Financeroll – Perdagangan logam mulia Selasa(23/12), harga emas dan perak telah diperdagangkan lebih tinggi meski masih berdiri di bawah level $1.200 menjelang dirilisnya serangkaian data ekonomi dunia.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Februari telah diperdagangkan lebih tinggi 0.15% di level $1.181.60 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak perdagangan di sesi Asia, harga emas terpantau menyentuh level $1.172.90 untuk sesi terendah harian dan level $1.184.80 untuk sesi tertinggi harian.
Perak berjangka pengiriman Maret juga telah diperdagangkan lebih tinggi 0.35% di level $15.743 per troy ounce, dengan terpantau menyentuh level $15.582 untuk sesi terendah harian dan level $15.770 untuk sesi tertinggi harian.
Di sesi sebelumnya, hasil laporan pasar perumahan AS juga terlihat belum mampu mendorong harga emas dan perak alami kenaikan tajam dengan ditahan oleh permintaan greenback yang terus meningkat akibat tanda-tanda kenaikan suku bunga di wilayah ini.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh National Association of Realtors menyatakan bahwa penjualan rumah bekas di wilayah AS telah alami penurunan sebesar 6.1%, yang disesuaikan secara musiman menjadi 4.93 juta unit.
Sementara itu, laporan ekonomi AS tidak kalah penting juga akan hadir malam ini yang meliputi sebuah laporan pertumbuhan domestik bruto AS, pesanan barang tahan lama AS, dan pasar perumahan AS.
Serangkaian laporan tersebut diperkirakan akan memberikan pergerakan bagi harga logam nantinya. Pertumbuhan domestik bruto dan pesanan barang tahan lama AS dalam survei yang dilakukan oleh ekonom telah memperkirakan bahwa akan terjadi kenaikan, yang masing-masing sebesar 4.3% dan 1.1%.
Sedangkan untuk pasar perumahan AS, para ekonom telah memperkirakan bahwa penjualan rumah baru akan mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman sebanyak 461.000 unit rumah.
Sejalan dengan perkiraan ekonom tersebut telah memperlihatkan bahwa akan terjadinya pemulihan ekonomi di wilayah AS, sehingga hal ini tentu akan menjadi sebuah ancaman bagi harga logam alami penurunan dan justru mendukung dolar untuk menguat, mengingat pergerakan harga emas dan perak cenderung berlawanan terhadap greenback.
Begitu pun sebaliknya apabila terjadinya pelemahan pada pertumbuhan ekonomi AS, maka hal ini merupakan sebuah kesempatan bagi harga emas dan perak untuk kembali mempersolid kenaikannya saat ini.
Harga Emas dan Perak Rally Jelang Data Ekonomi AS
No comments:
Post a Comment