Thursday, January 1, 2015

Emas Tertekan, Minyak Mentah Berpola Inverted Hammer

Aksi profit taking yang mendera dollar AS pada sesi transaksi hari Selasa lalu, efektif mengekang dollar AS bergerak lebih jauh setelah index dollar (USD) menyapa level puncak lima tahun, 90.635. Lantas dollar AS pun terkoreksi dan ditutup pada level 89.950.


Namun, pada penghujung tahun 2014, yaitu 31 Desember, performa index dollar (USD) kembali bugar dan kembali menyapa level puncak lima tahun, 90.635 sebelum ditutup pada angka 90.260. Performa impresif index dollar, nampaknya tidak terlalu dipengaruhi oleh hasil data US Unemployment Claims yang tercatat naik pada jumlah 298.000, dari sebelumnya, 281.000. Para analis menyodorkan angka turun pada bilangan. 278.000


Dan penguatan index dollar, lagi-lagi menghambat upaya recovery Emas dan Emas pun terjungkal pada level 1181.65, sebelum ditutup pada level 1182.45. Begitu pula logam mulia lainnya, yaitu Perak kembali tertekan menuju level 15.53, dan ditutup pada level 15.57


Berbeda dengan pola pergerakan Emas dan Perak, untuk komodoti unggulan lainnya, yaitu Minyak Mentah, justru setelah tertekan menuju level terendah dalam lima tahun, 52.44, pada sesi transaksi hari Rabu, tanggal 31 Desember, sempat naik menuju level 55.11 sebelum diahkiri pada level 53.88.


Pada awal sesi transaksi awal tahun 2015 ini, komoditi unggulan untuk logam mulia, yaitu Emas dan Perak, diperkirakan masih akan mengalami tekanan jual dengan support krusial bagi Emas pada level 1164.90 dan 15.00 untuk Perak.


Untuk Minyak Mentah, dengan meninggalkan jejak candle berpola inverted hammer pada grafik Daily, maka nuansa jual masih akan kembali membayanginya, dengan support kritis pertama pada level 53.40, lalu 52.80. Support psikologis terletak pada level 52.40


Data US ISM Manufacturing PMI pada jam 22.00 WIB malam ini, dengan estimasi turun tipis pada level 57.6 dari 58.7, diperkirakan akan mempengaruhi gerak dollar dan juga performa Emas. Jika di bawah 50 yang berarti kontraksi maka dollar AS akan tertekan, dan akan menjadi momentum bagi Emas dan Perak untuk memperbarui posisinya.


Sebaliknya, jika data US ISM masih berada di atas level 50, apalagi apabila lebih tinggi dari sebelumnya, dollar AS akan semakin perkasa, sementara Emas dan Perak rentan untuk tergusur lebih menukik.



Emas Tertekan, Minyak Mentah Berpola Inverted Hammer

No comments:

Post a Comment