Monday, November 3, 2014

Dollar Masih Mendominasi

The greenback melejit menuju level terkuat mendekati tujuh tahun terhadap mata uang Jepang,  yaitu 114.02 manakala terjadi divergensi antara  Federal Reserve yang mulai menggemakan kembali hasrat  untuk meningkatkan suku bunga,  sementara di sisi lain, Bank of Japan menambah stumulus keuangan.


Bahkan, mata uang Jepan sejatinya melemah terahadap 31 mitra mata uang utama lainnya, setelah Bank Sentral Jepang menandaskan bahwa pada tanggal 31 oktober mereka merencanakan memperluas stimulus moneter sebesar 80 triliun yen ($703 billion) setiap tahun, naik dari sebelumnya sebesar 60 triliun yen menjadi 70 triliun yen


Sejauh ini, mata uang dollar AS nampak terapresiasi terhadap  segenap mitra mata uang lainnya, menyusul data terakhir untuk sektor menufakturing AS mengindikasikan  peningkatan dibandingkan dengan estimasi sebelumnya. USD ISM Manufacturing PMI tercatat naik 59.0 dari sbelumnya 56.6. Para analis menyodorkan estimasi naik sebatas, 56.5


Sementara mata uang zona Euro anjlok menuju level terendah dalam dua tahun terhadap the greenback sebelum European Central Bank menggelar rapat pekan ini. Dan dollar Australia juga mengalami penurunan terbesar dalan lebih dua pekan , yaitu 0.8645, sebelum para perancang kebijakan moneter berdiskusi jam 11.30 siang ini


Geliat dollar AS pada siang hari ini akan berdampak langsung terhadap mata uang Australia, berkenaan dengan rilisan RBA Rate Statement dan Cash Rate pada jam 11.30 siang hari ini. Sementara versus the cable, mata uang Amerika berhadapan langsung saat publikasi data vital dari London, yaitu GBP Construction PMI dengan sajian prediksi pada level 63.5 dari sebelumna 64.2



Dollar Masih Mendominasi

No comments:

Post a Comment