (13/1). Keprihatinan harga minyak dan ketakutan terhadap dampak pertumbuhan global dan inflasi, membuat greenback menjadi melemah.


EURUSD melemah -0.35% ke level 1.1792, GBPUSD menguat 0.01% ke level 1.5174, USDCHF menguat 0.34% ke level 1.0184.


Harga minyak yang jatuh rendah ke enam tahun, ditekan oleh keprihatinan atas banjirnya pasokan global. Kekalahan harga minyak telah memicu keprihatinan pada tingkat inflasi dan membuat investor beralih kepada aset yang aman yaitu logam mulia.


Euro masih berada dalam bayang-bayang spekulasi ECB yang akan memulai pelonggaran kuantitatif pada pertemuan 22 Januari mendatang.


Untuk perdagangan fundamental ekonomi, nanti maalm 10.00am akan dirilis JOLTS Job Openings yang diproyeksikan oleh pasar akan membaik, 4.86M, dari sebelumnya 4.83M.



Dolar AS Segera Pulih

Monday, January 12, 2015

Dolar Aussie Terpantau Melemah Terhadap Greenback

Financeroll – Perdagangan valuta asing di hari Selasa(13/1), dolar Aussie terpantau alami pelemahan terhadap greenback setelah dirilisnya laporan ekonomi Tiongkok.


Jelang perdagangan di sesi Eropa, AUDUSD melemah 0.02% di level 0.8156 dimana pasangan ini terpantau bergerak menyentuh level 0.8128 untuk sesi terendah harian dan level 0.8198 untuk sesi tertinggi harian.


Dolar Aussie terpantau alami pelemahan terhadap greenback setelah sempat berada di wilayah positif pagi hari tadi pasca dirilisnya laporan neraca perdagangan Tiongkok hari ini. Sebuah laporan resmi yang dirilis oleh CGAC telah menyatakan bahwa surplus neraca perdagangan Tiongkok telah menyempit, yang disesuaikan secara musiman menjadi 49.6B di bulan Desember.


Sementara itu, pada sektor ekspor di wilayah Tiongkok di bulan Desember telah alami kenaikan sebesar 9.9%, dimana melampaui perkiraan ekonom dengan kenaikan sebesar 6.8%. Sedangkan untuk sektor impor di wilayah Tiongkok terlihat alami penurunan sebesar 2.3% di bulan Desember, dimana para ekonom memperkirakan akan alami penurunan sebesar 7.4%.


 



Dolar Aussie Terpantau Melemah Terhadap Greenback

Dolar Pulih Setelah Sempat Tergelincir

Financeroll – Dolar berbalik lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya, Senin (12/1) setelah sebelumnya tergelincir didorong dari laporan data pekerjaan AS yang mengindikasikan bahwa Federal Reserve masih belum agresif untuk menaikkan suku bunganya, dan juga sepinya data pada hari ini.


EURUSD melemah -0.35% ke level 1.1800, GBPUSD melemah -0.08% ke level 1.5148, USDCHF menguat 0.53% ke level 1.0176.


Di pekan lalu, NFP AS menambahkan 252,000 pekerjaan pada bulan Desember dan tingkat pengangguran turun rendah ke level 5.6%, meskipun pendapatan rata-rata turun sebesar 0,2% bulan lalu dan itu hanya 1,7% dari tahun sebelumnya.


Laporan tersebut mendorong pasar untuk membuat harapan kembali untuk kenaikan suku bunga AS di tahun 2015. Dari index dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang enam mata uang utama, naik menjadi 92.49.


Sementara Euro terus ditekan oleh prospek untuk pelonggaran kuantitatif ECB di pertemuan 22 Januari mendatang. Di Inggris, Pound masih akan turun rendah, didorong dari data survei terakhir suku bunga akan tetap di tahun ini.



Dolar Pulih Setelah Sempat Tergelincir

Pulih, USDCHF Menguat

Financeroll – Perdagangan valuta asing USDCHF terpantau menguat di awal pekan, Senin (12/1)


USDCHF menguat 0.14% ke level 1.0158, pair ini berkonsolidasi ke level support 1.0118 dan ke level resisten 1.0173.


Dengan kejatuhan harga minyak, mata uang di pasar berkembang dan pasar saham melemah di Eropa, pendapatan investasi Swiss telah dipecah. Surplus perdagangan Swiss tetap kuat dengan 10,1% dari GDP. Pada Q3/2014 untuk pertama kalinya sejak awal 1980an, rekening keuangan Swiss melihat arus masuk modal. Ini berarti bahwa orang asing lebih ingin melindungi uang mereka di Swiss.


 



Pulih, USDCHF Menguat