Financeroll – Pergerakan euro melemah mendekati level terendah dalam 2 tahun menjelang dirilisnya data business climate index Jerman diperkirakan hasilnya menurun menjadi 103.0.
European Central Bank President Mario Draghi menyatakan bahwa bank sentral Eropa harus melakukan apa yang seharusnya untuk menaikkan angka inflasi (will do what we must).
Jerman sendiri saat ini sedang dalam kondisi ekonomi yang melambat serta dalam resiko disinflasi.
Kami berpendapat bahwa pergerakan euro selanjutnya berpotensi melemah terbatas dipicu oleh tindakan para pembuat kebijakan yang kurang memperhatikan keadaan ekonomi Jerman yang berencana menaikkan tingkat inflasi secepatnya.
Hal ini dilakukan karena bank sentral Eropa menginginkan adanya kenaikan ukuran laporan neraca keuangan hingga mencapa level 2012 lalu untuk mendongkrak lagi ekonomi wilayah.
Sebelumnya European Central Bank telah memangkas tingkat suku bunga mendekati level terendah serta memangkas buying covered bond juga dalam rangka untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
Selain itu pergerakan yen masih di area merah setelah polling terhadap partai yang mengusung Shinzo Abe hasilnya meningkat karena dinilai berhasil mempercepat berlangsungnya pemilihan umum.
Memang survey tersebut dilaksanakan oleh lembaga Nikkei dan surat kabar Yomiuri terhadap Liberal Democratic Party telah menunjukkan hasil yang lebih memuaskan daripada survey terhadap partai lainnya.
Shinzo Abe sendiri berhasil meyakinkan parlemen setelah dirilisnya laporan tentang keadaan pertumbuhan ekonomi Jepang yang mulai melaju untuk kuartal kedua secara berturut-turut.
Penundaan rencana kenaikan pajak-penjualan dan perintah kepada para menteri terkait untuk mempersiapkan bantuan stimulus disinyalir juga turut mendorong hasil polling yang memuaskan tersebut.
(HP-FR)
Euro Menuju Bearish
No comments:
Post a Comment