Financeroll – Harga minyak makin mundur di Senin (12/1), sudah sampai $46 per barel. Dipicu dari Goldman Sachs yang memangkas perkiraan di tahun 2015 mengenai proyeksinya.
Minyak Brent untuk pengiriman Februari turun $1,33 di level $46.78 barel. Analis Goldman Sachs memangkas prakiraan tiga bulan untuk Brent ke level $42 barel dari $80 dan West Texas Intermediate $41 dari $70 per barel.
Meskipun menurunnya investasi dalam minyak serpih AS karena banjir pasokan saat ini, produksi akan memakan waktu lebih lama untuk turun, Goldman mengatakan dalam sebuah laporan.
Seperti yang dikatakan analis, untuk membatasi investasi dalam serpih dibutuhkan sampai pasar telah mencapai rebalanced, dan kami percaya harga harus tetap lebih rendah lagi. Dikutip dari kepada Reuters, analis mengharapkan pemotongan output mulai mempengaruhi harga di paruh kedua tahun 2015.
Di beberapa titik, market akan menyadari bahwa harga minyak akan meninggalkan pasar jika harga tetap rendah. Pada pertemuan OPEC di November tahun lalu, keputusan untuk tidak membatasi produksi dalam menghadapi tekanan harga jatuh pada beberapa anggota grup, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bertemu dengan Pangeran Arab Saudi di Riyadh pada hari minggu sebagai bagian dari tur diplomatik di Teluk untuk membahas harga minyak jatuh.
Namun, Arab Saudi, eksportir terbesar di dunia minyak mengatakan ia tidak akan mendukung harga dikarenakan pemotongan produksi dan mengabaikan panggilan dari anggota OPEC yang lebih kecil, termasuk Venezuela yang bereaksi terhadap harga minyak jatuh di pertemuan November tahun lalu.
Harga Minyak Makin Mundur
No comments:
Post a Comment