Tuesday, November 25, 2014

Pasar Obligasi Eropa Mulai Kritis

Financeroll – Pasar obligasi korporasi di Eropa sedang menghadapi krisis likuiditas potensial, demikian menurut Asosiasi Pasar Modal Internasional.


“Pasar obligasi sekunder Eropa nampak kritis, terganggu, dan tidak mampu lagi berfungsi secara efektif atau efisien,” tulis Andy Hill dalam laporan ICMA. Laporan tersebut berdasarkan survei terhadap investor, trader, kreditor perusahaan dan para perantara dari bulan Juli sampai Oktober.


Perdagangan obligasi telah menurun akibat kepemilikan terkonsentrasi di sejumlah kecil fund manager. Sementara itu, bank-bank mengurangi persediaan demi menjaga modal sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Likuiditas mengering namun penerbitan saham baru semakin bertumbuh, yang ditandai dengan perusahaan yang menjual € 761 Miliar ($ 947 Miliar) obligasi tahun ini, dibandingkan dengan 697 Miliar Euro di seluruh tahun 2013, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.


Penyediaan platform perdagangan elektronik yang sesuai dengan pembeli dan penjual tidak menggantikan peran bank, yang secara tradisional bertindak sebagai perantara. Kurangnya likuiditas bisa menyebabkan peningkatan volatilitas pasar, pasar modal beku, ini bisa memunculkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan krisis keuangan lainnya, kata laporan itu.


Pasar obligasi telah rally ditengah isu stimulus belum pernah terjadi sebelumnya dari bank sentral, dengan yield rata-rata dari obligasi investment grade dalam euro jatuh ke rekor 1,16 persen bulan ini dari 4,99 persen tiga tahun lalu, sebagaimana terungkap dalam data indeks Bank of America Merrill Lynch.



Pasar Obligasi Eropa Mulai Kritis

No comments:

Post a Comment