Wednesday, November 12, 2014

EIA: Harga Minyak Yang Rendah Bisa Memotong Investasi

Financeroll – Bursa minyak jatuh mungkin memangkas investasi minyak 10 persen sampai tahun depan, seperti yang dilaporkan International Energy Agency (IEA) hari ini, Rabu (12/11), memperlambat pertumbuhan Amerika Serikat dimana menjadi produsen global utama.


Patokan harga minyak telah jatuh sekitar 30 persen selama empat bulan sekitar $82 per barel, karena sebagian besar untuk meningkatkan persediaan dari Timur Tengah dan Amerika Utara, alhasil dari kegiatan tersebut membuat anggaran negara-negara penghasil minyak dan perusahaan-perusahaan minyak menjadi kecil.


Produksi minyak AS telah meningkat sebanyak 1 juta barel (bpd) selama setahun, dikarenakan harga minyak yang kuat menyebabkan ledakan di produksi serpih minyak melalui fracking, yaitu teknik yang menggunakan tekanan tinggi untuk menangkap gas dan minyak di dalam batu.


Dari laporan administrasi informasi energi AS, produksi diatur untuk tumbuh dengan 963,000 bpd pada tahun 2015.


Menurut Direktur Eksekutif IEA, harga minyak namun bisa meningkat asal harga permintaan turun.


IEA memperkirakan permintaan minyak global bangkit dari 90 juta bpd ke 104 juta di tahun 2040, ketika pasokan energi campuran membagi menjadi empat bagian hampir antara minyak, gas, batubara dan karbon rendah.


Perselisihan di Timur Tengah, sebagian besar di Irak merupakan ancaman bagi kebutuhan masa depan, hal tersebut bisa menghambat investasi yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan produksi, menurut EIA.



EIA: Harga Minyak Yang Rendah Bisa Memotong Investasi

No comments:

Post a Comment