Financeroll – Dedi Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan dari tahun 2015-2019, pemerintah berencana membangun proyek infrastruktur prioritas.
Menurut Dedi, lokasi pembangunan proyek infrastruktur tersebut ada yang di Luar Jawa dan di Jawa. Kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 47 triliun. Proyek pembangunan infrastruktur tersebut terdiri dari proyek pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, Pontianak Bitung, Makasar, Banjarmasin, Kupang dan Halmahera, perkiraan dana untuk pembangunan pelabuhan mencapai Rp 17 triliun.
Selanjutnya, proyek pembangunan infrastruktur jalan lingkar Batulicin, Palu-Parigi, Lingkar Kupang, Jalan Susumuk-Bintuni, dengan perkiraan dana mencapai Rp 8 triliun. Proyek pembangunan jalur Kereta Api antara Manado-Bitung, Sei Mangke-Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, Pasoso-Tanjung Priok dan elektrifikasi Manggarai-Bekasi-Cikarang, Lingkar Luar Kereta Api-Jabodetabek, dengan perkiraan dana mencapai Rp 2,3 triliun.
Pembangunan PLTU Kualatanjung, Asahan 3, Pangkalan Susu, PLTU Palu, PLTA Poso, dan PLTU Bengkayang dengan perkiraan dana mencapai Rp 10 triliun. Pengembangan Bandara Mutiara Palu, Eltari Kupang, Pengembangan Bandara Sam Ratulangi dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin dengan perkiraan dana mencapai Rp 8 triliun. Serta pembangunan waduk Rakmano Kupang dengan perkiraan dana mencapai Rp 939 miliar.
Semua proyek proyek pembangunan infrastruktur tersebut akan dimulai dari 2014-2019 dan sumber pendanaan proyek infrastruktur adalah APBN dan BUMN. Ia berharap pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menyukseskan pembangunan proyek infrastruktur tersebut. Peran pemerintah daerah adalah memberikan kemudahan dalam hal pembebasan lahan. -DT-
Pemerintah RI Siapkan Dana 47 Triliun Untuk Pembangunan Infrastruktur
No comments:
Post a Comment