Sunday, November 16, 2014

Sinyal profit taking masih menekan dolar AS

Mata uang dolar Amerika pada perdagangan di pasar Asia masih dalam posisi melemah terhadap major currencies sebagai imbas dari hasil kurang memuaskan data consumer semntiment index Amerika yang telah dirilis pada akhir pekan lalu dimana data ini berkorelasi dengan masalah inflasi. Membaiknya data retail sales Amerika ternyata belum cukup memberikan dorongan terhadap penguatan greenback AS.


Namun banyak pihak yang menilai bahwa pelemahan dolar AS di awal pekan ini hanyalah profit taking sejenak dari para spekulan pasar pasca rally panjang mata uang dolar AS karena optimisme perekonomian Amerika secara keseluruhan telah mencuatkan spekulasi akan kenaikan suku bunga federal reserve AS pada tahun depan.


Mata uang yen berhasil pulih dari tekanan pada perdagangan awal pekan ini seiring terkoreksinya bursa saham Nikkei. Namun bayang-bayang penundaan kenaikan pajak di jepang serta dimajukannya pemilu akan tetap membayangi pergerakan mata uang yen yang bisa berbalik melemah kembali.


Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan pelemahan dari mata dolar Amerika diprediski bisa terbatas. Serangkain indicator ekonomi AS yang akan dirilis pada pecan ini diprediksi bisa mendorong greenback AS bangkit menguat kembali.


Optimisme pada kebijakan moneter dari federal reserve Amerika berikutnya akan tetap dominan mempengaruhi perdagangan pada hari ini. Solidnya data ekonomi AS dalam beberapa pekan terakhir ini masih dijadikan acuan para spekulan pasar melirik dolar AS kembali.



Sinyal profit taking masih menekan dolar AS

No comments:

Post a Comment