Tuesday, December 23, 2014

Timah Masih Akan Terus Melemah Di Awal 2015

Financeroll – Harga timah rebound dari level terendah setahun terakhir. Meski demikian, outlook harga timah hingga kuartal I-2014 masih suram. Mengutip analisa bloomberg senin kemaren, harga timah kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchnge (LME) US$ 19.200 per metrik ton, naik 0,52% dibanding hari sebelumnya.


Tapi, sepekan, harga timah tergerus 5,8%. Timah sempat menyentuh US$ 19.100 per ton di LME Kamis (18/12), turun 20% dari level tertinggi di US$ 24.000 per ton pada Oktober 2013. Harga timah menjadi komoditas logam terburuk kedua di LME.


Societe Generale SA memperkirakan, pasokan ini mencukupi permintaan tahun ini dan berikutnya. China merupakan produsen dan konsumen terbesar logam halus. Oktober lalu, impor timah China anjlok 46% menjadi 6.365 ton. Sedang produksinya 152.357 ton dalam 10 bulan pertama, naik 20% dari tahun sebelumnya.


Harga timah juga sulit naik lantaran spekulasi kenaikan suku bunga The Fed akan muncul kembali di awal tahun. Kondisi ini akan menguatkan indeks dollar AS dan menggerus timah. Produsen timah terbesar di Indonesia, PT Timah, memperkirakan tahun depan penjualan dan laba bersih tumbuh 15%.


Kepada Bloomberg, Presiden Direktur PT Timah, Sukrisno mengatakan, penjualan timah tahun ini naik 26.000 ton. Ia memprediksi, di 2015 harga naik ke US$ 21.000 per ton. Bahkan, harga reli di atas US$ 24.000 per ton, jika Indonesia merevisi aturan yang mewajibkan produk timah diperdagangkan melalui bursa.


Secara teknikal, seluruh indikator mendukung penurunan harga. Bollinger band dan moving average 40% di atas bollinger bawah. MACD wait and see, stochastic di 60% arah negatif dan RSI di 70% arah positif. Ibrahim memprediksi, harga timah hari ini di US$ 19.110-US$ 19.230 per ton.


Di kuartal I-2015 timah diperkirakan di US$ 17.800-US$ 20.200 per ton



Timah Masih Akan Terus Melemah Di Awal 2015

No comments:

Post a Comment