Financeroll – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Jumat(19/12), Bank Sentral Jepang telah menyatakan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya, meski penurunan harga minyak dunia dapat mengancam upaya pertumbuhan tingkat inflasi mendekati 2%.
Dari 9 anggota pembuat kebijakan Bank Sentral Jepang, 8 orang telah memilih untuk tetap pertahankan kebijakan moneternya saat ini dengan program pembelian obligasi sebesar 80 triliun yen atau sebanyak $673 milyar.
Sejauh ini Bank Sentral Jepang telah melakukan pembelian aset dari pasar untuk membanjiri sektor perbankan dan ekonomi dengan uang tunai, dengan harapan bahwa hal tersebut mampu mengakhiri deflasi selama 15 tahun dan menstabilkan tingkat inflasi sebesar 2%.
Bank Sentral Jepang merasa optimis bahwa secara keseluruhan ekonomi akan membaik dimana pemulihan ekonomi telah berlanjut dengan melaju “moderately”. Selain itu, bank sentral juga menegaskan bahwa dampak penurunan pada permintaan telah berkurang saat ini, semenjak diberlakukannya kenaikan pajak penjualan di wilayah Jepang.
Para pelaku pasar kini tengah memperhatikan bagaimana BOJ menanggapi penurunan harga minyak dunia sejak bank sentral melakukan perluasan pada laju program pembelian obligasi mereka.
Dalam menanggapi penurunan tersebut, tampak terlihat bahwa bank sentral sangat konsisten terhadap target inflasi mereka, karena rendahnya harga minyak mentah tentu akan menurunkan kerapuhan perkiraan inflasi Jepang.
BOJ: Tetap Pertahankan Kebijakan Moneter Sebelumnya
No comments:
Post a Comment