Mata uang dolar Amerika pada perdagangan di pasar Asia masih mempertahankan penguatannya terhadap major currencies lainnya sebagai sebagai antisipasi kebijakan bank sentral Eropa yang diprediksi akan kembali melanjutkan program stimulusnya. Pada kesempatan kemarin pimpinan ECB Mario Draghi telah menandaskan bahwa ECB akan melakukan berbagai upaya guna memulihkan perekonomian Eropa yang tengah mengalami pelambatan ekonomi.
Para investor juga berharap akan langkah kebijakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan menunda kenaikan pajaknya. Krisis politik yang tengah terjadi di Jepang dengan dimajukannya pemilu akan tetap menjadi fokus perhatian para investor terutama terhadap pergerakan yen yang mengalami pelemahan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir ini.
Seperti yang sudah disinggung pada artikel sebelumnya bahwa pelemahan dolar AS hanyalah profit taking sejenak dari para spekulan pasar pasca rally panjang mata uang dolar AS karena optimisme perekonomian Amerika secara keseluruhan telah mencuatkan spekulasi akan kenaikan suku bunga federal reserve AS pada tahun depan. FOMC meeting pada kamis dini hari nanti akan menentukan tren dolar AS di pekan ini.
Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan mata dolar Amerika berpeluang bisa berjaya kembali mengantisipasi FOMC meeting yang diduga akan memberikan indikasi terhadap kebijakan moneter dari federal reserve Amerika berikutnya. Solidnya data ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir ini masih tetap dijadikan acuan para spekulan pasar memburu dolar AS kembali.
Saran transaksi : untuk mengetahui lebih jauh tentang sinyal trading silahkan undang PIN BB 215A2918
Greenback AS bisa berjaya lagi
No comments:
Post a Comment